Langsung ke konten utama

Featured Post

Cegah Corona, HILMI - FPI Kab Sukabumi Semprotkan Disinfektan Di Ponpes Ponpes Zawiyah Tariem

Selasa, 31 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk mencegah penyebaran virus Corona, HILMI DPW FPI Kabupaten Sukabumi turun langsung melakukan penyemprotan cairan Disinfektan.

Pada hari Ahad tanggal 29 Maret 2020 Relawan FPI Kab. Sukabumi  melakukan penyemprotan disinfektan di Ponpes Zawiyah Tariem, yang berlokasi di Kp Panyinangan Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi,

Di Pesantren tersebut diisi oleh Santri yang datang dari berbagai daerah.

Kegiatan yang dilakukan sejak pukul 10 pagi  ini dipimpin langsung oleh Ustadz Herman

Mak Jleb! Said Didu Ingin Belajar Ke Risma Cara Lapor Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti



Kamis, 6 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengungkapkan keinginannya untuk belajar kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma , tentang cara melapor ke polisi agar bisa ditindaklanjuti secara cepat.

Keinginan itu disampaikan Said Didu lewat cuitan di akun twiternya @msaid_didu yang diposting  pukul 4.05 WIB, Kamis (6/2/2020).

“Saya hanya ingin belajar dari Ibu Risma @Tri_Rismaharini bagaimana cara melapor ke polisi @DivHumas_Polri agar bisa ditindaklanjuti secara cepat seperti laporan Ibu. Semoga beliau berkenan” tulis Said Didu.

Seperti diketahui, belum lama ini kasus dugaan penghinaan mendera Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Seorang warga Bogor bernama Zikria ditangkap karena perkara tersebut.

Polisi menangkap Zikria karena dinilai telah menghina Risma melalui unggahannya di Facebook. Kini, Zikria terpaksa meringkuk di penjara Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

Dikutip dari Viva News, terinspirasi dari kejadian yang menimpa Risma, Said Didu ingin menguji penegakan hukum di Indonesia. Sebabnya, Said Didu juga mengalami kejadian serupa yaitu penghinaan di media sosial.

Bahkan, Said Didu yang dikenal sebagai seorang influencer yang kerap melontarkan kicauan pedas mengkritik pemerintah ini  merasa apa yang dialaminya jauh lebih berat dibanding apa yang Risma tersebut. Disebutkannya, ia pernah dikatain “ monyet” oleh seseorang.

“Apa Ibu Risma bisa membantu saya bagaimana caranya agar orang ini bisa juga ditindak seperti orang yang menghina Ibu? Ibu dikatakan kodok – ini saya dikatakan monyet. Ini lebih parah. Saya akan laporkan orang ini untuk menguji bagaimana penegakan hukum di negeri ini,” kata Said Didu melalui akun Twitternya.

Said Didu juga memposting orang atau akun yang menghinanya tersebut yaitu @AbhizarKakek. Dia menuliskan: “Ini monyet bicara apa sih, Maaf terpaksa alu bilang kau monyet dgn logika ku untuk mendeskripsikan tentang kau @msaid_didu.”

Sejumlah pihak menyayangkan langkah Risma yang melaporkan Zikria ke polisi. Mereka menilai Risma terlalu terbawa perasaan, sehingga melaporkan rakyat biasa, yang menyebabkan orang tersebut dipenjara.

Bahkan, seorang warga yang identitasnya dirahasiakan ganti melaporkan Risma dan Kepala Polrestabes Surabaya kepada Ombudsman perwakilan Jawa Timur. Keduanya dilaporkan dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang lantaran telah memidanakan penghina Risma, Zikria Dzatil.

Pengaduan warga itu menyebutkan bahwa pidana atas penghinaan terhadap penjabat penyelenggara sudah dihapuskan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2015. (*)

Foto: Said Didu

Sumber: tajdid.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Keluarga Besar Mbah Maimoen Silaturahmi Ke Kediaman Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 8 Agustus 2019

Faktakini.net, Mekkah - Pada hari ini, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H atau 8 Agustus 2019, keluarga besar Allahyarham KH Maimoen Zubair silaturahim ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.
Kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.
Habib Hanif menyatakan, "Hari ini di Makkah, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H. Silaturahmi keluarga Besar KH Maemoen Zubair ( Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dkl )  ke kediaman alwalid Habib Rizieq Shihab di Mekkah, mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah ditengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin."
Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair baru saja meninggal dunia di Mekkah, hari Selasa 6 Agustus 2019 sekitar pukul 04.17 waktu Saudi dan langsung dimakamkan hari itu…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…