Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Ali Masyhur Bin Muhammad Bin Hafidz BSA (Kakak Habib Umar Bin Hafidz)

Selasa, 26 Mei 2020

Faktakini.net

*Innalillahi wa innailaihir raji'un*

*BERITA DUKA Dari Tarim*

*Telah berpulang ke Rahmatullah guru mulia al-Imam Al'allamah Alfagih Alhabib Ali Masyhur Bin Muhammad Bin Hafidz(kk hb umar bin hafidh)* 😭


إنا لله وإنا إليه راجعون
أعظم الله أجركم، وأحسن عزاءكم، وغفر لميتكم
و أسكنه الجنة برحمته و يرزقه شفاعة رسول الله صلى الله عليه و سلم و أسلافنا الصالحين.

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه. اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة، ولا تجعل قبره حفرة من حفر النيران،

اللهم ضاعف حسناته، وتجاوز عن سيئاته، وارفع درجاته، مع النبيين والمرسلين والشهداء والصالحين.آمين
‌له الفاتحه....


Mendagri Tito: Penyebab Banjir Jabodetabek Adalah Pemukiman Puncak Bogor



Selasa, 7 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai banjir yang melanda kawasan Jabodetabek beberapa hari yang lalu diakibatkan ada persoalan serapan air pada bagian hulu, dalam hal ini di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

Tito mengatakan banyak lahan-lahan di wilayah Puncak sudah 'disulap' menjadi pemukiman. Padahal, wilayah tersebut merupakan daerah utama resapan air hujan.

"Daerah Puncak Bogor, area untuk menangkap air rata-rata sudah menjadi pemukiman, tanaman-tanaman yang tidak mampu menyerap air, yang tidak memiliki kemampuan menyimpan air laut menjadi air tanah," kata Tito dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesiacom, Senin (6/1).

Melihat persoalan itu, Tito memandang wajar bila air hujan yang turun di Bogor tak langsung meresap ke tanah. Air itu, kata dia, langsung mengalir ke daerah-daerah yang rendah karena minimnya area serapan.

"Itu juga yang mengakibatkan banjir di daerah masuk ke jalan-jalan termasuk jalan tol," kata dia.

Lebih jauh Tito menilai bahwa persoalan daerah aliran sungai dari hulu ke hilir selama ini memang bermasalah. Karenanya perlu ada satu visi dan misi yang sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan ini.

"Ada program mengatasi banjir, katakanlah di Jabodetabek dan sekitarnya, ini adalah suatu gambaran bagaimana pentingnya sinkronisasi antara Pusat dan Daerah dari hulu sampai ke hilir," kata dia.

Karena itu Tito juga meminta agar pemerintah daerah di Jabodetabek memperhatikan Lima Program Prioritas Pembangunan Nasional. Dalam program itu terdapat poin mengenai pembangunan infrastruktur dan kaitannya dengan pencegahan bencana alam seperti banjir.

Menurutnya, kurangnya infrastruktur berupa bendungan dan sistem drainase secara alami atau buatan turut menyumbang penyebab banjir di beberapa wilayah Jabodetabek. Belum lagi ada beberapa waduk yang mengalami pendangkalan.

"Di daerah tengah tidak tersedia bendungan-bendungan yang cukup untuk menampung dan memecah air dari atas sebelum masuk ke lowland, terutama daerah Ibukota Jakarta, Bekasi, dan Tangerang tidak memilki sistem drainase yang cukup atau sistem untuk menyerap ke bawah ataupun mengalirkan ke laut," kata mantan Kapolri ini.

Tak hanya wilayah Jabodetabek saja, mantan Kapolri itu juga menghimbau agar seluruh Pemda dan masyarakat bersiap siaga menghadapi curah hujan yang tinggi sampai dua bulan ke depan sesuai perkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi tersebut juga berpotensi menimbulkan bencana alam, seperti banjir.

 bukan hanya daerah Jabodetabek yang berpotensi terjadi banjir tapi daerah-daerah lain juga, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, NTT, Kalimantan, Sulawesi, semua punya potensi," kata Tito.

Tito juga meminta seluruh pemda memerhatikan anggaran dan membuat strategi pemetaan anggaran terkait penangan maupun pencegahan potensi bencana. Ia ingin memastikan negara dan pemerintah hadir dalam setiap kebutuhan dan kesulitan masyarakat.

Foto: Mendagri Tito Karnavian

Sumber: cnnindonesia.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…