Langsung ke konten utama

Featured Post

Kenang Joserizal Jurnalis: Sekum FPI: Dia Mujahid, Meski Sakit Terus Beramal

Senin, 20 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pendiri Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, dr Joserizal Jurnalis meninggal dunia, karena sakit jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Senin 20 Januari 2020. Front Pembela Islam atau FPI ikut berduka cita.

Sekretaris DPP FPI, Haji Munarman mengatakan, Indonesia saat ini kehilangan seorang tokoh kemanusiaan, sekaligus ahli bidang orthopedi atau bedah tulang. Menurutnya, figur Joserizal sebagai tokoh yang banyak membela kaum muslimin.

"Merupakan tokoh pergerakan yang banyak membela kepentingan kaum muslimin yang tertindas. Bukan saja dalam lingkup Indonesia, tetapi lingkup Internasional," kata Ustadz Munarman, Senin.

Ustadz Munarman menyebut, Joserizal merupakan penasihat Hilal Merah Indonesia (HILMI), ormas sayap FPI. Selain itu, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu juga pernah menjabat Ketua Departemen Kemanusiaan FPI.

Kata Ustadz Munarman, kiprah Joserizal di kancah internasional, yaitu keber…

(Video) Kunjungi Posko FPI Di Kp Banar, DPP FPI Instruksikan Pembangunan 2 MCK Umum Untuk Warga Segera Diselesaikan






Kamis, 16 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Kamis (16/1/2020) para pengurus DPP FPI melakukan kunjungan ke Posko kemanusiaan FPI yaitu di pos tiga di Kampung Banar Desa Harkat jaya kecamatan Sukajaya kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tak hanya di pos tiga, pada hari ini DPP FPI akan melakukan kunjungan ke semua posko FPI yang di kabupaten Bogor, yang semuanya ada tujuh pos Kordinator Relawan FPI di Kabupaten Bogor. 

Nampak Sekretaris Umum DPP FPI Haji Munarman dan Haji Hasan pengurus DPP FPI lainnya mendatangi posko tiga di kampung Banar Desa Harkat jaya, berbincang pada pengurus posko, serta memberikan support, dukungan dan suntikan semangat bagi para Relawan FPI disana. 

Haji Munarman juga menyerahkan alat komunikasi FM Dipole untuk memudahkan komunikasi para Relawan FPI se-Bogor Barat. Dan menginstruksikan pengerjaan 2 MCK Umum untuk warga masyarakat segera diselesaikan. 

"Assalamu'alaikum wr wb... 
Alhamdulillah siang ini posko 2 kampung banar mendapatkan 
Kunjungan dari pengurus inti DPP FPI PUSAT 
Yg langsung terjun ke lapangan Bang H.Munarman sebagai SEKUM, dan H.Hasan sebagai kabid organisasi. 
Selain mengontrol beliau juga menyerah kan FM DIPOLE untuk mengontrol sekaligus komunikasi para relawan FPI se bogor barat. Danpara pengurus kasih support kpd seluruh relawan yg ada di Kp. Banar. ini. 
Selain itu para pengurus FPI juga mengasih progam kerja untuk secepat nya para relawan membuat 2 MCK umum untuk kepentingan masyarakat sekitar", ujar Ustadz Asep Heri Ketua DPW FPI Kabupaten Bandung. 

Selain itu Kunjungan itu untuk meninjau langsung kesiapan Posko-Posko FPI dalam menyalurkan bantuan serta memastikan bantuan FPI cepat diterima oleh para korban banjir dan longsor.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…