Langsung ke konten utama

Featured Post

Dzalimnya Hindhu Ekstrimis Terhadap Muslim India

Jum'at, 28 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Video berdarah membanjiri linimasa twitter. Sebuah foto memperlihatkan seorang berbaju putih berbercak darah, tergeletak tak berdaya dikeroyok oleh orang-orang dengan pentungan di tangan.

Akun lain menayangkan sebuah video tiga orang sedang menaiki menara masjid. Satu orang memanjat sampai ke puncak kubah menara, kemudian mencopot pengeras suara yang biasa digunakan untuk adzan. Satu orang yang lain mencongkel simbol bulan sabit yang ada di pucuk kubah. Mereka dengan bangga mengibarkan bendera RSS – Rashtriya Swayamsevak Sangh, ormas nasionalis Hindu terbesar di India.

Padahal belum kering airmata kita melihat penderitaan umat muslim di Palestina dan penyiksaan terhadap umat muslim di Uygur, kali ini darah umat muslim mengalir di jalanan New Delhi, India. Kemarin (26/02/2020), terjadi kerusuhan yang melibatkan kelompok Hindu dan Muslim. Sampai tulisan ini dibuat, menurut laporan suara.com, setidaknya 34 orang tewas akibat kerusuha…

Sebar Ujaran Kebencian, Menteri India: Burqa Hanya Dikenakan Pengikut Iblis!


Selasa, 11 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Raghuraj Singh, seorang menteri dari Negara Bagian Uttar Pradesh, India, menyerukan larangan pemakaian burqa. Ia bahkan menyebut busana perempuan yang menutupi wajah itu hanya dikenakan oleh keturunan iblis.

Menteri Negara di Kementerian Tenaga Kerja di Uttar Pradesh itu berbicara dalam sebuah acara, Ahad (9/2/2020) di Agra.

Menurutnya, busana seperti itu hanya dikenakan oleh mereka yang keturunan Suparnakha, sosok karakter iblis dalam epik Ramayana, yang hidungnya dipotong oleh Lakshmana, saudara lelaki dari Dewa Rama.

Tak cukup, Singh melanjutkan dengan pernyataan eksplosif yang menyebut burqa dikenakan oleh teroris untuk menyembunyikan identitas mereka. Pernyataan itu untuk menyindir para perempuan yang memprotes undang-undang kewarganegaraan India yang kontroversial.

Undang-undang ini memberikan kewarganegaraan kepada minoritas agama yang dianiaya dari Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan yang tiba di India sebelum 2015. Namun, undang-undang ini tidak berlaku bagi imigran Muslim.

“Sistem burqa berasal dari Arab. Mereka menyembunyikan wajah mereka karena Dewa Lakshmana telah memotong telinga dan hidung mereka. Mereka yang mengenakan burqa adalah keturunan iblis. Hanya keturunan iblis yang bisa memakai burqa. Tidak ada orang biasa yang bisa mengenakan burqa,” katanya, seperti dikutip Sputniknews, Senin (10/2/2020).

“Saya juga akan meminta pemerintah negara untuk melarang burqa karena teroris memasuki negara kami mengenakan burqa. Jadi, saudara-saudaraku, kita harus bersatu karena itu perlu untuk menghilangkan preman ini,” lanjut Singh yang direkam dan videonya telah menyebar secara online.

Pernyataan itu memicu perdebatan di media sosial ketika beberapa pihak mendukung menteri tersebut atas larangan pemakaian burqa. Bahkan, tidak sedikit pengguna media sosial yang menyerukan India meniru Sri Lanka, yang melarang total pada semua jenis kerudung termasuk burqa.

Namun sejumlah pihak mengaku terkejut dengan seruan menteri tersebut dan menuduh Perdana Menteri India Narendra Modi bertanggung jawab karena mengatakan bahwa mereka yang menciptakan kekerasan selama protes anti-undang-undang kewarganegaraan dapat diidentifikasi dengan pakaian mereka.

Ini bukan pertama kalinya Singh membuat pernyataan kontroversial seperti itu. Dia baru-baru ini bersumpah akan mengubur hidup-hidup mereka yang meneriakkan slogan-slogan anti-Modi dan Kepala Uttar Pradesh Yogi Adityanath.

Foto: Raghuraj Singh

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…