Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Bondowoso Renovasi MCK Umum Di Lokasi Banjir Bandang Dusun Kampung Baru Ijen

Senin, 17 Februari 2020

Faktakini.net, Bondowoso - Pasca musibah banjir bandang beberapa waktu yang lalu, Relawan FPI Bondowoso masih terus membantu warga terdampak setempat. kali ini merenovasi kamar mandi dan MCK yang kurang layak di Dusun Kampung Baru, Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa timur, pada Ahad siang (16/2/2020).

Pembangunan tersebut dilakukan sejak hari Sabtu kemarin hingga hari ini oleh puluhan anggota FPI Bondowoso, pembangunan sudah mencapai 50%.

Menurut ustadz Mukhlis, Kegiatan tersebut, merupakan program lanjutan dari DPD HILMI-FPI Jawa timur yaitu membangun 7 titik MCK dan 1 Rumah layak huni untuk warga kurang mampu korban banjir bandang ditempat tersebut.

"Ini program sosial lanjutan kami yang belum rampung pasca banjir bandang kemarin, membangun 7 titik MCK dan 1 Rumah layak huni." tutur Ustadz Mukhlis ketua HILMI Bondowoso. (ns)












Para Ulama Dan Habaib Mengecam Pengeroyokan Terhadap Habaib Di Luar Batang



Jum'at, 17 Januari 2020

Faktakini.net

Assalamu'alaikum.wr.wb.
Bissmillahirrohmanirrohim

Terkait dengan peristiwa penyerangan, pengeroyokan, penganiayaan yang terjadi terhadap Ketua Nadhir Masjid Jami' dan Makam Keramat Luar Batang yang mana adalah Dzurriyah Rasulullah SAW (Habaib/Sayyid) beserta korban lainnya oleh sekelompok oknum setempat. Pada hari Selasa, 14 Januari 2020 jam 14.30 WIB.

Didukung dengan bukti faktual (sesuai standar peosedur pembuktian pidana) yakni informasi melalui laporan lisan, Video dan foto kejadian perkara. (Terlampir).

Maka segenap elemen dari seluruh tokoh Ulama dan Habaib umumnya. Dan juga segenap elemen masyarakat muslimin dan mu'minin, sangat mengutuk dan mengecam insiden pengeroyokan, penyerangan dan penganiayaan secara brutal dan sangat tidak manusiawi.

Yang menimbulkan korban yaitu kerabat sekaligus Ketua Nadzir Masjid & Maqam keramat luar batang yaitu :

1. Habib Muhammad Fahmi Alaydrus
2. Sayyid Ibrohim Almusawa
3. Adi Sam

Dengan mengacu pada alat bukti cukup sesuai penyidikan kepolisian yaitu visual berupa Video & foto berikut para saksi kejadian, dan hasil visum.

Kami para Korban menuntut agar seluruh Pelaku pengeroyokan & penganiayaan pada waktu insiden tersebut apalagi yang sudah jelas terekam di dalam Video.

Wajib di tangkap sampai dengan aktor di belakang layarnya yang mengintimidasi petugas BPN melalui pembicaraan di HP, terutama 2 orang yang diduga aktor utamanya yaitu :
-faisal
-mansyur

jika permohonan kami para saksi korban tidak di akomodir maka kami akan blow up secara besar besaran di seluruh media nasional terkait insiden tersebut.

Semua permintaan para Korban di atas adalah sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku khususnya KUHP pidana. Dan demi tegaknya aturan, keamanan, stabilitas.
Terima kasih.


Jakarta, 17 Januari 2020.
Tertanda:
1.Habib Muhammad Fahmi bin Hamid Alaydrus
2.Sayyid Ibrohim almusawa
3. Adi Sam.

Wassalamualaikum, Wr, Wb

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…