Langsung ke konten utama

Featured Post

HILMI FPI Pasuruan Serahkan Bantuan APD Untuk RSUD Bangil

Jum'at, 5 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Hilal Merah Indonesia (HILMI) - FPI kabupaten Pasuruan, Dr Syaiful Anam bersama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam kabupaten Pasuruan, Kyai Lukman Aziz membuat program bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Rumah Sakit rujukan Covid 19 diwilayah kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Hari Kamis, 4 Juni 2020 pukul 12.00 WIB DPW Hilmi kabupaten Pasuruan yang dikoordinir oleh Dr Robby bersama Gus Muhammad Nawawi, SH DPW FPI kabupaten Pasuruan beserta Ustadz Arif Budiono dan Ustadz Zuhdi DPW LPI kabupaten Pasuruan dengan memakai pakaian lengkap beserta masker dan sarung tangan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Bangil yang berada dijalan raya Raci, Bangil untuk pemberian bantuan APD.

Proses serah terima bantuan dilakukan di lobby gedung management RSUD Bangil dengan waktu singkat. Direktur RSUD yang diwakili Muhammad Hayat, SKM. M.Kes dan Dr Aries Cahyo, MARS menerima perwakilan Hilmi kabupaten Pasuruan. Ba…

Tiga Orang-Orang Istana Dalam Pusaran Badai Skandal Jiwasraya


Selasa, 7 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akhirnya menyeret orang-orang istana. Ada 3 nama yang disebut-sebut dalam pusaran skandal Jiwasraya ini. Hary Prasetyo, Erick Tohir, dan Dato Sri Tahir.

1.Hary Prasetyo

Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya dua periode (2008-2018) ini pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden ( KSP).

Kepala KSP Moeldoko semula menolak keberadaan Hary dikantornya, namun akhirnya mengakui. Setelah kasus Jiwasraya meledak,Hary dikabarkan mundur (dimundurkan) dari Deputi di KSP.

Hary memiliki peran sentral dalam kebijkan keuangan Jiwasraya. Sebagai Direktur Keuangan dia memiliki kekuasaan mengatur lalulintas keuangan untuk menjaga perusahaan tetap hidup dan berkermbang.

Hary Prasetyo menjabat sebagai Direktur Keuangan Jiwasraya sejak Januari 2008 dan berakhir di Januari 2018.

Yang disesalkan, langkah Hary dinilai banyak pihak tertalu berani, tidak hati-hati, dan diluar kewajaran, dalam menempatkan modal perusahaan.Tidak saja memborong saham-saham lapis tiga yang volatil dan beresiko tinggi seperti saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Hanson Internasional Tbk (MYRX), PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO), dan PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP).

Jiwasraya juga membeli saham yang jumlahnya dinilai terlalu besar (diatas 5%) pada saham perusahaan lapis dua (second liner). Emiten yang sahamnya pernah dibeli Jiwasraya lebih dari 5 persen adalah PT Mahaka Media Tbk (ABBA),PT SMR Utama Tbk. (SMRU), PT PP Properti Tbk. (PPRO), dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR), PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN).

Hary Prasetyo, tentu bersama Dirut Jiwasaraya Hendrisman Rahim, juga menempuh “jalan berbahaya” dengan menggelontorkan pinjaman ratusan Milyar dalam skema surat utang jangka pendek dan menengah alias Medium Term Notes (MTN) kepada PT Hanson International Tbk (MYRX) milik Benny Tjokrosaputro dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) milik Teddy Tjokrosaputro.

Kedua perusahaan ini diduga gagal bayar (tidak mampu membayar) pinjaman kepada Jiwasraya hingga jatuh temponya. Namun belakangan pihak MYRX menyebut sudah melakukan pembelian kembali (buy back) seluruh MTN pada Desember 2018 senilai Rp 680 miliar.

Terhadap pinjaman langsung tersebut, sebelumnya BPK telah melakukan audit dan memberikan catatan bahwa aksi korporasi itu sebagai langkah berbahaya, karena beresiko gagal bayar. Namun pihak Jiwasraya tidak mengindahkan peringatan itu.

Dengan langkah-langkah seperti itu wajar kalau publik menilai manajemen dengan sengaja hendak “merampok” Jiwasraya.

Kini Hary telah dicekal bepergian ke luar negeri sejak 26 Desember 2019. Ada 10 orang yang telah dicekal terkait kasus Jiwasraya ini.

2.Erick Tohir. Menteri BUMN

Perusahaan milik Erick, PT Mahaka Media Tbk (ABBA) menjadi salah satu tujuan penempatan modal Jiwasraya melalui pembelian saham di pasar modal. Jumlah saham yang dibeli cukup besar, diatas 5 persen. Erick Tohir tidak memberikan klarifikasi langsung soal ini. Tetapi melalui Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, telah diakui pembelian Jiwasraya pada saham ABBA ini.

Arya menjelaskan sebagai hal wajar dan biasa karena pembelian itu melalui mekanisme pasar yang sah. Namun dia belum memberikan penjelasan kapan dan berapa jumlah yang dibeli oleh Jiwasraya.

Anehnya justru Dirut Jiwasraya yang baru, Hexana mengatakan pembelian saham milik Erick Tohir itu menguntungkan Jiwasraya.Benarkah? Perlu dicek.

3. Ang Tjoen Mien alias Dato Sri Tahir

Bos Mayapada Group ini sekarang menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Joko Widodo.Dato ini pernah dianugerahi sebagai warga kehormatan Brimob.


Dato Sri Tahir menjadi warga kehormatan Brimob

Dato Sri Tahir membuat langkah mengejutkan dalam pusaran kasus Jiwasraya ini. Dia akan mengakuisisi anak perusahaan MYRX dan RIMO. Ada apa? Perintah istana atau aksi korporasi biasa?

Emiten property PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) milik Dato Sri Tahir akan mengakuisisi anak usaha PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO).Keduanya merupakan perusahaan yang dinakhodai keluarga Benny Tjokrosaputro.


Dato Sri Tahir menempati posisi ketujuh daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.Ia memiliki kekayaan senilai 4,8 miliar dollar AS.

Seperti tersebut dimuka, selain beli saham MYRX dan RIMO, Jiwasraya juga menggelontorkan pinjaman dana jangka pendek dan menengah kepada 2 perusahaan itu dalam skema surat utang.

Diduga MYRX dan RIMO gagal bayar kepada Jiwasraya. Jadi, akuisisi yang dilakukan Dato Sri Tahir bisa jadi terkait hal ini. Agar bisa bayar kewajibannya kepada Jiwasnya.

Siapa lagi orang istana yang terlibat? Perlu ditunggu dan dipantau terus jalannya drama ini.

Foto: Ang Tjoen Mien alias Dato Sri Tahir

Sumber: zonasatunews.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…