Langsung ke konten utama

Featured Post

Cegah Corona, FPI Tanjabbar Jambi Semprotkan Disinfektan Di Kelurahan Tungkal III

Sabtu, 4 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Warga Kelurahan Tungkal III dan Kelurahan Kampung Nelayan, bahagia dan bersyukur atas Aksi Relawan DPW FPI Tanjabbarat Jambi yang terus berjuang untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan turun langsung melakukan penyemprotan cairan Disinfektan.

Pada hari ini Sabtu, 4 April 2020, Relawan FPI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa Ruas Jalan dan Rumah Warga di Kelurahan Tungkal III dan Masjid Al Hidayah (Masjid Lama) di Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir.

Kegiatan yang dilakukan ini dilakukan sejak pukul 16.00 wib s.d selesai dipimpin langsung oleh Ustad Fahmi Achmad Al Yamani (Ketua Tanfidzi DPW FPI Tanjabbarat) dan Ustad Latifurrahmat S.Sy (Sekretaris DPW FPI Tanjabbarat).




Kritik Cara Tangani Corona, Sandi: Kita Butuh Pemerintah Yang Tanggap, Bukan Gemar Tangkap



Jum'at, 20 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta -  Mantan Calon Wapres Sandiaga Uno angkat bicara terkait wabah virus Corona. Melalui sebuah tayangan video, pria yang akrab disapa Sandi ini menguraikan pandangannya.

“Di tengah masa sulit ini, izinkan saya mengajak kita semua merenungi satu kata, solidaritas. Inilah mantra sakti yang membuat republik ini tegak berdiri,” ujar Sandi dikutip Suara Islam Online, Jumat (21/3) melalui video Sandi yang diunggah di media sosial.

Menurutnya, solidaritas itulah yang menjamin soliditas bangsa-bangsa lain datang membantu kala kita membutuhkan.

“Kita merasakan pada era Presiden Yudhoyono, ketika negara lain tanpa ragu-ragu membantu kita mengatasi bencana gempa dan tsunami Aceh 2004, disusul dengan bencana-bencana lain di tahun berikutnya. Kita tegak berdiri. Bukan saja karena kita kuat, tetapi juga karena solidaritas internasional,” ungkapnya.

Bulan lalu, kata mantan Wagub DKI Jakarta itu, ketika wabah corona melanda China dan beberapa negara lain, kita terguncang melihat langkah yang diambil pemerintah.

“Bukan rencana darurat yang disiapkan, tetapi (malah) insentif sektor pariwisata,” tukasnya.

Sandi juga mempertanyakan mengapa pemerintah tidak segera membatasi pintu masuk untuk menekan penyebaran wabah itu. Ia juga kecewa saat pemerintah malah sibuk menyiapkan anggaran untuk influencer asing daripada menyiapkan tenaga medis.

“Pintu masuk bukan dipersempit, malah dibuka lebar. Bukan tenaga medis yang dipersiapkan, tetapi anggaran untuk influencer asing,” ujarnya.

Saat ini, menurut data terakhir rasio kematian akibat virus Corona di Indonesia jauh diatas rasio rata-rata kematian di dunia.

“Di negara demokrasi, rakyatlah panglimanya, bukan ekonomi atau politik. Seluruh usaha menghadapi virus corona, sepenuhnya harus dilakukan untuk kepentingan rakyat,” tutur Sandi.

“Rakyat butuh pemerintahan yang tanggap, bukan yang gemar menangkap. Pemimpin pemimpin yang mau mendengarkan, bukan malah mereka yang merasa berbeda di sosial media. Pemimpin-pemimpin yang terus mendengarkan; inilah yang diperlukan oleh bangsa dan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Meski demikian, Sandi meyakini bahwa Presiden Jokowi tentunya memiliki kapasitas dalam menghadapi masalah besar yang saat ini melanda Indonesia.

“Kita berharap beliau segera muncul sebagai panglima tertinggi, mengerahkan segenap sumber daya bangsa untuk berperang menghadapi Corona. Beliau juga tampil terdepan menjadi negarawan menggalang solidaritas yang lebih erat dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tandas Sandi.

Foto: Sandiaga Uno

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Keluarga Besar Mbah Maimoen Silaturahmi Ke Kediaman Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 8 Agustus 2019

Faktakini.net, Mekkah - Pada hari ini, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H atau 8 Agustus 2019, keluarga besar Allahyarham KH Maimoen Zubair silaturahim ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.
Kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.
Habib Hanif menyatakan, "Hari ini di Makkah, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H. Silaturahmi keluarga Besar KH Maemoen Zubair ( Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dkl )  ke kediaman alwalid Habib Rizieq Shihab di Mekkah, mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah ditengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin."
Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair baru saja meninggal dunia di Mekkah, hari Selasa 6 Agustus 2019 sekitar pukul 04.17 waktu Saudi dan langsung dimakamkan hari itu…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…