Langsung ke konten utama

Featured Post

Omnibus Law, Politik Hukum Indonesia, Dan Keadilan Sosial

Sabtu, 22 Februari 2020

Faktakini.net

*OMNIBUS LAW, POLITIK HUKUM INDONESIA, DAN KEADILAN SOSIAL*
Munarman
Direktur An Nashr Institute

Dalam Prolegnas 2020 yang telah disepakati oleh Menkumham, Baleg DPR dan Panitia Perancang UU DPD RI tanggal 16 Januari 2016, memuat 4 RUU yang akan di bahas dengan *metode Omnibus Law* antara lain *RUU Kefarmasian, RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian , RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Ibukota Negara*, Daftar Prolegnas ini tentunya akan tetap dilanjutkan menjadi Prolegnas 2020.

Methode Omnibus law sendiri telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Super Prioritas 2020. Presiden berharap DPR dapat menyelesaikan UU omnibus law dalam waktu 100 hari.


*COMMON LAW VS CIVIL LAW*

Omnibus Law ini adalah methode pembentukan UU yang biasa dilakukan di negara dengan sistem common law.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional pernah melontarkan tentang konsep omnibus law atau juga dikenal omnibus bill.…

Sudjiwo Tedjo: Bagaimana Saya Percaya Ada Keadilan? Penghina Anies Nggak Diapa-Apain



Kamis, 13 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Salah satu budayawan Indonesia, Agus Hadi Sudjiwo atau lebih dikenal dengan nama Sudjiwo Tedjo turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) di stasiun televisi tvONE, pada Selasa malam (11/2/2020) lalu.

Selain Sudjiwo, diskusi bertema “Menatap Indonesia ke Depan Lewat ILC” itu juga menghadirkan mantan Wapres HM Jusuf Kalla, mantan Cawapres Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Tohir, Pengasuh Pesantren Daarut Tauhid Bandung KH Abdullah Gymnastiar, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mantan Menteri Lingkungan Hidup di zaman Orde Baru Emil Salim, dan mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli.

Dikutip dari video unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Kamis (13/2/2020), awalnya Sudjiwo mengatakan untuk dapat memajukan Indonesia harus bisa memiliki kepercayaan terhadap pemimpin dan keadilan.

“Kita akan bisa bergerak ke depan, saya setuju optimistis, tapi kita harus percaya pada pemimpin, dan kedua percaya pada keadilan,” katanya.

Namun, kata Sujiwo, saat ini susah untuk percaya adanya keadilan di Indonesia.

Ia mencontohkan kasus penghinaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hingga saat ini para penghinanya bisa bebas berkeliaran tanpa sanksi apapun.

“Sekarang bagaimana saya percaya kepada keadilan, orang yang menghina beliau (sambil tangannya memegang bahu Anies Baswedan disampingnya, red) enggak diapa-apain,” ujarnya.

Sujiwo seolah hendak membandingkan apabila yang dihina adalah orang lain yang tidak ia sebutkan namanya maka akan menimbulkan reaksi keras dari publik. “Yang menghina yang lain……, ini pasti nanti aku diserang,” lanjut Sudjiwo.

Meski demikian, Sudjiwo mengaku dirinya tidak dalam konteks membela Anies.

“Disangka aku membela Anies, aku enggak ada urusan sama Anies, aku punya nomor telephonenya aja enggak. Dulu sebelum jadi gubernur sempat kontak-kontakan, habis itu enggak mau,” lanjut Sujiwo Tedjo.

Lelaki kelahiran Jember, Jawa Timur yang pernah kuliah di ITB Bandung ini mengatakan kepanikan dan ketakutan masyarakat saat ini terjadi karena tidak adanya lagi kepercayaan terhadap pemerintah Indonesia.

“Jadi jangan salahkan kalau orang Corona panik di Natuna,” kata mantan wartawan ini.

“Kenapa panik? Sumbernya bukan regulasi, koordinasi, orang sudah enggak percaya, its the point (itu poinnya).”

Kendati demikian, Sujiwo tetap optimis akan perkembangan bangsa Indonesia. “Tapi saya optimis Pak Karni, saya tetap optimistis,” ujarnya.

Foto: Sujiwo Tejo

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…