Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Ajak Naik Arung Jeram, Relawan FPI Hibur Bocah Korban Banjir Di Sukajaya Bogor

Senin, 20 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tak hanya orang dewasa yang menderita akibat musibah banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat di awal tahun 2020 ini, tetapi juga kalangan anak-anak.

Untuk itu Relawan FPI nasional paska banjir dan longsor di Kampung Banar, Desa Harkatjaya kecamatan Sukajaya mencoba menghibur anak-anak korban terdampak banjir sekaligus menghilangkan trauma akan bencana tersebut, dengan mengajak mereka naik arung jeram.

Alhamdulillah, para bocah itu nampak sangat bergembira dan menikmati naik arung jeram bersama para Relawan FPI.

"Sungguh senang rasanya melihat senyum dan tawa itu terlihat di wajah-wajah bocah terdampak banjir dan longsor ini", ujar Andre Aston Relawan FPI Jatim

Sebagaimana diketahui, banyak wilayah di Jawa Barat, Banten, Jakarta dan lainnya dilanda banjir akibat hujan deras yang turun terus menerus di malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2019).

Para Relawan Front Pembela …

Temukan 800 Video Perkosaan Yang Direkam Reynhard Sinaga, Polisi Inggris Shock


Senin, 13 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sejumlah bukti mengejutkan ditemukan kepolisian Inggris dalam kasus Reynhard Sinaga, mahasiswa S3 asal Indonesia terpidana pemerkosaan terhadap 48 pria di Inggris.

Detektif Senior Penyelidikan dari Greater Manchester Police Inspektur Zed Ali mengatakan penuntutan Sinaga mengikuti penyelidikan panjang dan kompleks oleh timnya, dikutip dari Daily Mail, 7 Januari 2020.

Detektif harus memeriksa berjam-jam foto dan video yang diambil oleh Sinaga.

Polisi menemukan informasi berupa video dan foto sebesar 3,29 terabyte, yang jika dicetak setara dengan 4,8 km lori berisi kertas A4.

BBC melaporkan polisi menyita dua ponsel Sinaga yang berisi 800 video rekaman yang diambil Sinaga saat memperkosa korban yang tak sadarkan diri.

Kepolisian juga mendapat tugas berat, yakni menjelaskan kepada para korban bahwa mereka telah menjadi sasaran pemerkosa.

Polisi menelusuri identitas korban menggunakan profil Facebook, dompet, dan kartu identitas yang dicuri Sinaga dari korbannya dan disimpan di dalam sebuah kotak di samping tempat tidurnya.

Polisi menduga aksi Sinaga berlangsung lebih dari sepuluh tahun, tetapi Sinaga dihukum karena 159 pelanggaran yang dilakukan dari Januari 2015 hingga Mei 2017 di empat persidangan terpisah.

Sebagian besar kejahatan Sinaga terjadi di kamar tidur tetapi beberapa dilakukan di ruang tamu. Korban terakhir diperkosa di kamar mandi sebelum dia bangun.[Greater Manchester Police/Daily Mail]

Sinaga tidak menyesal dan mengaku hubungan seksnya didasarkan atas kesepakatan bersama. Dia mengklaim banyak dari para korban tampaknya tertidur untuk "bermain pura-pura mati" saat dia berhubungan seks dengan mereka.

Hakim Suzanne Goddard QC mengatakan kepada pengadilan bahwa jumlah total korban diduga mencapai 195 orang. Pada Senin Sinaga divonis penjara seumur hidup dengan jangka waktu minimal minimal 30 tahun karena memperkosa 48 laki-laki dan merekam aksinya, dikutip dari Metro.co.uk.

Menurut data yang dipaparkan Daily Mail, total korban yang diketahui dalam empat persidangan terpisah adalah 48 orang, dengan 136 pemerkosaan, 8 percobaan pemerkosaan, 2 serangan seksual dengan penetrasi, 13 serangan seksual. Total 159 pelanggaran dilakukan oleh Sinaga.

"Anda adalah predator seksual berantai jahat yang telah memangsa para pria muda yang datang ke pusat kota hanya ingin bersenang-senang malam dengan teman-teman mereka," kata Hakim Suzanne.

"Sangat jarang, jika pernah ada, pengadilan melihat aksi pemerkosaan seperti ini, yang mencakup begitu banyak korban dalam jangka waktu yang lama."

Hakim mengatakan jumlah sebenarnya dari kejahatan Sinaga mungkin tidak pernah diketahui tetapi polisi tampaknya menetapkan 195 orang difilmkan oleh Reynhard Sinaga dalam keadaan tidak sadar setelah dibius obat chemsex GHB.

Foto: Reynhard Sinaga

Sumber: tempo.co

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…