Langsung ke konten utama

Featured Post

"HRS Galang Dana Rp 500 M" = Hoax, Fakta: HRS Kerahkan Relawan FPI Basmi Corona Cina

Ahad, 29 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta - Disaat bangsa Indonesia sedang giat berjuang melawan Virus COVID-19 (Corona) kiriman dari Wuhan Cina, bukannya melakukan penyemprotan disinfektan seperti yang gencar dilakukan oleh Relawan FPI, para musuh Islam malah menghabiskan waktunya untuk membikin fitnah-fitnah baru untuk menyerang FPI dan Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Sebagaimana diketahui Habib Rizieq saat ini sedang gencar-gencarnya mengerahkan ribuan relawan FPI dan sayap juangnya di berbagai daerah untuk membagi-bagikan masker dan melakukan penyemprotan disinfektan, demi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Cina.

Link berita ribuan Relawan FPI di berbagai daerah gencar lakukan penyemprotan disinfektan, bisa dilihat di link berikut👇🏼
https://www.faktakini.net/search/label/Aksi%20Sosial%20Kemanusiaan?m=1

Namun para musuh Islam bukannya mengikuti jejak mulia Imam Besar Habib Rizieq Shihab dan para Relawan FPI ini, tetapi mereka malah sibuk memproduksi hoax dan fitn…

Dubes Saudi: Habib Rizieq Mau Tinggal Di Saudi Silahkan, Mau Pulang Pun Bebas



Kamis, 13 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sejak dulu, pemerintah Saudi Arabia sangat menghormati Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Habib Rizieq bebas tinggal dan bepergian di seluruh wilayah Saudi Arabia.

Dan hal itu kembali ditegaskan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi, yang mengatakan Habib Rizieq dipersilahkan untuk tinggal di Saudi Arabia sesuka Habib Rizieq.

Namun kapan saja Habib Rizieq ingin pulang ke Indonesia, Dubes Saudi mengatakan itu pun dipersilahkan.

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke kantor Media Group. "Kapan pun. Jika dia memilih tinggal di sana (Arab Saudi), dipersilakan. Dia juga bebas untuk meninggalkan negara kami (Arab Saudi), kapan pun," ujar Esam di Jakarta, Rabu (12/2).

Sebagai informasi, Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017 lalu, untuk menunaikan ibadah umrah.

Sebelumnya, pasca Aksi-Aksi Bela Islam yang digagas oleh Habib Rizieq dalam melawan kedzalliman dan penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Ahok sukses besar, upaya kriminalisasi dan pembusukan terhadap Habib Rizieq pun makin masif dilakukan oleh musuh-musuh Islam.

Termasuk dengan memproduksi chat fiktif lalu memviralkannya demi untuk melakukan pembusukkan terhadap nama Habib Rizieq Shihab. Dan kemudian setelah chat buatan mereka itu viral dan tersebar luas, mereka kemudian serentak berusaha menghilangkan jejak.

Pada Milad FPI ke-21, Rizieq mengungkapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo meminta ke Kerajaan Arab Saudi, agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden pada Oktober 2019. Pada 10 Oktober 2019 melalui video yang beredar luas, Habib Rizieq menunjukkan bukti surat dua lembar surat pencekalan.

Sumber: mediaindonesia.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…