Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Juwiring Klaten Semprot Disinfektan Masjid Dan Rumah Warga Di Dukuh Bendo Desa Ketitang

Ahad 5 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk mencegah penyebaran virus Corona/Covid19 DPC FPI Juwiring Klaten turun langsung melakukan penyemprot cairan disinfektan ke Masjid- Masjid dan rumah warga.

Kali ini dipimpin langsung Ketua DPC Juwiring Ustadz Kadiyono, Laskar begitu antusias dan bersemangat melakukan perlawanan terhadap virus corona, berangkat dari Sekertariatan DPC FPI Juwiring Dukuh Tanon, RT 20 RW 08 Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Klaten sekitar pukul 07.00 WIB.

Penyemprotan di awali dari Masjid Shalah Muhammad lalu berlanjut ke SDIT Amanah Bendo di Dukuh Bendo Desa Ketitang Kecamatan Juwiring.

Sekitar 30 menit setelah usai penyemprotan di Masjid Shalah Laskar sekalian membersihkan/menyapu masjid dan mengepel lantai serta toilet dan tempat-tempat wudhu.

Tidak mau menyia nyiakan waktu sekitar pukul 10.30 wib pasukan putih putih menuju Masjid Al-Falaq Dukuh Klebengan Desa Juwiran Kecamatan Juwiring, dan langsung membersihkan halaman Masjid juga tempat wudhu dan toi…

MIUMI Dukung Bila Kepala BPIP Dilaporkan Atas Kasus Penistaan Agama



Ahad, 16 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Majelis Intelektual Muda dan Ulama Indonesia (MIUMI) mendukung bila ada pihak yang melaporkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi ke pihak berwajib terkait pernyataannya yang menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila.

“Mendukung pihak-pihak yang melaporkan Prof. Yudian Wahyudi kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum karena telah memenuhi unsur-unsur pidana penistaan agama dan membahayakan ketahanan negara,” ungkap Ketua Umum MIUMI Hamid Fahmy Zarkasy dalam pernyataan sikap yang diterima Suara Islam Online, Sabtu (15/02/2020).

Sebelumnya, MIUMI telah menyebut pernyataan yang disampaikan Yudian dalam kapasitasnya sebagai Kepala BPIP, Rektor UIN Sunan Kalijaga dan Guru Besar Studi Islam adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan membahayakan.

Menurut Hamid, ada empat alasan atas hal tersebut. Pertama, pernyataan Yudian tidak sesuai dengan nilai historis dan filosofis Pancasila itu sendiri. Kedua, berpotensi memecah belah persatuan bangsa akibat mempertentankan agama dan Pancasila.

Selanjutnya, ketiga, dapat memberikan legitimasi kepada kelompok ekstremis, baik agama maupun sekuler yang berpandangan Pancasila bertentangan dengan agama. Dan keempat, merusak citra lembaga BPIP yang misinya adalah memperkuat ketahanan nasional.

“Memohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan kembali jabatan Prof. Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” kata Hamid yang juga Wakil Rektor Universitas Darussalam, Gontor itu.

Hamid menegaskan pernyataan organisasi yang dipimpinnya itu sebagai bentuk tanggung jawab dalam memperkuat persatuan bangsa dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

“Semoga dapat menjadi tadzkiroh untuk yang bersangkutan dan kita semua,” pungkasnya.

Foto: Ketua Umum MIUMI Hamid Fahmy Zarkasy

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Keluarga Besar Mbah Maimoen Silaturahmi Ke Kediaman Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 8 Agustus 2019

Faktakini.net, Mekkah - Pada hari ini, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H atau 8 Agustus 2019, keluarga besar Allahyarham KH Maimoen Zubair silaturahim ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.
Kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.
Habib Hanif menyatakan, "Hari ini di Makkah, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H. Silaturahmi keluarga Besar KH Maemoen Zubair ( Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dkl )  ke kediaman alwalid Habib Rizieq Shihab di Mekkah, mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah ditengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin."
Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair baru saja meninggal dunia di Mekkah, hari Selasa 6 Agustus 2019 sekitar pukul 04.17 waktu Saudi dan langsung dimakamkan hari itu…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…