Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Agil Busri Ben Sahl Maulakhelah

Selasa, 2 Juni 2020

Faktakini.net


إنا لله وإنا إليه راجعون

Tarem kembali berduka, telah menerima khabar dukacita bahawa telah wafatnya Al Habib Agil Busri Ben Sahl Maulakheleh tanggal 10 Syawal 1441H bersamaan 2 Jun 2020, beliau dilahirkan pada tahun 1917 Masihi di Jelutong Pulau Pinang dan membesar disana sehinggalah kembali pulang ke kampung asalnya Kota Tarim sebelum Merdeka. Bersahabat baik dengan al Habib Ja'far Bin Ahmad al Aidrus tatkala di Tarim. Kisah yang hebat dan ajib apabila bersamanya. Berusia sekitar 103 Tahun pada perkiraan masihi. Semoga alHabib dirahmati Allah dan tenang berjumpa kekasihnya.

اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها، اللهم اجعل قبرها روضة من رياض الجنان، ولا تجعل قبرها حفرة من حفر النيران، وضاعف حسناتها وتجاوز عن سيئاتها وارفع درجاتها مع النبيين والمرسلين والشهداء والصالحين. آمين

Maklumat dari Ustaz Irfan (PERMAYA)

Kasus Mega Korupsi Jiwasraya: Modus Kejahatan Yang Massif, Sistematis, Dan Main Rapi



Senin, 6 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kronologi kasus gagal bayar klaim asuransi PT Asuransi Jiwasraya (AJR) yang merugikan nasabah dan negara hingga Rp 13 triliun terdeteksi sejak tahun 2006 sampai 2018. Skema operandi tersusun rapi dan mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Modusnya dikerjakan dengan niat tidak baik secara massif, atau melibatkan banyak pihak.

Massif karena ada kepentingan yang sama untuk curang dan mengambil keuntungan secara terstruktur melalui penjualan produk dan pemanfaatan produk yang tidak tepat serta tanpa persetujuan otoritas. Fungsi auditor tidak efektif dan terkesan diabaikan direksi dan komisaris.

Kejahatan ini dilakukan dengan sistematis, prosesnya sangat rapi, misalnya dengan pemberian suku bunga di atas rata-rata. Atau dengan merancang data keuangan fiktif (rekayasana neraca), dan menyusun laporan keuangan yang terlambat.

Agar aman, lebih dahulu disusun payung hukum melalui rapat-rapat persetujuan. Setelah itu barulah kebijakan teknis dijalankan dan dibuat sedemikian rupa agar bermuara pada kesalahan investasi yang berakibat gagal bayar.

Inilah kejahatan yang dipersiapkan, dilakukan dengan sengaja dan melibatkan banyak pihak di Jiwasraya. Pelaku kejahatan seperti ini tidak bisa main sendiri.

Skema kongkalikong seperti ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Ada pihak yang berusaha membuat seolah kasus ini masuk dalam ranah perbuatan hukum resiko bisnis. Atau, menggesernya masuk ke hukum keperdataan atas nama bisnis investasi.

Padahal, ini murni keinginan para pimpinan AJR yang nyata dan sengaja, serta disadari untuk melakukan penyeludupan hukum menuju tindak pidana korupsi.

Skemanya sudah disusun dan dilaksankan bertahun -tahun pasca terdeksi AJR bermasalah. Namun fakta ini digelapkan.

Padahal nyata sudah ada alarm deteksi dari kantor akuntan publik pada tahun 2009 dan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2016 yang mengatakan AJR gagal bayar.

Kebijakan direksi dan komisaris sebelumnya tambal sulam. direksi saat ini berkilah dan membuat skenario drama bahwa AJR tetap eksis dan seolah-olah untung. Padahal ini adalah upaya direksi dan komisaris menggelapkan keadaan sebenarnya, atau cara buang badan dari tanggung jawab.

Ada yang salah dalam tata kelola dan data keuangan AJR, namun fakta AJR tetap terus “lolos berselancar” dengan modus kejahatannya. Ini bisa berjalan karena ada keinginan yang sama dari pihak-pihak yang terkait.

Perusahaan yang sudah sangat kaya pengalaman ini seharusnya invest di blue chip , dimana resiko relatif lebih rendah, aman, pembagian deviden jelas dan rutin. Namun faktanya yang dilakukan AJR sebahagian besar invest pada saham saham emiten kecil, yang kapitalisasi pasarnya kecil, sangat mudah ‘dimainkan’ investor nakal, resiko tinggi.

Sebagai pemain lama di dunia asuransi dan keuangan semestinya AJR menghindari ini namun faktanya AJR memilih untuk menjerumuskan diri pada investasi saham saham yang kena suspensi dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dan ini dilakukan dalam rentang waktu yang cukup lama serta lebih diperparah dengan auditor tidak berfungsi, cendrung sebagai asesoris semata.

Jadi seolah ada pembiaran dan sengaja menjebakkan diri padahal ini bertentangan dengan tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian.

AJR berselancar bebas di investasi pada “saham gorengan”, penempatan dana di saham-saham yang kecil itu.

Tentunya menjadi pertanyaan besar, kenapa perusahaan sebesar AJR menaruh dana di saham saham yang spekulasi dan resikonya tinggi?

Maka sebagai formulasi hukum ke depan harus ada aturan Menteri BUMN yang mengatur tentang tidak boleh investasi di portofolio yang risknya tinggi. Ini kuncinya.

Intinya harus segera ada aturan bahwa unit usaha BUMN tidak boleh invest di portofolio yang high risk.

Kalau sudah ada regulasinya, jadi dapat dikendalikan. Kebijakan para direksi dapat kekunci sehingga tidak ada alasan bahwa kerugian perusahaan karena investasi di saham, padahal direksi sembunyi malah “mencuri curang” melalui atas nama investasi.

Selain itu pula mendorong Menteri BUMN tegas, karena image selama ini bahwa unit usaha di lingkup BUMN biasanya diduga dipergunakan sebagai alat untuk sarana memperkaya diri, kepentingan politik untuk penguasa dan pengusaha cendrung balas jasa dari kompetisi politik maka cendrung diisi atau menempatkanlah orang-orang yang dianggap mewakili dari kepentingan para penguasa dan pengusaha.

Image dan stigma negatif ini juga harus diperbaiki dengan cara tempatkan personil yang tepat dan ditempat yang tepat baik di jajaran direksi maupun komisaris, mereka yang bertugas di unit BUMN tersebut harus berkompeten tahu detail usaha dan aturan, bersikap amanah dan bebas dari intervensi politik.

Yang tak kalah pentingnya harus ada pemahaman yang sama antara petinggi organ pengawasan keuangan negara, agar ego sektoral antara OJK, BPK, PPATK yang cendrung seolah berbeda padahal tujuannya sama demi menjaga kedaulatan keuangan negara , ini harus satu frekwensi.

Selanjutnya mendorong fungsi auditor, lebih khusus PPATK sebagai lembaga intelijen keuangan negara agar lebih optimal dan gerak cepat, termasuk berani menghabisi virus perilaku dari mental para “tikus-tikus di BEI dan OJK” untuk berani clear dan clean dalam melaksanakan tugasnya, ini penting demi kuatnya perekonomian bangsa, dan terwujudnya cita cita serta tujuan bangsa Indonesia. rmol

Azmi Syahputra
Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha)

Sumber: repelita.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…