Langsung ke konten utama

Featured Post

Hari Ke-8, HILMI FPI Sulteng Semprotkan Disinfektan Di Kota Palu Dan Kabupaten Donggala

Ahad, 29 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) kian hari kian marak dilakukan. Pasalnya terus bertambah bahkan semakin meluas sehingga beberapa wilayah menerapkan lockdown. Atas arahan Imam Besar Front Pembela Islam Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab, Lc, M.A, DPMSS, HILMI FPI Sulawesi Tengah masih melayani masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran (COVID-19).

Pada hari ke-8 berturut dari tanggal 20/03/2020 DPD HILMI FPI Sulteng melakukan penyemprotan disinfektan kali ini harus melayani 2 wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Untuk melayani kedua wilayah ini Sekertaris Daerah Ustadz Mahmud Labudu dan Dankodar MADAR Sulteng Ustadz Deny Kurniawan membagi tugas Laskar MADAR Sulteng di kedua wilayah tersebut. Masing-masing 13 Laskar di kompleks perumahan warga jawa di Kota Palu sebanyak 24 rumah warga di lakukan penyemprotan disinfektan dan 12 Laskar di Kabupaten Donggala tepatnya di Desa Dalaka Kecamatan Sindue sebanyak 2 Masjid dan 20 rum…

Jenderal Nasution: Pertentangkan Pancasila Dan Islam Adalah Proyek PKI



Kamis, 13 Februari 2020

Faktakini.net

Oleh: Azzam Mujahid Izzulhaq

Mempertentangkan PANCASILA dan ISLAM bukanlah isu baru, tapi merupakan isu lama yang dulu dilakukan PKI.

Hal ini pernah disampaikan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution. Dokumen pernyataan AH Nasution masih ada. Kalangan PKI-lah yang menghembuskan pertentangan Pancasila dan Islam.

Ketua MPRS Djenderal A.H. Nasution menjawab: Issue Tentang Negara Islam. Gerpol PKI/Orla Setjara Menipu Mempertentangkan Pantjasila dan Islam

Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution adalah target utama PKI dalam peristiwa G30S/PKI, qadarullah beliau lolos selamat, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution (5 tahun) dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean.

Dari penegasan Jenderal A.H. Nasution sangat jelas… PKI yang selalu berupaya membenturkan antara Pancasila dengan Islam. Padahal atas jasa Islamlah Pancasila ada. Hal ini juga yang ditegaskan kembali oleh Jenderal Gatot Nurmantyo saat masih menjabat Panglima TNI.

Dibenturkannya Islam dengan Pancasila itu ‘proyek dan pekerjaan’ lama. Pelakunya itu-itu juga. PKI. Ya betul: PKI. Dari dulu hingga kini. Dulu terang-terangan dengan nama PKI. Setelah PKI dilarang, mereka sembunyi-sembunyi tapi misi tetap sama.

Ada yang tahu partai politik apa yang sekarang menjadi tempat orang-orang yang berideologi komunis itu bernaung dan bersembunyi?

Partai politik apa yang sering membenturkan antara agama (Islam khususnya) dengan Pancasila?

Partai politik apa yang menyatakan ketidaksukaan dan ketidaksetujuannya dengan upaya kembali mengulas kembali sejarah G30S/PKI?

Partai politik apa yang membuat inisiasi untuk melakukan permintaan maaf dan rekonsiliasi pemerintah dengan PKI?

Dan terakhir, partai politik ini adalah partai koalisi atau partai oposisi?

Mari simpulkan saja sendiri. Saya pikir tidak perlu menjadi ahli untuk membuat kesimpulan dari logika sederhana ini. (*)

Sumber: nusanews.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…