Langsung ke konten utama

Featured Post

Musibah, Pesawat Lion Air Jatuh, Seluruh Penumpang Meninggal

Ahad, 29 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta - Seluruh awak dan penumpang Pesawat Lion Air RP-C5880 yang jatuh dan meledak di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) Manila, Filipina, dipastikan tewas dalam kecelakaan tragis itu.

Menurut Badan Darurat Filipina, Minggu malam 29 Maret 2020, tak seorang pun awak dan penumpang pesawat yang berhasil menyelamatkan diri. Sebab, pesawat jatuh dan langsung meledak sehingga terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh badan pesawat.

Terdapat 8 orang di dalam pesawat di antaranya pilot dan co pilot, seorang juru mesin, seorang dokter, seorang perawat, seorang pasien dan seorang pendamping pasien.

Pesawat yang dioperasikan Lion Air Inc itu jatuh beberapa saat setelah lepas landas di landasan pacu sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Sedianya pesawat akan terbang ke Tokyo, Jepang untuk membawa peralatan medis dan seorang pasien.

Saat ini tim penyelamat sudah berhasil memadamkan api yang melumat badan pesawat. Proses pendingan masih berlang…

Polisi Ada Ratusan Ribu, Harun Masiku Belum Juga Tertangkap, Wasekjen MUI: Kredibilitas Polri Dipertaruhkan!



Selasa, 11 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain mendorong pihak kepolisian agar bisa segera menangkap tersangka kasus suap terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku.

Berikut ulasan Tengku tentang Harun Masiku yang dituangkan di laman media sosialnya, Ahad (9/2/2020):

Menangkap Harun Masiku

Ada Kapolri, seorang Jendral Polisi berbintang empat di jajaran Kepolisian, ditambah dengan para Kapolda dan 470.000 anggota Kepolisian yang ada di NKRI sekarang dikerahkan untuk menangkap tersangka kasus suap Komisioner KPU, yang sudah dicokok KPK terlebih dahulu.

Diberitakan oleh sumber KPK, bahwa Harun Masiku sempat berada di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) saat Operasi Tangkap Tangan kasus suap Komisioner KPU itu terjadi. Namun, anggota KPK saat itu gagal menangkap Harun.

Berbeda saat menangkap Bupati Bengkalis, Riau, KPK sangat mudah meringkusnya karena memang tidak ada perlawanan dan tidak ada goup atau sekelompok “orang kuat” yang melindunginya pula.

Sudah hampir satu bulan Harun Masiku menghilang. Belum dapat diringkus. Heran sekali kita. Ilmu apa yang dipakai si Harun ini, sehingga ratusan ribu anggota Kepolisian sudah dikerahkan, namun dia belum bisa ditangkap juga.

Semoga Kepolisian dapat segera meringkus Harun sekaligus membongkar segala borok di KPU dan di “kelompok kuat” yang dicurigai ikut bermain melindungi Harun. Bagaimanapun kredibilitas Kepolisian RI dipertaruhkan dalam gerak cepat meringkus Harun…

Tebing Tinggi, 7 Februari 2020
Tengku Zulkarnain

Foto: KH Tengku Zulkarnain

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…