Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Kesaksian Pak Asmawi Penggali Jenazah Korban PKI Di Lobang Buaya: Jempol Kaki Yang Pertama Saya Pegang

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kesaksian Pak Asmawi salah satu penggali Lobang Buaya di lokasi pembantaian para Jendral oleh PKI tahun 1965 saat diwawancarai oleh bapak-bapak TNI: jempol kaki yang pertama saya pegang.

Klik video:

Klik video:






10 Laporan Polisi Mentah Semua, Damai Hari Lubis: Ade Armando Kebal Hukum, Manusia Superbody!



Selasa, 11 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Seluruh warga negara, diperlakukan sama di depan hukum. Namun idiom itu, seakan tidak berlaku bagi Ade Armando, yang hingga kini masih aman-aman saja walau telah berkali-kali dilaporkan oleh masyarakat.

Kembali ditolaknya laporan terhadap Ade Armando ke pihak kepolisian membuat Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis geleng-geleng kepala.

Ia pun mengibaratkan Ade Armando sebagai orang yang kebal hukum, layaknya lembaga antirasuah. "Ibarat KPK sebelum ada Dewas, dia (Ade Armando) manusia superbody," ucap Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/2).

Menurut Damai Hari Lubis, sejauh ini ada 10 laporan kepada Ade yang masuk ke pihak kepolisian, namun belum ada satupun yang diproses. "Sudah ada perkara sekitar 10 bahkan bisa lebih. Satu pun tidak ada yang bisa menjadikannya sebagai terdakwa," katanya.

Damai pun membeberkan ke sepuluh laporan polisi yang ditujukan untuk Ade Armando.

Seperti pada tahun 2015, Ade Armando dilaporkan oleh Johan Khan dengan laporan polisi nomor TBL/1990/V/2015/PMJ/Ditreskrimsus tanggal 23 Mei 2015. Dalam laporan ini, Ade telah ditetapkan tersangka namun di-SP3. Saat dilakukan praperadilan, Ade kembali ditetapkan sebagai tersangka. Namun, hingga saat ini kasus tersebut tidak jelas.

Pada 2017, terdapat dua laporan kepada Ade Armando.

Keduanya yang melapor ialah Ratih Puspa Nusanti dengan nomor laporan polisi LP/1442/XII/2017/Bareskrim tanggal 28 Desember 2017 dan TBL/III2/XII/2017 tertanggal 28 Desember 2017 dengan disangkakan melanggar Pasal 28 Ayat 2 UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 156 KUHP.

Pada 2018, terdapat lima laporan yang ditujukan kepada Ade Armando. Pertama dilaporkan oleh Majelis Ta'lim Nahdatul Fathah dengan LP/16/I/2018/Bareskrim/Januari 2018 soal larangan dalam hadits menyusahkan hidup yang diposting di Facebook. Kedua, dilaporkan oleh Deny Andrian Kusdayat dengan TBL/1995/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus tanggal 11 April 2018. Ade disebut menghina Adzan dan melanggar Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 Ayat 2 ITE dan atau Pasal 156 a KUHP.

Ketiga, dilaporkan oleh Damai Hari Lubis dengan nomor laporan polisi LP/B/643/V/2018/Bareskrim tanggal 16 Mei 2018. Ade dilaporkan karena melanggar pidana pencemaran nama baik sebagaimana tertuang dalam UU 19/2018 Tentang ITE Pasal 28 dan 125 KUHP.

Keempat, dilaporkan oleh Ketum FPI Ahmad Sobri Lubis dengan LP/484/IV/2018 karena Ade diduga melakukan tindak pidana kejahatan dalam dunia siber sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 Ayat 2 UU ITE 19/2016.

Kelima, dilaporkan oleh Damai Hari Lubis dengan nomor laporan polisi TBL/07/ 1/2018 Bareskrim tanggal 6 Januari 2018. Ade menyebut di postingan Facebook bahwa Habib Rizieq banci kaleng.

Pada 2019 terdapat dua laporan.

Pertama dilaporkan oleh Syafri Adnan Baharudin dengan Pasal 310, 311 KUHP dan UU ITE Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 36, Pasal 45 Ayat 1. Dan kedua dilaporkan oleh Fahira Idris dengan LP/7057/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 1 November 2019. Ade memposting meme Anies Baswedan menjadi Joker dan dijerat Pasal 32 Ayat 1 Jo Pasal 48 Ayat 1 UU ITE.

Foto: Damai Hari Lubis

Sumber: rmol.id

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: