Langsung ke konten utama

Featured Post

Stok Darah PMI Menipis, Anggota MPI Donorkan Darah Di Pelaihari Kalsel

Ahad, 31 Mei 2020
Faktakini.net, Jakarta - Menipisnya stok darah Palang Merah Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, membuat hati Mujahidah Pembela Islam (MPI), sayap juang FPI itu tergerak.
Pada hari ini Ahad (31/5/2020), lima orang anggota MPI menyambangi stand PMI di Kota Pelaihari, untuk melaksanakan tes kesehatan sebelum dilakukan transfusi.
"Ini pertama kali saya donor darah, rasanya grogi dan deg-degan," ujar Hikmah, salah seorang anggota MPI usai mendonorkan darahnya.
Hikmah mengatakan, dari lima orang anggota MPI hanya ia yang lolos test. Sedangkan sisanya ditolak petugas karena alasan kesehatan dan usia. 
"Kami taunya dari PMI yang mengunggah di medsos, Facebook. Katanya, bahwa stok darah menipis, dan meminta sukarelawan untuk tetap mendonorkan darahnya langsung di stand PMI," lanjut Hikmah. 
Hikmah berharap, dengan adanya kemauan yang kuat dan rasa empati yang tinggi, diharapkan untuk bisa menolong sesama walau hanya dengan …

Banjir Di Surabaya Saja Gagal Ia Tangani, Risma Dinilai Belum Layak Memimpin Jakarta


Kamis, 16 Desember 2020

Faktakini.net

Ini sudah menjadi takdir Tuhan atas segala ketentuan alam. Banjir kini melanda Kota Surabaya. Entah untuk sebuah ujian yang harus diselesaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setelah digadang-gadang akan maju di Pilkada Jakarta 2022.

Belum kering rasanya bibir elit politik PDI Perjuangan mengeluh-eluhkan Risma siap memimpin Jakarta. Disebutnya, Risma telah banyak berhasil menata lingkungan Surabaya dan diharapkan akan mampu membenahi Jakarta.

Alam justru menjawab dengan hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak rabu sore. Ibukota Jawa Timur itu bernasib sama dengan Ibu kota Negara di awal tahun baru. Banjir sampai setinggi 1 meter kini merendam sejumlah kawasan seperti Kandangsari, Ketintang, Mayjen Sungkono, Bogowonto dan lain sebaginya.

Dikutip dari www.liputan6.com, banjir terjadi diakibatkan saluran air atau box culvert yang tidak bisa menampung air saat hujan deras. Menurut warga setempat, Laila, ini dikarenakan saluran air dari sisi utara dan selatan tidak menyambung, ditambah lagi banyaknya sampah yang membuat banjir.

Banjir di Surabaya seperti memberi ujian kepada Risma setelah para elit politik Jakarta begitu membanggakannya.

Apakah Risma bisa lebih cepat mengatasi banjir di daerahnya dari pada Anies Baswedan yang tidak habis-habisnya mendapatkan kritik dari lawan politik?

Situasi politik saat ini sungguh lucu. Banjir saja bisa dipolitisi. Bagi lawan politik, banjir besar Jakarta di awal tahun dianggapnya Anies tidak bertanggungjawab. Hingga muncul gugatan hukum warga yang merasa dirugikan akibat banjir. Banyak yang nyinyir atas kinerja Anies yang lamban mengatasi banjir. Padahal banjir tidak hanya di Jakarta, tapi yang paling berisik menyalahkan gubenur hanya di Jakarta.

Publik tentu akan menunggu bagaimana Risma bekerja mengatasi banjir di Surabaya. Tentu ini bisa dijadikan prestasi Risma yang sudah digadang-gadang akan merambah Jakarta. Ya, meskipun kondisi lingkungan Surabaya berbeda dengan Jakarta.

Risma yang sudah menjabat dua periode Wali Kota Surabaya itu pun memberi signal siap hijrah ke Jakarta jika mendapat dukungan dari Ketum PDI Perjuangan Megawati.

Soal banjir, Risma dianggap mampu membenahi Jakarta oleh para pendukungnya. Bahkan dianggapnya Risma lebih baik dari Anies dalam menata lingkungan.

Entah apa yang dicari dari elite politik? Banjir saja bisa dijadikan alat untuk menumbangkan lawan demi mendapat kekuasaan.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…