Langsung ke konten utama

Featured Post

Omnibus Law, Politik Hukum Indonesia, Dan Keadilan Sosial

Sabtu, 22 Februari 2020

Faktakini.net

*OMNIBUS LAW, POLITIK HUKUM INDONESIA, DAN KEADILAN SOSIAL*
Munarman
Direktur An Nashr Institute

Dalam Prolegnas 2020 yang telah disepakati oleh Menkumham, Baleg DPR dan Panitia Perancang UU DPD RI tanggal 16 Januari 2016, memuat 4 RUU yang akan di bahas dengan *metode Omnibus Law* antara lain *RUU Kefarmasian, RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian , RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Ibukota Negara*, Daftar Prolegnas ini tentunya akan tetap dilanjutkan menjadi Prolegnas 2020.

Methode Omnibus law sendiri telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Super Prioritas 2020. Presiden berharap DPR dapat menyelesaikan UU omnibus law dalam waktu 100 hari.


*COMMON LAW VS CIVIL LAW*

Omnibus Law ini adalah methode pembentukan UU yang biasa dilakukan di negara dengan sistem common law.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional pernah melontarkan tentang konsep omnibus law atau juga dikenal omnibus bill.…

FPI Aktif Dan Sigap Bantu Korban Bencana Alam, Netizen Minta FPI Ada Di Tiap Gang




Sabtu, 8 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Berbagai wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta dan lainnya dilanda banjir akibat hujan deras yang turun terus menerus di malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2019).

Para Relawan Front Pembela Islam (FPI) beserta seluruh Sayap Juangnya dengan sigap langsung terjun memberikan bantuan dengan mendirikan posko-posko banjir di Bekasi, Banten, Jakarta dan lain-lain.

Beberapa hari setelahnya Relawan FPI juga turun membantu para korban banjir di Semarang, Brebes, Grobogan, Bondowoso, Jember dan sebagainya.

Sejak awal berdirinya, FPI memang sudah aktif membantu korban bencana alam dan warga masyarat yang tertimpa musibah. Manfaat keberadaan FPI telah sangat dirasakan oleh umat, alhamdulillah.

Apalagi kita tahu, pemerintah Indonesia beserta aparat terkait belum mampu untuk memberikan bantuan secara maksimal kepada para korban bencana alam di Indonesia,.

Karena itu keberadaan Front Pembela Islam (FPI) dan elemen lainnya yang aktif membantu di berbagai lokasi bencana, menjadi teramat penting.

Bukan Teman Ahok, Projo, Banser dan sejenisnya, tetapi FPI lah yang dikagumi dan dijuluki oleh Associated Press, The Washington Post dan media ternama internasional lainnya sebagai 'Ormas tercepat datang membantu di lokasi bencana alam'.

Ditengah bertubi-tubinya berbagai bencana alam dan musibah berdatangan di berbagai wilayah Indonesia, dan pihak pemerintah Indonesia gagal untuk memberikan bantuan secara maksimal, kehadiran FPI menjadi sebuah keharusan.

Ketidakmampuan pemerintah dalam persoalan bencana alam ini sudah diakui sendiri oleh Presiden Jokowi.

Ia mengatakan sejumlah bencana seperti banjir, tanah longsor, dan juga karhutla sebenarnya masih dapat dicegah agar tidak menimbulkan kerugian dan dampak yang masif.

Sayangnya, kata Jokowi, pemerintah masih gagap dan kurang responsif menghadapi berbagai bencana alam yang berulang terjadi.

"Masih sering kita tergagap-gagap. Daerah, step manajemennya seperti apa, tahapan manajemennya seperti apa. Ini harus kita miliki dalam hadapi bencana, menghadapi kerusakan infrastruktur, menampung pengungsi, dan dalam melakukan pemulihan atau recovery. Step dan tahapan manajemen harus jelas," kata Jokowi saat membuka rakornas Penanggulangan Bencana 2020 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Selasa (4/1/2020).

Para netizen dan warga masyarakat memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai kegiatan mulia FPI dan sayap juangnya (HILMI dll).

Mereka berharap FPI itu ada di seluruh provinsi bahkan Kabupaten, kecamatan dan kelurahan di seluruh wilayah Indonesia bahkan di setiap gang, supaya lebih mudah dan maksimal lagi memberikan bantuan untuk para korban bencana alam dan warga masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Semoga setiap gang2 ada fpi di seluruh Indonesia khusus nya", ujar salah seorang netizen di akun Facebooknya.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab selalu mengingatkan agar para Relawan FPI tulus membantu dan tidak membeda-bedakan suku, agama atau apapun latar belakang korban yang akan diberikan bantuan.

Antara lain para Relawan FPI mengevakuasi puluhan ribu jenazah saat Tsunami Aceh tahun 2004 - 2005, juga turun membantu saat terjadi musibah tanggul jebol Situ Gintung, letusan Gunung Merapi, Gunung Sinabung, longsor di Cililin Bandung, longsor di Banjarnegara Jawa Tengah, banjir besar di Jakarta dan banyak tempat lain, juga membantu Muslim Rohingya secara langsung di Myanmar, membantu rakyat Palestina secara langsung di Gaza dan lain-lain.

FPI juga telah menyadarkan ribuan orang Ahmadiyah kembali kedalam Islam, FPI membantu masyarakat Mesuji Lampung yang didzollimi penguasa dan pengusaha, FPI memerangi aliran sesat, FPI menolong korban gempa bumi di Poso, korban gempa bumi di Lombok NTB, korban letusan Gunung Agung di Bali, memerangi komunisme, FPI memberikan bantuan ke Palestina, dan sebagainya.

Sangat banyak alhamdulillah, namun jarang diberitakan oleh Media-Media nasional sehingga banyak yang tidak tau.

Namun insya Allah sebagian dokumentasi kegiatan sosial kemanusiaan FPI baik di dalam maupun luar negeri, ada di website Faktakini.net, di label berita: Aksi Sosial Kemanusiaan, mohon klik dan share dokumentasinya👇🏼
https://www.faktakini.net/search/label/Aksi%20Sosial%20Kemanusiaan?m=1

Foto: Relawan FPI dari berbagai DPW yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Cimahi dan Tasikmalaya melaksanakan kegiatan pembersihan sampah dan lumpur sisa banjir, dan mengevakuasi barang-barang dari setiap rumah yang terkena banjir di Kampung Pejagalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hari Jum'at (3/1/2020)

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…