Langsung ke konten utama

Featured Post

Cegah Corona, FPI Tanjabbar Jambi Semprotkan Disinfektan Di Kelurahan Tungkal III

Sabtu, 4 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Warga Kelurahan Tungkal III dan Kelurahan Kampung Nelayan, bahagia dan bersyukur atas Aksi Relawan DPW FPI Tanjabbarat Jambi yang terus berjuang untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan turun langsung melakukan penyemprotan cairan Disinfektan.

Pada hari ini Sabtu, 4 April 2020, Relawan FPI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa Ruas Jalan dan Rumah Warga di Kelurahan Tungkal III dan Masjid Al Hidayah (Masjid Lama) di Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir.

Kegiatan yang dilakukan ini dilakukan sejak pukul 16.00 wib s.d selesai dipimpin langsung oleh Ustad Fahmi Achmad Al Yamani (Ketua Tanfidzi DPW FPI Tanjabbarat) dan Ustad Latifurrahmat S.Sy (Sekretaris DPW FPI Tanjabbarat).




Paus Fransiskus Akui Para Pendeta Lakukan Kekerasan Seksual Pada Biarawati



Rabu, 18 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus telah mengakui bahwa para pendeta di lingkungan Gereja Katolik melakukan pelecehan seksual terhadap para biarawati, dan dalam satu kasus, perilaku itu menjadi bentuk kekerasan ketika korban disimpan sebagai budak seks.

Dia mengatakan, pendahulunya, Paus Benediktus, pernah terpaksa menutup seluruh kongregasi biarawati karena dilecehkan oleh para pendeta, demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/2/2019).

Diperkirakan ini adalah pertama kalinya Paus Fransiskus mengakui skandal pelecehan seksual biarawati oleh para pendeta.

Dia mengatakan Vatikan berusaha untuk mengatasi masalah tersebut tetapi menambahkan hal itu "masih berlangsung".

Paus Fransiskus membuat komentar pada Selasa 5 Februari 2019 kepada para wartawan saat melakukan perjalanan bersejarah ke Timur Tengah.

Dia mengakui bahwa para pendeta dan uskup telah melecehkan biarawati, tetapi mengatakan Gereja sadar akan masalah ini dan "mengusahakan" agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan Gereja Katolik lain.

"Itu jalan yang sudah kita lalui," katanya.

"Paus Benediktus memiliki keberanian untuk membubarkan sebuah jemaat perempuan pada tingkat tertentu, karena perbudakan perempuan ini telah memasukinya - perbudakan, bahkan sampai pada titik perbudakan seksual."

Paus Fransiskus mengatakan pelecehan seksual terhadap biarawati adalah masalah yang terus-menerus terjadi tetapi sebagian besar terjadi di "sejumlah jemaat, terutama yang baru".

November 2018, organisasi global biarawati Gereja Katolik mengecam "budaya keheningan dan kerahasiaan" yang mencegah mereka berbicara.

Beberapa hari yang lalu majalah perempuan Vatikan, Women Church World, mengutuk pelecehan itu, mengatakan dalam beberapa kasus biarawati dipaksa untuk menggugurkan anak-anak hasil hubungan dengan pendeta --sesuatu yang dilarang oleh Katolik.

Majalah itu mengatakan gerakan tagar #MeToo telah membuat lebih banyak perempuan berani maju menyuarakan pengalaman mereka tentang kekerasan seksual.

Foto: Paus Fransiskus

Sumber: liputan6.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Keluarga Besar Mbah Maimoen Silaturahmi Ke Kediaman Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 8 Agustus 2019

Faktakini.net, Mekkah - Pada hari ini, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H atau 8 Agustus 2019, keluarga besar Allahyarham KH Maimoen Zubair silaturahim ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.
Kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.
Habib Hanif menyatakan, "Hari ini di Makkah, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H. Silaturahmi keluarga Besar KH Maemoen Zubair ( Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dkl )  ke kediaman alwalid Habib Rizieq Shihab di Mekkah, mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah ditengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin."
Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair baru saja meninggal dunia di Mekkah, hari Selasa 6 Agustus 2019 sekitar pukul 04.17 waktu Saudi dan langsung dimakamkan hari itu…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…