Langsung ke konten utama

Featured Post

Kenang Joserizal Jurnalis: Sekum FPI: Dia Mujahid, Meski Sakit Terus Beramal

Senin, 20 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pendiri Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, dr Joserizal Jurnalis meninggal dunia, karena sakit jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Senin 20 Januari 2020. Front Pembela Islam atau FPI ikut berduka cita.

Sekretaris DPP FPI, Haji Munarman mengatakan, Indonesia saat ini kehilangan seorang tokoh kemanusiaan, sekaligus ahli bidang orthopedi atau bedah tulang. Menurutnya, figur Joserizal sebagai tokoh yang banyak membela kaum muslimin.

"Merupakan tokoh pergerakan yang banyak membela kepentingan kaum muslimin yang tertindas. Bukan saja dalam lingkup Indonesia, tetapi lingkup Internasional," kata Ustadz Munarman, Senin.

Ustadz Munarman menyebut, Joserizal merupakan penasihat Hilal Merah Indonesia (HILMI), ormas sayap FPI. Selain itu, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu juga pernah menjabat Ketua Departemen Kemanusiaan FPI.

Kata Ustadz Munarman, kiprah Joserizal di kancah internasional, yaitu keber…

Bantu Bocah 9 Tahun Penderita Tumor Colly, HILMI - FPI NTB Bawa Ke RSUP Sanglah Denpasar



Rabu, 15 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Nur Heliza Hawani (9 thn) anak pertama dari pasangan suami istri (Pasturi) Bapak Aswandi (37 thn) dan Ibu Suanti (28 thn) yang kini mengenyam pendidikan dibangku Sekolah Dasar harus menghadapi ujian yang besar bagi dirinya serta keluarganya sejak 2017 silam.

Pada 2018 silam, Heliza sempat mendapatkan operasi pengangkatan benjolan yang ada dibagian lehernya setelah menjual tanah milik ayahnya, namun selang satu minggu benjolan itu tumbuh kembali.

Menurut Syafi’i, Relawan HILMI-FPI NTB, heliza didiagnosa Tumor Colly setelah diperiksa seorang dokter di Rumah Sakit Matraman saat dibawa oleh Tim Sahabat Yatim Dhuafa Lombok. pada Oktober 2019 lalu. Karena minimnya perlengkapan dirumah sakit tersebut, Ia harus dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar untuk menjalani Kemoterapi.

Orangtua Heliza bekerja sebagai buruh nelayan, dimana penghasilan yang tidak menentu kisaran Rp. 70rb hingga Rp. 100rb itu membuat mereka tidak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan anak pertamanya itu.

Mendengar kabar persoalan Heliza, Relawan HILMI-FPI segera mendatangi kediamannya di Desa Buntiang, kecamatan Sakre Barat, kabupaten Lombok Timur, pada awal november 2019 untuk memastikan kondisi terakhir anak dari bapak Aswandi tersebut.

Tepat pada 24 Desember 2019, Tim HILMI-FPI NTB segera membawa Heliza bersama keluarga berangkat menuju RSUP Sangla Denpasar, setelah berkoordinasi dengan DPP HILMI-FPI di Jakarta. Untuk mendapatakan pengobatan serta peralatan yang lebih memadai.

Harapan yang besar bagi keluarga khususnya, agar Heliza bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya selama lebih dari dua tahun. Meski harus menyebrangi pulau.

“Harapan kami ia segera sembuh, karena keterbatasan pasien dari sisi ekonomi, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu kesembuhannya,” kata Syafi’i Relawan HILMI-FPI NTB.

Berdasarkan informasi dari syafi’i yang didapat dari pihak RSUP Sangla Denpasar, kini kondisi heliza dalam keadaan stabil meski harus pulang-pergi (PP) dari rumah singgahnya setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan bagian dalam untuk melangkah ke Kemoterapi nantinya.

HILMI-FPI juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak terutama staf dan karyawan Lion Air yang telah membantu keberangkatan serta kepedulian Rumah Singgah terhadap Heliza.

Narasumber : Relawan HILMI-FPI NTB, Syafi’i, HILMI - FPI

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…