Langsung ke konten utama

Featured Post

Luruskan Toa Bukan untuk Banjir, Gubernur Anies Ingatkan Jajarannya Siapkan Sistem Peringatan Dini

Ahad, 9 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan masukan penting terkait sistem peringatan dini (early warning system/EWSterhadap) banjir di Jakarta. Menurutnya, yang dimaksud sistem adalah ketika tiap SKPD di Jakarta sudah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ada peringatan banjir.

"Sistem itu kira-kira begini, kejadian di Katulampa (tinggi) air sekian, keluarlah operasionalnya. Dari Dishub, Dinas Kesehatan, MRT, Satpol, seluruhnya itu tahu wilayah mana yang punya risiko.

Jadi, sebelum kejadian kita sudah siap," kata Gubernur Anies saat rapat bersama para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membahas tentang pengendalian banjir yang diunggah di akun Youtube Pemprov DKI.

Dalam video tersebut dapat dilihat bahwa Gubernur Anies Baswedan menyinggung penggunaan toa sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap banjir di Jakarta.

Hal ini karena dalam salah satu slide presentasi mengenai disaster warning system…

Parah! Jiwasraya Rugikan Negara Rp 13 T, Dua Kali Lebih Besar Dari Skandal Bank Century




Jum'at, 10 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kasus mega korupsi yang diduga melibatkan petinggi perusahaan asuransi plat merah, PT Jiwasraya mulai terkuak. Jaksa Agung ST Burhanudin menyebutkan bahwa ada dugaan potensi kerugian negara hingga Agustus 2019 mencapai Rp 13,7 triliun.

Diperkirakan kasus dugaan mega korupsi di PT Jiwasraya dua kali lebih besar dari kasus Bank Century yang diduga merugikan negara senilai Rp 7,4 triliun.

Analis Hukum dan Direktur HICON Law & Policy Strategis, Hifdzil Alim menyebutkan kasus Jiwasraya merupakan kasus luar biasa di sektor asuransi. Bahkan, jika benar mega korupsi ini terjadi, adalah yang terbesar di Republik Indonesia.

Menurut Hifdzil, melihat luasnya sorotan publik dan besarnya potensi kerugian negaranya, aparat penegak hukum sangat mendesak untuk berkolaborasi mengungkap kasus dugaan rasuah itu.

“Melihat besarnya kasus ini, jika dimungkinkan ada kolaborasi antar penegak hukum untuk memeriksanya, sepertinya akan sangat baik. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa kerja sama penegakan hukum harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh ada gesekan,” kata Hifdzil, Senin (23/12/2019).

Lebih lanjut, Hifdzil menjelaskan, saat ini pemerintahan Jokowi sedang berupaya meningkatkan ekonomi negara, sehingga mengusut tuntas kasus Jiwasraya merupakan hal mendesak.

Pengajar Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga ini khawatir jika tidak segera diusut tuntas, maka akan menganggu sistem ekonomi negara yang disebabkan  minusnya keuangan PT Jiwasraya.

“Memeriksa kasus jiwasraya menjadi hal mendesak yang harus dibuatkan kebijakannya. Jangan didiamkan. Sebab nanti akan mengganggu sistem ekonomi karena minusnya keuangan Jiwasraya,” pungkas Hifdzil.

OJK Tak Becus

Sementara itu, ekonom senior, Rizal Ramli menilai persoalan yang membelit Jiwasraya tidak lepas dari kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang payah. Jika OJK bekerja dengan baik, maka Jiwasraya tidak akan merugi dan gagal bayar polis hingga triliunan rupiah.

Rizal menyebut Ketua OJK Wimboh Santosa tidak becus dalam menangani Jiwasraya. Wimboh, katanya, gagal membawa lembaga pengawas keuangan pemerintah mencari solusi atas persoalan ini. 

“Bos OJK enggak becus. Harusnya bisa kalau dia ngerti surveillance (pengawasan). Dari awal dia ambil tindakan,” ujar Rizal, Jumat (20/12/2019).


Wimboh dan sejumlah pegawai di OJK, sambung Rizal, tidak memiliki daya analisa yang kuat. Mereka kebanyakan adalah dosen dan birokrat, tapi tidak punya daya prediksi yang kuat.

“Kedua, enggak pernah punya sejarah turn arround (memutar keadaan menjadi lebih baik),” ucap mantan Menko Kemaritiman ini.

Lebih lanjut, Rizal menyarankan kepada pemerintah untuk meminta bantuan dari pihak-pihak lain yang lebih mumpuni untuk menyelesaikan masalah Jiwasraya. “Mau diberesin? Bukan OJK yang harus nanganin. Mereka enggak mampu kok. Suruh kek siapa. Menteri BUMN atau siapa untuk benahin,” pungkasnya.

Sumber: Rmol.id

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …