Langsung ke konten utama

Featured Post

"HRS Galang Dana Rp 500 M" = Hoax, Fakta: HRS Kerahkan Relawan FPI Basmi Corona Cina

Ahad, 29 Maret 2020

Faktakini.net, Jakarta - Disaat bangsa Indonesia sedang giat berjuang melawan Virus COVID-19 (Corona) kiriman dari Wuhan Cina, bukannya melakukan penyemprotan disinfektan seperti yang gencar dilakukan oleh Relawan FPI, para musuh Islam malah menghabiskan waktunya untuk membikin fitnah-fitnah baru untuk menyerang FPI dan Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Sebagaimana diketahui Habib Rizieq saat ini sedang gencar-gencarnya mengerahkan ribuan relawan FPI dan sayap juangnya di berbagai daerah untuk membagi-bagikan masker dan melakukan penyemprotan disinfektan, demi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Cina.

Link berita ribuan Relawan FPI di berbagai daerah gencar lakukan penyemprotan disinfektan, bisa dilihat di link berikut👇🏼
https://www.faktakini.net/search/label/Aksi%20Sosial%20Kemanusiaan?m=1

Namun para musuh Islam bukannya mengikuti jejak mulia Imam Besar Habib Rizieq Shihab dan para Relawan FPI ini, tetapi mereka malah sibuk memproduksi hoax dan fitn…

Anies Diserang PSI Soal Banjir, Fahira Ungkap Buruknya Kinerja Jokowi dan Ahok Saat Pimpin DKI: Istana Pun Banjir



Jum'at, 17 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Surabaya, Semarang, Bandung, Bekasi, Banten dan kota-kota lainnya dihajar banjir dahsyat di awal tahun 2020 ini. Namun para Gubernur di daerah tersebut tidak ada satu pun yang dituntut mundur dengan alasan tak mampu mengatasi masalah banjir.

Namun kejadian berbeda terjadi di Jakarta, dimana Gubernur DKI Anies Baswedan dituntut mundur oleh segelintir kalangan, dengan alasan di Jakarta terjadi banjir. Padahal banjir di Jakarta sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu bahkan di era Jokowi dan Ahok jauh lebih parah lagi, Istana Negara pun kebanjiran, dan wilayah Bundaran HI menjadi lautan air berwarna coklat.

Munculnya serangan dari pihak haters yang menjelekkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena peristiwa banjir di Jakarta, membuat warga Jakarta termasuk Anggota DPD RI Fahira Idris geram.

Ia pun akhirnya membeberkan fakta menjelaskan Anies sudah menangani banjir dengan baik apabila dibandingkan dengan masa Jokowi dan Ahok menjadi Gubernur.

Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompastv, Kamis (16/1/2020), awalnya Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Anthony Winza menjelaskan berdasarkan pengamatan yang ia lakukan sejak hari pertama terjadinya banjir, ia menuding Anies tidak siap mengatasi datangnya banjir di Jakarta.

"Menurut saya dengan terjadinya 1 Januari kemarin, sudah menunjukkan tidak siap, buktinya sudah ada, se-simple (sesederhana) itu," kata Anthony.

Fahira pun tidak setuju Anies dituding tak siap menghadapi datangnya banjir.

Ia kemudian membandingkan kinerja Anies dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Soal mengatasi banjir, Fahira mengungkapkan Anies memiliki keunggulan dibandingkan dua Gubernur Jakarta terdahulu.

"Anda (Anthony) pernah memebandingkan enggak, saat Pak Jokowi, Jakarta itu surut 7 hari," kata Fahira.

"Pada saat Ahok Jakarta surut 7 hari, Pak Anies surut (banjir) 4 hari."

Melalui pernyataan tersebut, Fahira meminta agar tidak menuduh Anies tak serius atasi banjir di Jakarta.

Fahira meminta PSI membandingkan kinerja Anies dengan Jokowi dan Ahok untuk memastikan bahwa Pemprov DKI kini telah lebih baik mengatasi banjir.

"Lalu enggak boleh juga menafikkan, Pak Gub tidak melakukan apapun," ujar Fahira.

Tak sepaham dengan Fahira, Anthony tetap mengklaim adanya ketidaksiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di bawah pimpinan Anies.

"Saya tidak mau membanding-bandingkan, yang saya mau adalah menunjukkan adanya ketidaksiapan," kata Anthony.

"Buktinya terlihat tanggal 1 Januari, kalau katanya memang sudah ada toa, toa nya mana, bunyi enggak?" tambahnya.

Kemudian Fahira menunjukkan fakta-fakta yang menyebabkan terjadinya banjir Jakarta di tahun ini.

Ia menyebut banjir kali ini berat karena adanya faktor alam.

"Jadi sepanjang tahun, dalam 154 tahun kali ini lah Jakarta yang paling tinggi curah hujannya, 337 milimeter per hari," terang Fahira.

"Jadi memang dahsyat cobaan kali ini, ini ujiannya besar," tambahnya.

Meskipun menghadapi intensitas hujan yang tinggi, Fahira membeberkan fakta Anies lebih berhasil dibandingkan Jokowi dan Ahok dalam penanganan banjir.

Ia meyakini meskipun Jakarta mengalami curah hujan yang tinggi lagi, Pemprov DKI tetap siap menghadapinya.

"Tapi upaya yang dilakukan menurut saya maksimal, sehingga waktu surutnya 4 hari," terangnya.

"Saya rasa siap, buktinya itu, Thamrin, Sudirman, Istana tidak terendam."

"Sedangkan di saat Pak Jokowi dan Ahok jadi gubernur, itu semua terendam," lanjut Fahira.

Fahira Sebut Demo Turunkan Anies Norak

Anggota DPD RI Fahira Idris menanggapi soal munculnya protes penurunan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena masalah banjir di Jakarta.

Ia mengatakan aksi protes tersebut sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan keluhan soal masalah banjir di Jakarta.

Dikutip TribunWow.com, mulanya Fahira mengatakan apa yang dilakukan oleh pihak yang memprotes Anies sebagai aksi berlebihan.

Adanya aksi yang memprotes turunnya Anies Baswedan karena banjir menurut Fahira Idris adalah hal norak dan tidak sesuai dengan masalah yang ada
Adanya aksi yang memprotes turunnya Anies Baswedan karena banjir menurut Fahira Idris adalah hal norak dan tidak sesuai dengan masalah yang ada (YouTube tvOneNews)
Ia menyindir aksi protes tersebut sebagai sesuatu yang norak dan berindikasi makar.

"Saya merasa apa yang mereka lakukan terlalu berlebihan, apalagi isunya sudah ingin menurunkan gubernur," kata Fahira di acara 'KABAR PETANG' tvOneNews, Selasa (14/1/2020).

Fahira meminta PSI membandingkan kinerja Anies dengan Jokowi dan Ahok untuk memastikan bahwa Pemprov DKI kini telah lebih baik mengatasi banjir.

"Menurut saya itu aksinya norak, makar, tidak sesuai. Kalau misalnya menyampaikan aspirasi mengenai keluhan banjir tidak ada masalah," tambahnya.

Fahira mengatakan aksi penurunan Anies tidak bisa dibenarkan.

"Tapi kenapa menjadi berlebih-lebihan hingga ingin menurunkan Anies Baswedan, dan hari ini massa mereka sangat sedikit sekali, dan massa pendukung Anies Baswedan Alhamdulillah banyak yang hadir hari ini," paparnya.

Wanita yang juga pernah menuntut Ade Armando atas meme joker tersebut lalu membahas soal gugatan korban banjir Jakarta terhadap kelalaian Anies dalam menanggulangi banjir.

Sumber: tribunnews.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…