Langsung ke konten utama

Featured Post

Dzalimnya Hindhu Ekstrimis Terhadap Muslim India

Jum'at, 28 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Video berdarah membanjiri linimasa twitter. Sebuah foto memperlihatkan seorang berbaju putih berbercak darah, tergeletak tak berdaya dikeroyok oleh orang-orang dengan pentungan di tangan.

Akun lain menayangkan sebuah video tiga orang sedang menaiki menara masjid. Satu orang memanjat sampai ke puncak kubah menara, kemudian mencopot pengeras suara yang biasa digunakan untuk adzan. Satu orang yang lain mencongkel simbol bulan sabit yang ada di pucuk kubah. Mereka dengan bangga mengibarkan bendera RSS – Rashtriya Swayamsevak Sangh, ormas nasionalis Hindu terbesar di India.

Padahal belum kering airmata kita melihat penderitaan umat muslim di Palestina dan penyiksaan terhadap umat muslim di Uygur, kali ini darah umat muslim mengalir di jalanan New Delhi, India. Kemarin (26/02/2020), terjadi kerusuhan yang melibatkan kelompok Hindu dan Muslim. Sampai tulisan ini dibuat, menurut laporan suara.com, setidaknya 34 orang tewas akibat kerusuha…

(Video) Bukti Pihak Lions Club Yang Meminta Anies Bagikan Telur Ke Warga Tanah Merah


Jum'at, 24 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di media sosial muncul hoax dan fitnah terhadap Anies yang (seperti biasa) dilontarkan oleh para pembenci Anies, terkait kunjungan Anies di Jakarta Utara.

Dalam video berikut ini terlihat jelas dan clear, pihak Lions Club lah yang meminta Anies untuk menyerahkan telur ke warga, jadi bukan Anies yang meminta.

Tapi Anies kemudian malah difitnah oleh para buzzer, dengan jahatnya nebeng acara Lions Club menyerahkan telur ke warga Kampung tanah merah.

Warga Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara pun membantah keras tudingan dan fitnah terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dilontarkan oleh para buzzer bahwa Anies 'menumpang acara bakti sosial (Baksos) Lions Club Kelapa Gading' yang membagi-bagikan telur di daerahnya pada Sabtu (18/1/2020).

Hal itu menanggapi postingan Rudi Valinka, lewat akun Twitternya @kurawa yang mengunggah foto kegiatan baksos yang tengah membagi-bagikan telur di kampung Tanah Merah.

Ia juga mengunggah foto tangkapan layar berisi percakapan yang mengatakan kalau Anies tak diundang dalam acara tersebut. Gubernur DKI Jakarta itu disebut memanfaatkan acara baksos yang digelar oleh salah satu kelompok untuk pencitraan.

"Atas nama panitia perlu kami sampaikan bahwa kehadiran Pak Gubernur Anies Rasyid Baswedan itu mutlak untuk menghadiri undangan panitia Hari Ulang Tahun Tanah Merah yang ke tujuh" kata Sekretaris Panitia HUT Tanah Merah ke-7, Herman kepada Tirto, Selasa (21/1/2020).

Herman menjelaskan awalnya Anies diundang oleh pihaknya untuk menghadiri acara puncak HUT Tanah Merah ke-7 pada Minggu (19/1/2020) kemarin. Undangan itu pihaknya kirim pada Senin (13/1/2020) lalu.

Namun, pihaknya mendapat kabar kalau Anies tidak bisa hadir pada waktu yang telah ditentukan lantaran tengah berada di Jogja. Tetapi Anies bisa hadir satu hari sebelum perayaan puncak HUT Kampung Tanah Merah, Sabtu (18/1/2020).

Pada hari itu pun Anies datang bersama jajarannya. Ia mengunjungi Kampung Rawa Sengon, Kelapa Gading dan Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara.

Ketika sampai di titik akhir kunjungan, di Kantor RW 7 Kelurahan Tugu, Koja, Anies pun disambut warga.

"Gubernur Anies bersama warga Tanah Merah melakukan potong tumpeng sebagai bentuk perayaan HUT Kampung Tanah Merah ke-7," terangnya.

Namun pada saat yang bersamaan, terdapat kelompok Lions Club Kelapa Gading tengah menyelenggarakan Baksos di lokasi yang sama. Akhirnya Gubernur DKI itu diminta untuk memberikan telur kepada warga dan melakukan foto bersama.

"Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa kehadiran Pak Gubernur itu mutlak karena menghadiri undangan panitia HUT Kampung Tanah Merah ke-7," pungkasnya.

Herman menyatakan, dengan adanya tudingan tersebut menghilangkan esensi kehadiran Gubernur Anies Baswedan dalam rangkaian kegiatan perayaan HUT Kampung Tanah Merah ke-7.

Selain itu, pihaknya dan juga Lions Club Kelapa Gading juga merasa dirugikan dengan adanya tudingan tersebut.

"Kami sangat meyakini, bahwa isu itu bukan dari pihak lions Club, melainkan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga kami juga berharap, pihak lions club juga ikut memberikan klarifikasi kepada masyarakat terkait isu hoax yang telah beredar luas," tuturnya.

Pada saat melakukan kunjungan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko untuk memimpin Community Action Plan (CAP) pembangunan Kampung Tanah Merah, Koja dan Rawa Sengon Kelapa Gading.

Anies meminta agar Wali Kota menyatukan seluruh sektor yang ada di kampung Tanah Merah dan Rawa Sengon: air; jalan, sarana prasarana, dan lainnya.

"Supaya warga tidak berurusan dengan dinas yang beda-beda, nanti dipimpin oleh Pak Wali [Sigit]. Insyaallah ke depan tempat akan menjadi yang baik," kata Anies saat berpidato di depan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, Sabtu (18/1/2020).

Di kampung Tanah Merah sendiri terdapat enam Rukun Warga (RW), yaitu RW 07, 08, 09, 10, 11, dan 22. Terdiri dari 15 ribu Kartu Keluarga (KK).

Anies mengaku program CAP ini sudah mulai berjalan di beberapa kampung di DKI Jakarta. Salah satu program CAP yang saat ini dipantau oleh Anies adalah Jembatan Kali Betik, Rawa Sengon.

Jembatan tersebut merupakan salah satu program CAP yang diusulkan oleh warga kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. "Insyaallah akan menjadi masukan ke dalam program kami," ucapnya.

Lebih lanjut, Anies menyampaikan kepada warga jika dirinya tak bisa hadir pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 yang diselenggarakan Minggu (19/1/2020) besok. Lantaran ia tengah berada di luar kota.

Namun ia menyampaikan bahwa program CAP ini merupakan kado untuk warga Tanah Merah dan Rawa Sengon.

"Mohon terus dijaga hubungannya. Agar hubungan kita terjalin lebih baik lagi," kata Anies kepada warga.

"Kehadiran Pak Gubernur itu mutlak karena menghadiri undangan panitia HUT Kampung Tanah Merah ke-7"
 
Sumber: tirto.id dan lainnya



Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…