Langsung ke konten utama

Featured Post

Tanggapan Damai Lubis Terhadap Iman Brotoseno Yang Menolak Sejarah Pengkhianatan PKI

Ahad, 31 Mei 2020

Faktakini.net

*Iman Brotoseno/ IBs menolak Tap MPR XXV Tahun 1966 yang menjadi rujukan fiksi hukum KUHP. Pasal 107 UU.RI Thn 1999*

Tidak pantas jatidiri seorang yang menolak sejarah penghianatan PKI dijadikan Direktur Televisi Milik Negara RI. Karena Direktur TVRI notabene adalah pejabat ( publik ) pemerintahan RI.

Fakta hukumnya, banyak cuitan dari IBs melalui twitter atas namanya yang isinya masih mempertanyakan atau terkesan menolak bahwa penghianatan G 30 PKI Gerakan September 30 1965 melibatkan Gerwani ( Gerakan Wanita Indonesia ) yang berencana merubah haluan negara berideologikan Pancasila ini menjadi berhaluan komunisme, dengan modus operandi melalui fitnah keji, penculikan hingga mentarget pembunuhan2 terhadap berbagai tokoh negeri , yaitu Tokoh TNI, ulama , masyarakat dan pemuda yang mereka anggap anti komunisme/ PKI, diantaranya pembunuhan terhadap beberapa jendral TNI ( Pahlawan Nasional ) melalui penculikan, penganiayaan dan penyiksaan, hingga t…

Tony Rosyid: OTT KPK, Membongkar Perseteruan Jokowi Vs Mega Jilid 2?




Senin, 13 Januari 2020

Faktakini.net

*OTT KPK, Membongkar Perseteruan Jokowi vs Mega Jilid 2?*

*Tony Rosyid*
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

1 Juli 2018 saya pernah menulis artikel berjudul "Babak Baru Jokowi vs PDIP.". Artikel ini mengupas bagaimana perseteruan Jokowi-Mega yang tak kunjung reda sejak 2014, awal Jokowi berkuasa. Kelihatannya, perseteruan Jokowi-Mega belum juga berakhir, dan bahkan memasuki babak berikutnya di periode kedua kekuasaan Jokowi.

Ingat kata Mega: Jokowi itu petugas partai. Kalimat ini sangat populer. Publik menganggap, kalimat ini merendahkan Jokowi. Narasi dan sikap Mega diduga telah membuat Jokowi merasa tidak nyaman. Tak jarang jadi bahan olok-olok mereka yang kontra Jokowi.

Sangat sederhana untuk memahaminya. Diawali dari pertanyaan: Mengapa Mega ungkapkan kalimat itu di depan publik? Kenapa tidak dipidatokan di internal partai secara tertutup? Jauh lebih elegan jika dibicarakan di ruang terbatas. Kenapa di depan umum? Kemungkinan pertama, Mega ingin semua kader partai tahu. Siapapun yang jadi pejabat, dia tetap kader dan petugas partai. Karena itu, mesti loyal kepada partai. Dan otoritas partai ada di ketua umum.

Kedua, boleh jadi karena Jokowi dianggap tidak nurut dan "sendiko dawuh" pada Mega. Gak loyal!

Indikator yang paling mudah untuk dilihat adalah saat penyusunan kabinet 2014-2019. PDIP dengan 109 kursi hanya diberi empat menteri. Sama jumlahnya dengan PKB yang hanya punya 47 kursi. Hal ini menuai protes dari kader PDIP. Jokowi pun tutup mata dan telinga. Ini yang terlihat publik. Tentu, dinamika penggung belakang lebih seru.

Kehadiran Ahok di pilgub DKI 2017 sempat mendamaikan kedua tokoh ini. PDIP kasih tiket ke Ahok, Budi Gunawan, orang dekat Mega menjadi ketua BIN. Win Win solution. Ada deal. Apakah masuknya Budi Gunawan otomatis membuat hubungan Jokowi-Mega mesra kembali? Ternyata tidak!

Jokowi-Mega berseteru lagi di Pilgub 2018. Terutama di Jabar dan Jatim. Calon Jokowi dan Mega berbeda. Jokowi dukung Khofifah di Jawa Timur dan Ridawan Kamil di Jawa Barat. Mega dukung Syaefullah Yusuf di Jawa Timur dan TB. Hasanuddin di Jawa Barat. Dua calon Mega keok.

Bagaimana di periode kedua Jokowi? Hubungan Jokowi-Mega rekat lagi? Saat kampanye, iya. Mereka bersama-sama dalam satu kepentingan: Jokowi dan PDIP menang. Jokowi jadi presiden dan PDIP dapat 128 Kursi.

Kerja bersama Jokowi-Mega diuji lagi saat menyusun kabinet 2019-2024. Menggandeng Prabowo dan Gerindra, Mega berharap bisa pressure Jokowi untuk keluar dari tekanan kubu Luhut Binsar Panjaitan (LBP) cs. Gak tanggung-tanggung, Mega minta 10 menteri. Jokowi penuhi? Tidak. Jokowi hanya kasih PDIP empat menteri, yaitu Menkum HAM, Menpan, Mensoso dan menteri PPPA.  Empat-empatnya tidak strategis. Tidak strategis secara finansial, maupun politik.

Mendagri yang semula milik PDIP, 2014-2019 dijabat Cahyo Kumolo, lepas. Padahal, tahun 2022 dan 2023, ada 2/3 gubernur habis masa baktinya dan diganti plt. Lebih dari separuh bupati/walikota juga habis waktunya dan diganti plt. Sementara, jabatan plt ada dalam kendali mendagri yang saat ini dijabat Tito Karnavian. Tidak lagi di tangan PDIP.

Kenapa posisi mendagri  tidak diberikan kepada kader PDIP? Tentu Jokowi punya kalkulasi sendiri terkait skenario politik dan kepentingannya di pilpres 2024.

Yang jelas, dengan posisi Kemendagri saat ini Tito Karnavian lebih dipercaya Jokowi dari pada PDIP atau Budi Gunawan.

Upaya PDIP menggandeng Gerindra untuk menekan Jokowi agar tak terlalu dekat dan dikendalikan LBP cs (Jenderal Merah), tak berhasil. Nampaknya, Jokowi lebih nyaman dengan LBP dari pada dengan Mega. LBP tetap menko maritim, ditambah kewenangannya di bidang investasi. Ditambah dua orang dekat LBP yaitu Mahfuz MD yang menduduki posisi sebagai Menkopolhukam dan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

Dalam kondisi seperti ini, apakah Mega dan PDIP diam? Sepertinya tidak. PDIP mulai kritis terhadap Jokowi. Dalam kasus PT. Jiwasraya, PDIP adalah partai yang paling bersemangat menginisiasi dibentuknya Pansus. Tentu, ini membuat gerah istana.

Apakah tertangkapnya sejumlah kader PDIP oleh KPK dalam kasus suap komisioner KPU yang diduga melibatkan Hasto, sekjen PDIP, ada hubungannya dengan kegerahan istana terhadap berbagai manuver partai banteng ini? Masih perlu dibuktikan. Yang jelas, kasus hukum seringkali tak berdiri sendiri. Politik kerapkali punya ruang untuk intervensi. Apalagi KPK berada dalam kendali Dewan Pengawas. Dan Dewan Pengawas dipilih oleh presiden. Kita tunggu cerita selanjutnya.

Jakarta, 11/1/2020

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…