Langsung ke konten utama

Featured Post

Dzalimnya Hindhu Ekstrimis Terhadap Muslim India

Jum'at, 28 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Video berdarah membanjiri linimasa twitter. Sebuah foto memperlihatkan seorang berbaju putih berbercak darah, tergeletak tak berdaya dikeroyok oleh orang-orang dengan pentungan di tangan.

Akun lain menayangkan sebuah video tiga orang sedang menaiki menara masjid. Satu orang memanjat sampai ke puncak kubah menara, kemudian mencopot pengeras suara yang biasa digunakan untuk adzan. Satu orang yang lain mencongkel simbol bulan sabit yang ada di pucuk kubah. Mereka dengan bangga mengibarkan bendera RSS – Rashtriya Swayamsevak Sangh, ormas nasionalis Hindu terbesar di India.

Padahal belum kering airmata kita melihat penderitaan umat muslim di Palestina dan penyiksaan terhadap umat muslim di Uygur, kali ini darah umat muslim mengalir di jalanan New Delhi, India. Kemarin (26/02/2020), terjadi kerusuhan yang melibatkan kelompok Hindu dan Muslim. Sampai tulisan ini dibuat, menurut laporan suara.com, setidaknya 34 orang tewas akibat kerusuha…

Tegas! PKS Tolak UU Ibu Kota Negara karena Belum Ada RUU-nya



Sabtu, 8 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan partainya menolak Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN). Dia menyebut hingga saat ini masih belum ada Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN.

"Undang-Undang IKN, Ibu Kota Negara, sampai sekarang tidak ada undang-undang. Satu fraksi yang tolak IKN, PKS. Kita tolak karena nggak ada RUU-nya sampai sekarang," kata Mardani di Sekretariat DN-PIM, di Jalan Warung Jati Timur Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2020).

Mardani mengatakan pemerintah hanya memberikan presentasi 156 halaman terkait perancangan ibu kota negara. Menurut Mardani, seharusnya pemerintah memberikan naskah akademik terkait pembahasan ibu kota negara, kemudian memutuskan ibu kota untuk pindah.

"Pemerintah cuma memberi 156 halaman PowerPoint. PowerPoint itu namanya. Kita di DPR kalau bahas RUU harus ada naskah akademis. Minimal 5 isinya. Pertama landasan filosofis, landasan sosiologisnya apa, lalu landasan ekologis, kalau perlu ada landasan ekonomisnya dan teknisnya, semuanya dipasangkan, layak nggak pindah? Kalau ini, pokoknya pindah," jelas Mardani.

Dia pun setuju dengan analogi yang pernah diberikan pengamat politik Rocky Gerung tentang perumpamaan Plato yang sedang mencari orang untuk mengendarai sebuah bahtera. Ada seorang teknisi dan tukang masak yang mengklaim layak mengendarai bahtera tersebut.

"Makanya saya agak bener ketika waktu Rocky Gerung beri perumpamaan bahtera ini mau berlayar. Kata Plato, 'Ada... saya yang layak untuk menakhodai karena saya teknisi, saya tahu cara perbaiki kapal,'" kata Mardani.

"Lalu, 'Ada saudara saya yang paling layak. Kenapa? Karena saya chef tukang dapur karena saya bisa buat jalan ini (bahtera), logistik ada.' Padahal yang dicari Plato siapa yang bisa membaca rasi bintang," sambungnya.

Menurut Mardani, saat ini rencana pindah ibu kota tidak dipimpin oleh ahli yang tepat. Hal itu membuat proses pembuatan RUU IKN menjadi berantakan.

"Kayaknya kita sekarang tidak dipimpin sama yang bisa baca rasi bintang gitu. Mungkin salah satu yang dua awal itu. Jadi berantakan," tutur Mardani.

Foto: Mardani Ali Sera

Sumber: detik.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…