Langsung ke konten utama

Featured Post

Tanggapan Damai Lubis Terhadap Iman Brotoseno Yang Menolak Sejarah Pengkhianatan PKI

Ahad, 31 Mei 2020

Faktakini.net

*Iman Brotoseno/ IBs menolak Tap MPR XXV Tahun 1966 yang menjadi rujukan fiksi hukum KUHP. Pasal 107 UU.RI Thn 1999*

Tidak pantas jatidiri seorang yang menolak sejarah penghianatan PKI dijadikan Direktur Televisi Milik Negara RI. Karena Direktur TVRI notabene adalah pejabat ( publik ) pemerintahan RI.

Fakta hukumnya, banyak cuitan dari IBs melalui twitter atas namanya yang isinya masih mempertanyakan atau  terkesan menolak bahwa penghianatan G 30 PKI Gerakan  September 30 1965 melibatkan Gerwani ( Gerakan Wanita Indonesia ) yang berencana merubah haluan negara   berideologikan Pancasila ini menjadi berhaluan komunisme, dengan modus operandi melalui fitnah keji,  penculikan hingga  mentarget pembunuhan2 terhadap berbagai tokoh negeri , yaitu Tokoh TNI, ulama , masyarakat dan  pemuda yang mereka anggap anti komunisme/ PKI, diantaranya pembunuhan terhadap beberapa jendral TNI ( Pahlawan Nasional ) melalui penculikan, penganiayaan dan penyiksaan,  hingga t…

Massa Bayaran Mendemo Anies: Nasi Bungkus Datang, Langit Jakarta Terang




Nasi Bungkus Datang, Langit Jakarta Terang

Rabu, 15 Januari 2020

Faktakini.net

*Nasi Bungkus Datang, Langit Jakarta Terang*

Oleh: *Mang Udin*

Kemarin ada demo di balaikota DKI. Tepatnya di depan Balaikota, lalu bergeser ke Patung Kuda. 200 orang, kata media.

Minta Anies mundur, tuntut mereka. Katanya, Anies gak becus urus banjir. Kenapa gak ke bupati dan walikota Bekasi? Kenapa gak ke walikota Depok? Kenapa gak ke bupati Bogor? Kenapa gak ke bupati/walikota Tangerang? Kenapa gak ke gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah atau Banten?

Di Jakarta banjir sudah surut dan korban sudah ditangani. Sementara di beberapa wilayah, banjir dan longsor belum tuntas tertangani. Kenapa bukan bupati/walikota atau gubernur mereka yang diminta turun? Kenapa malah Anies?

Loh mikirnya normatif banget sih. Kebanyakan makan pasal dan peraturan. Hidup bukan cuma moral dan undang-undang. Karena perut gak ada urusannya dengan moral dan undang-undang. Tapi urusannya dengan makan.

Gue kasih jawaban supaya loh ngerti. Masalahnya bukan di Anies bro. Masalahnya juga bukan di Tuhan yang turunin hujan. Lalu, masalahnya dimana? Ya gak ada masalah. Dan memang gak ada masalah. Loh aja yang suka masalahin. Pakai hadang demo segala. Ini hanya soal bagaimana membaca peluang dan kesempatan. Membaca dari pintu mana rizki Tuhan akan dibagikan. Bukan soal banjir bro. Kalau itu mah bisa dicari-cari.

Masuk akal juga! Kemarin ada video beredar di medsos Wawancara dengan beberapa pendemo. Anak-anak remaja. Usia tanggung. Mengaku dibayar 40 ribu. Serius? Biasa aja kali! Otak kalau terlalu kebanyakan pasal, emang susah diajak santai.

Tulisan ini khusus tentang anak-anak remaja dalam video itu. Itupun kalau videonya bener. Bener-bener diambil kemarin. Yang lain? Gak usah bicara yang lain. Entar salah lagi. Ini gak ada kaitannya dengan pendemo yang lain. Kagak ada. Kalau ada, itu urusan loh. Bukan urusan Mang Udin.

Hari gini, harga semua barang naik bro. Banyak orang susah. Ada peluang, kenapa gak ambil?  Paling cuma 3-4 jam. Panas-panas dikit, sambil nyanyi-nyanyi. Ikut yel yel. Dapat 40 ribu. Lalu pulang.

Kerja, keluar keringat dan dapat duit. Wajar! Loh aja yang jahat. Orang nyari duit loh bully. Emang loh bisa ngasih mereka? Tahu kebutuhan mereka? Ikut merasakan kemiskinan mereka?

Ketika ada orang sedekah, bagi-bagi duit kepada mereka, kenapa loh sewot? Kenapa loh ngiri? Bagi anak-anak itu, orang-orang yang bagi duit seperti malaikat di tengah lautan orang kaya yang bakhilnya naudzu billah. Dosanya aja susah diminta, apalagi duitnya.

Silahkan cari duit, tapi jangan ganggu Anies dong... Waduh, masih gak ngerti juga. Emang kalau ganggu presiden dapat duit? Emang kalau ganggu gubernur dan kepala daerah lain dapat duit? Kagak! Loh kalau cara berpikirnya normatif, kagak nyambung dengan urusan perut. Perut itu nyata. Pasal, suka-suka yang buat dan yang melaksanakan.

Kalau ganggu gubernur lain juga bisa dapat duit, ya dari dulu udah dilakuin. Ini soal peluang kerja bro. Tidak semua tempat ada.

Orang nyari rizki. Jangan dicemooh. Tuhan kasih rizki dari berbagai pintu. Rizki anak-anak remaja itu dari situ. Itupun gak seberapa. Kasihan... Kita doakan mereka kelak jadi komisioner KPU, biar agak banyakan dikit dapatnya. Syukur-syukur punya posisi di Jiwasraya atau jadi komisaris Asabri. Biar nasibnya lebih baik... Begini baru bijak nasehatnya.

Melihat mereka dapat uang, kita mestinya ikut senang. Jakarta makin banyak lowongan pekerjaan. Meski part time. 40 ribu setiap 3-4 jam. Upah yang cukup layak. Apalagi jika ditambah nasi bungkus. Makin layak.

Kalau peluang pekerjaan ini terus ada, apalagi rutin, Jakarta makin cerah. Bolehlah kita bilang: ini gara-gara nasi bungkus. Nasi bungkus datang, langit Jakarta makin terang.

Jakarta, 15 Januari 2020

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…