Langsung ke konten utama

Featured Post

HILMI FPI Pasuruan Serahkan Bantuan APD Untuk RSUD Bangil

Jum'at, 5 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Hilal Merah Indonesia (HILMI) - FPI kabupaten Pasuruan, Dr Syaiful Anam bersama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam kabupaten Pasuruan, Kyai Lukman Aziz membuat program bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Rumah Sakit rujukan Covid 19 diwilayah kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Hari Kamis, 4 Juni 2020 pukul 12.00 WIB DPW Hilmi kabupaten Pasuruan yang dikoordinir oleh Dr Robby bersama Gus Muhammad Nawawi, SH DPW FPI kabupaten Pasuruan beserta Ustadz Arif Budiono dan Ustadz Zuhdi DPW LPI kabupaten Pasuruan dengan memakai pakaian lengkap beserta masker dan sarung tangan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Bangil yang berada dijalan raya Raci, Bangil untuk pemberian bantuan APD.

Proses serah terima bantuan dilakukan di lobby gedung management RSUD Bangil dengan waktu singkat. Direktur RSUD yang diwakili Muhammad Hayat, SKM. M.Kes dan Dr Aries Cahyo, MARS menerima perwakilan Hilmi kabupaten Pasuruan. Ba…

Data Banjir Era Jokowi - Ahok - Djarot - Anies Dibuka: Era Jokowi - Ahok Paling Ancur!



Sabtu, 4 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Banjir terjadi di Jakarta dari tahun ke tahun. Pemprov DKI Jakarta dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

Sebelum banjir yang terjadi di tahun baru 2020, banjir yang terjadi pada 2013 kerap disebut-sebut dan dibandingkan. Pada banjir 2013, DKI Jakarta dipimpin Joko Widodo (2012-2014). Sementara pada 2020, Jakarta dipimpin Anies Baswedan (2017-sekarang).

Dalam rentang tujuh tahun ini, ada dua gubernur lagi yang menjabat, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (BTP alias Ahok) pada periode 2014-2017. Setelah Ahok, Jakarta dipimpin Djarot Saiful Hidayat pada 2017.

Pada 2017, Jakarta tiga kali dipimpin gubernur yang berbeda. Masa jabatan Ahok berakhir pada Juni 2017 dan dilanjutkan Djarot hingga tengah Oktober 2017. Selanjutnya, Anies memimpin Jakarta setelah memenangi Pilgub DKI 2017.

Berdasarkan data yang dipunyai Pemprov DKI, banyak warga yang terkena dampak banjir paling banyak terjadi pada Januari dan Februari. Data yang ditampilkan ini berdasarkan data yang diunggah Pemprov DKI Jakarta dan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Berikut ini data banjir pada periode 2013-2020.

Era Jokowi

2013
Januari
Kecamatan terdampak: 35
Kelurahan terdampak: 124
Warga terdampak: 1.226.487 orang
Korban meninggal: 38 jiwa
Jumlah pengungsi: 83.554 orang
Jumlah pengungsian: 1.115 titik
Lama genangan: 15 hari
Ketinggian banjir: 10-400 cm

Februari
Kecamatan terdampak: 15
Kelurahan terdampak: 34
Warga terdampak: 46.865 orang
Korban meninggal: 0 jiwa
Jumlah pengungsi: 740 orang
Jumlah pengungsian: 21 titik
Lama genangan: 8 hari
Ketinggian banjir: 10-175 cm

2014
Januari
Kecamatan terdampak: 37
Kelurahan terdampak: 125
Warga terdampak: 245.950 orang
Korban meninggal: 23 jiwa
Jumlah pengungsi: 122.147 orang
Jumlah pengungsian: 434 titik
Lama genangan: 20 hari
Ketinggian banjir: 10-400 cm

Februari
Kecamatan terdampak: 21
Kelurahan terdampak: 45
Warga terdampak: 164.940 orang
Korban meninggal: 0 jiwa
Jumlah pengungsi: 740 orang
Jumlah pengungsian: 21 titik
Lama genangan: 20 hari
Ketinggian banjir: 10-300 cm

Era Ahok

2015
Januari
Kecamatan terdampak: 15
Kelurahan terdampak: 36
Warga terdampak: 13.073 orang
Korban meninggal: 0 jiwa
Jumlah pengungsi: 3.255 orang
Jumlah pengungsian: 59 titik
Lama genangan: 2 hari
Ketinggian banjir: 10-150 cm

Februari
Kecamatan terdampak: 38
Kelurahan terdampak: 133
Warga terdampak: 231.556 orang
Korban meninggal: 5 jiwa
Jumlah pengungsi: 41.202 orang
Jumlah pengungsian: 337 titik
Lama genangan: 7 hari
Ketinggian banjir: 10-200 cm

2016
Januari
Kecamatan terdampak: 8
Kelurahan terdampak: 13
Warga terdampak: 3.853 orang
Korban meninggal: 0 jiwa
Jumlah pengungsi: tak ada data
Jumlah pengungsian: tak ada data
Lama genangan: 2 hari
Ketinggian banjir: 10-80 cm

Februari
Kecamatan terdampak: 25
Kelurahan terdampak: 70
Warga terdampak: 70.218 orang
Korban meninggal: 0 jiwa
Jumlah pengungsi: 1.137 orang
Jumlah pengungsian: 45 titik
Lama genangan: 2 hari
Ketinggian banjir: 5-200 cm

Era Ahok, Djarot, dan Anies

2017
Januari
Kecamatan terdampak: 4
Kelurahan terdampak: 5
Warga terdampak: tak ada data
Korban meninggal: 0 jiwa
Jumlah pengungsi: tak ada data
Jumlah pengungsian: tak ada data
Lama genangan: 2 hari
Ketinggian banjir: 10-70 cm

Februari
Kecamatan terdampak: 31
Kelurahan terdampak:67
Warga terdampak: 19.325 orang
Korban meninggal: 6 jiwa
Jumlah pengungsi: 5.858 orang
Jumlah pengungsian: 45 titik
Lama genangan: 5 hari
Ketinggian banjir: 10-250 cm

Era Anies

2018
Januari
Kecamatan terdampak: 5
Kelurahan terdampak: 8
Warga terdampak: 0 orang
Korban meninggal: 0 jiwa
Jumlah pengungsi: 0 orang
Jumlah pengungsian: 0 orang
Lama genangan: 1-2 hari
Ketinggian banjir: 5-40 cm

Februari
Kecamatan terdampak: 24
Kelurahan terdampak: 43
Warga terdampak: 19.456 orang
Korban meninggal: 1 jiwa
Jumlah pengungsi: 15.558 orang
Jumlah pengungsian: 60 titik
Lama genangan: 1-6 hari
Ketinggian banjir: 5-300 cm

2019
April-Mei-Oktober
Kecamatan terdampak: 15
Kelurahan terdampak: 29
Warga terdampak: 3.860 orang
Korban meninggal: 2 jiwa
Jumlah pengungsi: 725 orang
Jumlah pengungsian: 13 titik

2020
Januari
Kecamatan terdampak: 17
Kelurahan terdampak: 39
Warga terdampak: belum ada data
Korban meninggal: 9
Jumlah pengungsi: 11.474
Jumlah pengungsian: 70

Foto: Banjir di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Januari 2013.

Sumber: detik.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…