Langsung ke konten utama

Featured Post

Jangan Ajari Saya Toleransi Dan Pancasila (7): Berteman Dengan Pendeta

Jum'at, 5 Juni 2020

Faktakini.net

Sebagai pendeta, banyak yang tidak menyukai Marsia, termasuk pendeta. Sebab, ia selalu berbicara apa adanya dan tidak memakan babi.

Oleh Mangarahon Dongoran

Kembali ke FB saya yang diserang pendukung penjual lapo tuak itu, saya menantang mereka satu per satu untuk membuktikan bagaimana membangun dan menjalin toleransi itu. Saya menjelaskan, bagi saya menjual minuman keras itu haram dan melanggar aturan perundang-undangan. Penjualan tuak di bulan suci Ramadhan dan dijual di tengah mayoritas Islam, jelas menunjukkan sikap tidak toleran, dan bahkan sangat angkuh.

Ketika ada seorang bertanya, “Apakah saya salah jika hanya sendiri atau satu keluarga di tengah kaum muslim kemudian minum tuak?”

Saya jawab, kalau minumnya di dalam rumah dan tidak mabuk serta teriak-teriak keluar itu urusan Anda. Akan tetapi, tentu ada tatakrama lingkungan yang harus dijaga dan dipatuhi.

Saya pun mengatakan, jjka saya seorang Muslim dan tinggal di tengah mayoritas Kristen…

Banjir Landa Denpasar Bali Sejak Rabu (1/1/2020) Pagi



Senin, 6 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kota Denpasar sejak Rabu pagi (1/1/2020), menyebabkan sejumlah titik mengalami banjir. Ini terjadi di beberapa jalan seperti Jl. Letda Reta, Denpasar dan Jl. Kaliasem samping rumah dinas Gubernur Provinsi Bali.

"Tiap kali hujan lebat pasti terjadi seperti ini, apalagi ini dekat masjid juga, beberapa warga yang mau ke masjid akan susah kalau banjir seperti ini," ujar Suyanto (40) warga Jl. Letda Reta, Denpasar, Rabu (1/1).

Menurut Suyanto, besarnya genangan yang terjadi saat ini tidak begitu parah jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu.

"Kalau sekarang ini kan cuma semata kaki aja atau paling 5 cm, kalau hujannya lebih parah lagi bisa saja naik sampai ke trotoar," ujarnya.
Selain itu, banjir juga melanda Jl. Kaliasem di samping rumah dinas Gubernur Provinsi Bali.

Menurut Rachmad (36) salah seorang pedagang di lapangan puputan Bandung, banjir terjadi lantaran saluran drainase tersumbat oleh banyaknya sampah.

"Biasanya petugas kebersihan langsung ada mengatasi itu sebelum besar banjirnya, tapi hari ini kok belum ada ya, saya juga bingung," ketusnya.

Apalagi menurut Rachmad, setelah perayaan tahun baru selama, banyak sekali sampah yang berserakan di pinggir jalan. Sehingga perlu adanya penanganan serius dari pihak kebersihan.

Sementara itu di Jl Ratna dan Kenyeri, Denpasar, banjir setinggi selangkangan melanda kawasan Banjar

"Di sini memang sering terjadi banjir, karena memang daerah rendah" ujar Wayan Kardana, salah seorang warga.

Selain karena wilayah cekungan, keberadaan saluran air disana juga terhalang oleh sampah sehingga aliran air terganggu dan menggenang.

Beberapa kendaraan berusaha menerobos banjir, namun ada pula yang mogok karena mati. Beberapa warga terlihat berusaha memperbaiki aliran got agar air bisa mengalir.

Foto: Banjir di Jalan Ratna, Denpasar - KR14

Sumber: kumparan.com




Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…