Langsung ke konten utama

Featured Post

Perangi Corona, HILMI - FPI Sulteng Semprot Disinfektan Di Tiga Kelurahan Di Kota Palu

Rabu, 8 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - HILAL Merah Indonesia, DPD FPI Sul-teng. rabu tanggal 08/04/2020 DPD HILMI FPI terus bergerak melayani permintaan masyarakat Kota Palu untuk melakukan penyemprotan disinfektan kali ini di Kelurahan Nunu Palu Barat, Kelurahan Lolu Selatan dan Tatura Palu Timur kekawatiran warga akan penyebaran virus COVID-19 sehingga Tim DPD FPI Sulteng harus terus melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Kota Palu Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah.

Masuk hari ke-16 para Laskar MADAR Sulteng masih menunjukan semangat juang mereka dan tak kenal lelah untuk memerangi virus COVID-19 walaupun harus berpindah-pindah di 3 Kelurahan, Sekertaris Daerah Ustadz Mahmud Labudu dan Dankodar Ustadz Deny Kurniawan masih tetap dalam satu komando untuk mendampingi para Laskar MADAR Sulteng.

Sumber: Sekda DPD FPI Sulawesi Tangah Mahmud Labudu.


Lembaga Australia Kritik Habis Jokowi: Pemda Ambil Tindakan Sendiri Karena Tak Percaya Lagi


Ahad, 22 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta - Wabah virus corona yang mulai merebak di Indonesia kian menimbulkan keresahan, terlebih jumlah kasus terus meningkat.

Sejak pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret lalu hingga Rabu (18/3/2020), kasus virus corona mencapai 172 kasus dan angka kematian tercatat 5 orang.

Dalam laman resminya, lowyinstitute.org, lembaga itu mengungkapkan kelemahan gaya kepemimpinan Jokowi.

Lembaga itu menilai respon Jokowi terhadap wabah ini sangat mencemaskan.

“Menggandeng Menteri Kesehatan yang memberi saran dengan doa akan membantu menjaga orang Indonesia aman dari virus, ternyata tidak dapat mengatasi masalah," tulis Lowy Institute.
Lembaga itu juga menyoroti jumlah populasi Indonesia yang besar.

"Banyak ilmuwan (dan warga negara) takut terhadap penyebaran di Indonesia, dengan populasi lebih dari 260 juta orang, resiko yang lebih besar. Pantas saja jika orang kaya di Indonesia telah memilih tinggal di Singapura sebelum negara itu membatasi arus keluar masuk negara itu,” kritik lembaga tersebut.

Jokowi juga dinilai kurang transparan dan terlihat menahan informasi terkait data dan penyebarannya dengan alasan tidak ingin membuat kepanikan. Jokowi harus jauh lebih terbuka ketika mengurus krisis kesehatan masyarakat seperti wabah virus corona ini, bukan hanya mementingkan dampak di bidang ekonomi saja.

Jokowi dinilai plin plan, dengan mengoreksi keputusannya bahwa ia telah membentuk tim "respon cepat" untuk mengatasi krisis, namun ia kemudian menyatakan bahwa pemerintah pusat akan mengambil kendali.

Lowy Institute menyebut, gaya Jokowi yang terbiasa membangun sesuatu dari bawah 'go to the ground' dan melakukan pemeriksaan langsung, dinilai tidak tepat untuk diterapkan untuk krisis besar macam virus corona.

Lembaga yang berbasis di Sydney ini juga menyoroti aksi Terawan memberikan paket jamu, ramuan herbal tradisional dari Jokowi ke tiga pasien yang sembuh dari Covid-19.

"Salah satu alasan bahwa pemerintah daerah mulai menerapkan tindakan mereka sendiri adalah karena mereka kehilangan kepercayaan pada kemampuan Jokowi untuk mengelola wabah," kritikan lembaga think tank tersebut.

Indonesia disebut sebagai negara yang memiliki tingkat kemiskinan yang masih tinggi serta permasalahan kesehatan. Sistem rumah sakit pun menjadi lemah karena kurangnya dana.

Sulit bagi Jokowi untuk bisa memperbaiki nasib negara dan pemerintahannya dalam dua periode jabatannya. Walaupun ia, misalnya, mengambil pendekatan reformasi yang lebih radikal.

“Tetapi sekarang, mesti lebih dari sebelumnya. Pemerintahnya perlu bergerak melampaui sikapnya yang berbeda, reaktif, dan mengembangkan strategi yang koheren dan jelas untuk mengatasi krisis kesehatan yang menguji kita semua, tetapi dapat menghantam Indonesia dengan keras," saran mereka.

Sumber: mol.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Keluarga Besar Mbah Maimoen Silaturahmi Ke Kediaman Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 8 Agustus 2019

Faktakini.net, Mekkah - Pada hari ini, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H atau 8 Agustus 2019, keluarga besar Allahyarham KH Maimoen Zubair silaturahim ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.
Kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.
Habib Hanif menyatakan, "Hari ini di Makkah, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H. Silaturahmi keluarga Besar KH Maemoen Zubair ( Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dkl )  ke kediaman alwalid Habib Rizieq Shihab di Mekkah, mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah ditengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin."
Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair baru saja meninggal dunia di Mekkah, hari Selasa 6 Agustus 2019 sekitar pukul 04.17 waktu Saudi dan langsung dimakamkan hari itu…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…