Langsung ke konten utama

Featured Post

Omnibus Law, Politik Hukum Indonesia, Dan Keadilan Sosial

Sabtu, 22 Februari 2020

Faktakini.net

*OMNIBUS LAW, POLITIK HUKUM INDONESIA, DAN KEADILAN SOSIAL*
Munarman
Direktur An Nashr Institute

Dalam Prolegnas 2020 yang telah disepakati oleh Menkumham, Baleg DPR dan Panitia Perancang UU DPD RI tanggal 16 Januari 2016, memuat 4 RUU yang akan di bahas dengan *metode Omnibus Law* antara lain *RUU Kefarmasian, RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian , RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Ibukota Negara*, Daftar Prolegnas ini tentunya akan tetap dilanjutkan menjadi Prolegnas 2020.

Methode Omnibus law sendiri telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Super Prioritas 2020. Presiden berharap DPR dapat menyelesaikan UU omnibus law dalam waktu 100 hari.


*COMMON LAW VS CIVIL LAW*

Omnibus Law ini adalah methode pembentukan UU yang biasa dilakukan di negara dengan sistem common law.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional pernah melontarkan tentang konsep omnibus law atau juga dikenal omnibus bill.…

FPI Sulteng Sigap Datangi Lokasi Kebakaran Dan Pengungsian Warga Di Toli-Toli


Senin, 10 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Toli-toli menyisahkan keresahan setelah tanggal 2 Februari 2020 terjadi kebakaran yang menghanguskan ratusan Rumah warga Dan 1 korban jiwa.

Hari Senin (10/2/2020) HILMI-FPI sulteng bersama DPW FPI TOLI2 survey perumahan yang terbakar di toli2 Dan warga yang saat ini sedang mengungsi di tenda.

"Setelah Hari ahad tanggal 9 Februari 2020 kemarin kami sampai di toli-toli, kami langsung di arahkan ketua dpw fpi toli2 untuk beristirahat kemudian besoknya kami langsung survei lokasi kebakaran di dampingi oleh ketua dpw fpi toli2 Dan Pak RW (zulkaidar).", ujar pengurus FPI Sulteng.

"Dengan kedatangan kami survey di tenda pengungsian warga, warga sangat berterimakasih karna adanya relawan yang mau turun langsung meninjau lokasi mereka. Adapun kebutuhan mereka menurut ustadz Andi Hamka selaku ketua DPW FPI TOLI2 adalah perlengkapan dapur. selain Dari itu ketua dpw fpi toli2 menekankan untuk membuat hunian sementara untuk para pengungsi di sekitaran lokasi kebakaran dengan menggunakan terpal yang di kirim Dari DPP HILMI-FPI pusat berjumlah kurang lebih 100 lembar Dan kebutuhan untuk mendirikan tenda hunian sementara tersebut adalah berupa kayu ukuran 5 x 7 tutup ustadz Andi Hamka ketua DPW FPI TOLI2."

DPD FPI SULTENG juga melakukan penyerahan bantuan berupa handuk, tas sekolah anak2, selimut, perlengkapan Mandi celana dalam pria/wanita, baju kaos wanita Dan juga terpal secara simbolis yang selanjutnya akan di lanjutkan oleh dpw fpi toli2 beserta Dana untuk membantu kebutuhan pengungsi yang di terima oleh ketua dpw fpi toli sebesar 5 juta"

Selanjutnya Tim DPD FPI SULTENG bersama laskar akan Kembali ke sekretariat DPD FPI SULTENG pada Hari senin (10/2/2020) pada pukul 12:30.

"Dalam proses survei di lokasi kebakaran kami di pimpin SEKDA DPD FPI SULTENG Ustadz Mahmud sy Labudu  dengan jumlah LASKAR 10  dan 1 mujahidah", tutupnya.







Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…