Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Karimun Kepri Semprot Disinfektan Di Masjid, Ponpes, Panti Asuhan Dan Pemukiman Warga

Ahad, 29 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta - Penyebaran virus Covid-19 (Corona) yang berasal dari Wuhan di Cina, terus menyebar ke banyak negara termasuk Indonesia, dan telah menimbulkan banyak korban jiwa.

Dalam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, FPI Karimun kepulauan Riau melaksanakan penyemprotan, termasuk hari ini Ahad (29/3/2020)

Berikut laporan dari FPI Karimun

ASSALAMMULAIKUM WARAHMATULLAH WABAROKATUH
ALHAMDULILAH, ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WAALA ALI SAYYIDINA.

IZIN MELAPORKAN
KAMI DARI,
*DPW FPI KARIMUN*
*KEPULAUAN RIAU*

TELAH MELAKSANAKAN BAKSOS(BAKTI SOSIAL)
PENYEMPRTOAN DISINFECTANT, KE

1.MASJID/TEMPAT IBADAH
2.PONDOK PESANTREN
3.PANTI ASUHAN
4.PEMUKIMAN WARGA.

GUNA MEMUTUS MATA RANTAI WABAH COVID-19, YG SAAT INI SUDAH MENJADI PANDEMI DI INDONESIA

ADAPUN KEGIATAN KAMI TELAH TERSELENGGARA, SELAMA 5 HARI TERHITUNG TANGGAL
24/29 MARET 2020.

DEMIKIAN YG DAPAT KAMI LAPORKAN,

TTD
(DEWAN TANFIDZI FPI KARIMUN).




Klik video:


Bersumpah Dibawah Al-Qur'an, Baycora Jadi Muslim Pertama Sebagai Kepala Polisi Di Amerika Serikat



Senin, 10 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kota Paterson di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mengangkat Ibrahim "Mike" Baycora, seorang pria Muslim keturunan AS-Turki sebagai kepala polisi mereka. Baycora menjadi Muslim pertama yang menjabat sebagai kepolisi polisi di kota tersebut.

Dengan memegang Alquran, Baycora disumpah sebagai kepala polisi ke-17 Paterson dalam sebuah upacara di balai kota. Dia telah bertugas di departemen kepolisian kota selama lebih dari tiga dekade. Baycora menggantikan Troy Oswald, yang pensiun pada Februari.

Upacara dimulai dengan lagu kebangsaan dan doa-doa. Pelantikan juga dihadiri oleh anggota komunitas Turki di New York dan New Jersey, pejabat senior dari pemerintah lokal Paterson dan keluarga serta kerabat Baycora.

Berbicara pada upacara itu, Wali Kota Paterson, Andre Sayegh mengatakan kota Paterson dan Baycora telah mencatatkan sejarah baru di AS. "Baycora akan menjadi kepala polisi Turki pertama dalam sejarah AS. Dia akan menjadi kepala polisi Muslim pertama di kota Paterson. AS telah membuat sejarah," kata Sayegh, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (6/2/2020).

Baycora memngaku bangga dengan kebangsaan dan asal usulnya. "Sebagai seorang anak dari sisi timur Paterson yang tumbuh di sini, Paterson telah menjadi rumah saya selama setengah abad yang sangat baik," katanya.

"Paterson telah berada dalam darahku sepanjang hidup saya, dan sekarang menjadi kepala polisi setelah 32 tahun berkarir, sungguh suatu kehormatan," katanya.

Foto: Kota Paterson di negara bagian New Jersey dilaporkan telah mengangkat Ibrahim Mike Baycora, seorang pria Muslim keturunan AS-Turki sebagai kepala polisi mereka. Foto/Istimewa

Sumber: sindonews.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…