PA 212 Kritik Tudingan Ngawur Stafsus Jokowi Soal 'Kubu Sebelah Megap-Megap'



Rabu, 4 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) KH Slamet Maarif mengkritik tudingan ngawur Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo, Billy Mambrasar, tentang 'kubu sebelah megap-megap'.

Kyai Slamet menyebut pernyataan Billy berpotensi memecah belah masyarakat. Menurutnya, Billy seharusnya fokus dengan tugasnya membantu program-program presiden daripada membuat pernyataan kontroversial.

"Orang awam bisa membacanya seperti itu (memecah belah). Tapi yang jelas memecah belah atau tidak, kita lihat nanti kerjanya seperti apa, ada manfaatnya apa tidak," kata Kyai Slamet saat ditemui usai Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Pria yang juga menjabat Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) itu mengatakan pilpres telah selesai, tapi barisanJokowi terlihat tidak mau menyelesaikan perbedaan. Hal itu terlihat dari pernyataan Billy sebagaistafsus, katanya.

Kyai Slamet menyinggung kepulangan Habib Rizieq sebagai contoh bahwa pemerintahan Jokowi tidak punya niat baik memperbaiki keadaan. Padahal, kata Kyai Slamet, pilkada hingga pilpres sudah selesai.

"Kalau ingin menyelesaikan persoalan, ya pulangkan dong Habib Rizieq, selesai semua, kita akan duduk bersama, kita akan komunikasi. Tapi selagi Habib Rizieq belum dipulangkan, mohon maaf kami tidak akan komunikasi dengan pemerintah," tegasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo, Billy Mambrasar memicu perdebatan publik lewat akun Twitter @kitongbisa. Billy mengunggah foto seusai berdiskusi dengan kaum muda untuk membahas dunia bisnis. Unggahan itu dibubuhi cuitan bernada provokatif.

"Setelah membahas tentang Pancasila (yang bikin kubu sebelah megap-megap). Lalu mendesain kartu Pra-kerja di Jakarta. Lalu saya ke Pulau Damai penuh keberagaman: Bali! Untuk mengisi materi co-working space, mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda. Untuk pengurangan pengangguran dan angka kemiskinan," tulis Billy dalam cuitannya.

Tak lama setelah diunggah, kritik menghujani kolom komentar. Billy menghapus cuitan blunder bodoh tersebut dan membuat pernyataan klarifikasi beberapa saat setelahnya.

"Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah satu cuitan saya yang menggunakan kata yang menimbulkan multitafsir, yaitu kata: 'kubu'," tulisnya seperti dikutip CNNIndonesia.com, Minggu (1/12).

Foto: KH Slamet Maarif di acara Reuni 212 di Monas, Senin (2/12/2019)

Sumber: Cnnindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel