Langsung ke konten utama

Featured Post

Jadwal Pengajian Bulanan FPI Maret 2020 Di MS FPI Petamburan Dan Mega Mendung

Kamis, 27 Februari 2020

Faktakini.net

P E N G U M U M A N

TA'LIM RUTIN BULANAN
MARKAZ SYARIAH
PETAMBURAN - MEGAMENDUNG

1. Sabtu 5 Rajab 1441 H /29 Februari 2020 M jam 12 s/d 15
TA'LIM KHUSUS WANITA di MS Pusat Petamburan Jkt.

2. Ahad 6 Rajab 1441 H/1 Maret 2020 M jam 07 s/d 12
TA'LIM KHUSUS PRIA di MS Pusat Petamburan Jkt.

3. Senin 7 Rajab 1441 H/2 Maret 2020 M jam 08 s/d 11
TA'LIM KHUSUS USTADZAH di MS Pusat Petamburan Jkt.

4. Rabu 9 Rajab 1441 H/4 Maret 2020 M jam 12 s/d 15
MULTAQO HABAIB ULAMA ASWAJA JABAR & BANTEN
di MS Mega Mendung Bogor

5. Sabtu 19 Rajab 1441 H/ 14 Maret 2020 M jam 12 s/d 15
TA'LIM KHUSUS WANITA di MS Mega Mendung Bogor

Pengajian Umum Rutin Pekan untuk Pria & Wanita :
1. Tiap Rabu malam Kamis jam 18 - selesai di Masjid Al-Islah.
2. Tiap Jum'at jam 8 - Shalat Jum'at di Masjid MS Mega Mendung.

Insya Allah akan Mengadakan Tausyiah Jarak Jauh Oleh Al Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc. MA. DPMSS serta para tokoh lainnya.

Pernyataan Bersama FPI, GNPF Ulama & PA 212 Tentang Kasus-Kasus Mega Korupsi


Kamis, 23 Januari 2020

Faktakini.net

PERNYATAAN BERSAMA
FPI, GNPF ULAMA & PA 212

TENTANG KASUS - KASUS MEGA KORUPSI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Berdasarkan catatan kami, bahwa kasus kasus mega korupsi (kasus korupsi yang
merugikan negara bernilai triliunan) dan kasus kasus korupsi yang melibatkan
lingkaran dalam kekuasaan semakin menjadi jadi dan menggila bahkan ditenggarai menjadi modus korupsi untuk pembiayaan politik.

Diantara kasus korupsi yang justru ditutup tutupi dan melibatkan inner circle, baik
sebagai pelaku maupun sebagai aktor yang berperan membangun skenario untuk menutup nutupi kasus agar tidak terbongkar diantaranya

1. Kasus yang menjerat Honggo selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical
Indotama (TPPI). Kerugian Kasus Kondensat Capai Rp 35 Triliun. Kasus ini
sengaja diambangkan dan disembunyikan dari kontrol publik. Hingga saat ini
tidak jelas proses terhadap kasus ini karena diduga melibatkan petinggi aparat
hukum yang melindungi Honggo sang Koruptor.

2. Kasus Jiwasraya yang melibatkan mantan petinggi Kepala Staf Presiden.
Kerugian 13 T.

3. Kasus Asabri yang juga melibatkan pemangku kekuasaan dan merugikan
negara lebih kurang 10T.

4. Kasus Korupsi yang melibatkan komisioner KPU dan Petinggi PDI Perjuangan.
Yang terkait erat dengan integritas penyelenggaraan Pemilu yang bersih, jujur
dan adil.

Bahwa berdasarkan peristiwa peristiwa yang kami kutipkan diatas, maka ;

Pertama
Kami melihat bahwa berbagai kasus Mega Korupsi tersebut merupakan sebuah modus dalam penyelenggaraan kekuasaan yang zhalim, licik dan rakus.

Kedua;
Kami mendesak agar seluruh elemen masyarakat untuk melakukan perlawanan
terhadap rezim korup, zhalim dan penipu.

Ketiga;
Kami mendesak agar Dewan Pengawas KPK segera dibubarkan karena terbukti sudah menjadi penghambat dalam pemberantasan korupsi dan justru menghalang halangi penuntasan kasus korupsi sebagaimana yang terjadi dalam kasus komisioner KPU
dan Sekjen PDI Perjuangan. Termasuk juga terhadap para pejabat yang menutup
nutupi keberadaan Harun Masiku.

Keempat;
Kami memandang pimpinan KPK saat ini menempatkan posisinya dibawah ketiak
penguasa dengan contoh menghadap ke Menteri Kemaritiman dan Investasi yang Tupoksi nya sama sekali tidak terkait dengan Tupoksi KPK. Seharusnya KPK datang ke
Kementerian Kemaritiman dan Invetasi bukan karena dipanggil oleh sang penguasa, tapi dalam rangka penyelidikan dan penyidikan.

Kelima
Kami mendesak kasus korupsi kondensat untuk segera dituntaskan dan dila
pemeriksaan terhadap pihak penguasa yang berperan dalam meloloskan Tersangka Honggo keluar negeri.

Keenam;
Kami mendukung langkah Partai Oposisi untuk membentuk Pansus Jiwasraya gate dan Asabri gate, serta membongkar keterlibatan para pejabat di Kantor Sekretariat Presiden.

Ketujuh;
Kami mendesak agar Yasona Laoly untuk segera meletakkan jabatan karena tidak pantas dan sangat memalukan seorang yang memegang jabatan Menteri tampil menjadi pembela dalam kasus mega korupsi.

Kedelapan;
Kami mendesak agar para pejabat dan elit partai yang terlibat dalam berbagai kasus mega korupsi tersebut untuk segera mundur dan berhenti tampil sebagai tokoh publik, karena anda anda sudah tidak memiliki legitimasi moral untuk terus
berkuasa. Hanya orang yang sudah tidak punya malu dan bermoral rendah serta
cacat integritas yang masih terus bermuka badak untuk terus tampil menjadi pejabat
publik maupun tokoh publik.

Kesembilan;
Di jepang negara yang sama sekali tidak menganut Pancasila sebagai ideologi yang
diagung agungkan, pejabat pejabat yang terlibat atau bahkan hanya disebut
namanya dalam suatu peristiwa Korupsi akan segera meletakkan jabatan dan bahkan
harakiri karena sangat malu dengan perbuatan korupsi.

Kesepuluh;
Sebagai negara yang menganut ideologi Pancasila dan anda anda sangat sering
menuduh pihak lain anti Pancasila, maka kami nyatakan perbuatan korupsi anda tersebut adalah sangat bertentangan dengan Pancasila dan bahkan menginjak injak
Pancasila dengan menjadikannya sebagai alat pemukul lawan politik dan
membungkus perlaku koruptif yang anda lakukan.

Demikian pernyataan bersama ini kami buat.

Jakarta, 23 Januari 2020
Wassalamualikum Wr. Wb.

KH. Ahmad Shobri Lubis
Ketua FPI

Ust. Yusuf Muhammad Martak
Ketua GNPF-Ulama

Ust. Slamet Ma'arif
Ketua PA 212


Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…