Langsung ke konten utama

Featured Post

Di Depan Polisi, Supir Truk Asal Sulbar Tewas Dianiaya Di Papua, Dituduh Tabrak Babi Dan Warga

Jum'at, 28 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Yus Yunus (26), pria asal Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), tewas diamuk warga di Nabire, Papua. Korban tewas dikeroyok setelah dituding menabrak warga dan seekor babi hingga tewas.

Peristiwa pengeroyokan korban terekam kamera dan viral di media sosial. Aksi main hakim sendiri tersebut mengundang kecaman warga.

Dalam rekaman terlihat korban berupaya menyelamatkan diri dari amukan massa. Sejumlah petugas bersenjata laras panjang, diduga polisi, yang terlihat berada di lokasi kejadian, juga tidak mampu meredam emosi massa. Akhirnya korban tewas dengan kondisi mengenaskan.

Korban Yus Yunus kemudian dipulangkan ke kampung halamannya, dan telah dikebumikan di pemakaman Islam Desa Sumberjo, Senin (24/2/20) malam.

Ketua Komisi IV DPRD Polman Agus Pranoto meminta kasus penganiayaan tersebut diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Dia akan menyurati Presiden Joko Wido…

Damai Hari Lubis: Aksi Demo FPI, GNPF Dan PA 212 Adalah Konstitusional


Kamis, 6 Februari 2020

Faktakini.net

*Misi FPI , GNPF Dan 212 Akan Demo DPR RI, Jumat 21 Pebruari 2020, Adalah Konstitusional*

Demo atau unjuk rasa merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat atau aspirasi yang atas suatu keadaan  fakta yang meresahkan ummat, mereka berniat hendak menyampaikannya kepada anggt. Legislatif sebagai wakil rakyat agar  segera mendorong  dilakukannya penegakan hukum oleh KPK sesuai tupoksi KPK melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi

Sehingga demo bukan hanya ditujukan terhadap kasus yang melibatkan anggt. KPU WS  ( terkait Hasto ). 

Utamanya agar anggota DPR RI mengetahui bahwa ummat atau masyarakat  kurang percaya terhadap keberanian KPK untuk mengusut tipikor yang ada, sehingga ketiga kelompok berniat agar DPR RI mengawasi, mendesak sekaligus memberikan suntikan atau sejenis pil keberanian kepada KPK sesuai kewenangan KPK,
sehingga Lembaga Terhormat itu, tidak cukup hanya menjadi penonton yang pasip ketika mendengar adanya perilaku mega korupsi terhadap keuangan negara, ( Jiwasraya, Asabri, Bumi Putera, Garuda dll ) yang estimasinya begitu signifikan, karena mencapai jumlah total puluhan triliun. Sehingga kami AAB mendukung penuh, selain turut hadir, juga akan turut serta mempublis terhadap inisiatif unjuk rasa ini demi negara dan bangsa

Jakarta,  6 Pebruari 2020

Ketua Aliansi Anak Bangsa

Damai Hari Lubis

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…