Langsung ke konten utama

Featured Post

Ahmad Khozinudin: Pilkada 2020 Genosida Massal Di Tengah Pandemi

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net

*PILKADA 2020, GENOSIDA MASSAL DITENGAH PANDEMI ?*

Oleh : *Ahmad Khozinudin, S.H.*
Advokat Pejuang Khilafah


_"Memaksakan penyelenggaraan Pilkada pada masa pandemi covid-19 merupakan perbuatan melanggar hukum, berupa pembiaran secara sengaja. Pemerintah tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Rakyat yang berdaulat, dan oleh karena itu keselamatan jiwa rakyat yang harus diutamakan, bukan yang lainnya"_

*[HRS Center]*


Pagi ini saya membuka WA, dan diantaranya saya mendapat kiriman meme dari Dr. Abdul Chair Ramadhan, Direktur HRS Center. Salah satu meme yang dikirim, memberikan statement tentang adanya delik pembiaran akibat ngototnya Pemerintah melanjutkan Pilkada ditengah Pandemi. Menurut HRS Center, Rakyat yang berdaulat, dan oleh karena itu keselamatan jiwa rakyat yang harus diutamakan, bukan yang lainnya.

Tindakan Memaksakan penyelenggaraan Pilkada pada masa pandemi covid-19 merupakan …

Tohap Silaban, Relawan Jokowi Yang Serang Dan Cekik Polisi Akhirnya Ditahan


Senin, 10 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta -  Tohap Silaban, pelaku penyerangan anggota polisi lalu lintas di sekitaran pintu keluar Tol Angke 2, Jakarta Barat, Jumat 8 Februari 2020 akhirnya ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana. Tohap saat ini ditahan di Mapolres Jakarta Barat.

Sebelumnya, pada Jumat malam Tohap ditangkap aparat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

“Dengan kecepatan tadi malam diamankan di kedai kopi di daerah Tebet sekitar pukul 23.00 WIB ya. Hampir 23.30 WIB malam yang bersangkutan berhasil kita amankan, kita bawa masuk ke Polres Jakbar,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Jakbar, Jl S Parman, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2020).

Yusri menyebut Tohap, pengemudi yang menyerang, mencekik dan mengajak duel anggota Patroli Jalan Raya (PJR), mengalami stres. Tohap juga disebut memiliki emosi yang tinggi.

“Keterangan awal, bahwa dia sedikit mengalami stres, tapi kita terus dalami. Emosinya tinggi dengan pekerjaannya,” kata Yusri Yunus.

Tohap dijerat Pasal 212 KUHP tentang melawan petugas dan/atau Pasal 335 KUHP tentang penganiayaan dan UU Darurat atas kepemilikan senjata tajam.

Hal ini lantaran dia juga kedapatan menyimpan senjata tajam jenis bowie knife hingga taser di dalam tasnya. Meskipun alasan Tohap adalah untuk jaga-jaga diri.

Tohap Silaban menyerang, mencekik dan mengajak duel anggota PJR.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menambahkan, Tohap Silaban tidak memiliki izin kepemilikan senjata tajam tersebut. Atas hal itu, Tohap Silaban juga dikenai Undang-Undang Darurat dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Katanya buat bela diri, digunakan sebagai senjata. Tapi kan senjata tajam jelas dilarang,” kata Arsya.

Tohap Relawan Jokowi

Dari penelusuran melalui media sosial Facebook, Tohap Silaban pernah belajar di SMAN 3 Jakarta dan Universitas Trisakti.

Di dunia aktivis dan politik, ia mengaku sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Kampus Reformasi (KBKR) ’98 dan Sekjen Rakyat Militan Jokowi (Ramijo).

Pada 19 April 2019 ia memposting tulisan berjudul, “People Power atau Makar yang Digaungkan oleh Amien Rais dan Eggi Sudjana.”

Pada 12 April 2019 ia memposting pernyataan sikap Keluarga Besar Kampus Reformasi (KBKR) ’98 yang isinya menuduh Amien Rais dkk sebagai pengkhianat dan penumpang gelap reformasi, menolak capres penculik, termasuk menolak HTI/Wahabi.

Sikap senada juga dia posting pada 23 Maret 2019. Malah pada poin menolak penumpang gelap reformasi, ia bukan hanya menulis nama Amien Rais tetapi juga Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Sebagai Sekjen Ramijo, pada 15 Februari 2019 ia memposting foto bersama dengan tokoh pendukung Jokowi-Ma’ruf yang pernah memimpin Pasukan Berani Mati di era Gus Dur, Gus Nuril, di Pesantren Soko Tunggal.

Foto: Tohap Silaban jadi tersangka

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: