Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Ajak Naik Arung Jeram, Relawan FPI Hibur Bocah Korban Banjir Di Sukajaya Bogor

Senin, 20 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tak hanya orang dewasa yang menderita akibat musibah banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat di awal tahun 2020 ini, tetapi juga kalangan anak-anak.

Untuk itu Relawan FPI nasional paska banjir dan longsor di Kampung Banar, Desa Harkatjaya kecamatan Sukajaya mencoba menghibur anak-anak korban terdampak banjir sekaligus menghilangkan trauma akan bencana tersebut, dengan mengajak mereka naik arung jeram.

Alhamdulillah, para bocah itu nampak sangat bergembira dan menikmati naik arung jeram bersama para Relawan FPI.

"Sungguh senang rasanya melihat senyum dan tawa itu terlihat di wajah-wajah bocah terdampak banjir dan longsor ini", ujar Andre Aston Relawan FPI Jatim

Sebagaimana diketahui, banyak wilayah di Jawa Barat, Banten, Jakarta dan lainnya dilanda banjir akibat hujan deras yang turun terus menerus di malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2019).

Para Relawan Front Pembela …

Jurnalis Muslimah Indonesia Dipaksa Bugil Saat Ditahan Imigrasi Hong Kong


Senin, 9 Desember Indonesia

Faktakini.net, Jakarta - Seorang asisten rumah tangga sekaligus jurnalis asal Indonesia, Yuli Riswati (39), menyatakan dia dipaksa untuk bugil dengan dalih pemeriksaan kesehatan, ketika ditahan oleh aparat Imigrasi Castle Peak Bay Hong Kong (CIC) sebelum dideportasi. Dia menyampaikan hal itu dalam telewicara yang dilakukan di sela-sela aksi unjuk rasa warga Hong Kong yang mendukungnya pada akhir pekan lalu.

Seperti dilansir South China Morning Post, Senin (9/12), Yuli mengatakan dia ditahan pada 23 September lalu dengan alasan masa berlaku visa sudah habis sejak 27 Juli. Dia lantas ditahan di imigrasi pada 4 November.

Yuli menyatakan depresi ketika ditahan selama 29 hari di imigrasi. Dia mengaku dipaksa untuk membuka seluruh pakaian di hadapan dokter lelaki dengan alasan untuk pemeriksaan kesehatan.

"Mereka (petugas imigrasi) memerintahkan saya untuk membuka baju dengan alasan pemeriksaan kesehatan. Saya langsung ketakutan ketika tahu bahwa dokter yang memeriksa ternyata lelaki," kata Yuli dalam telewicara.

"Dalam keyakinan Islam, tubuh seorang perempuan haram dilihat oleh lelaki di luar keluarganya. Namun, mereka memaksa saya untuk membuka baju. Saya muslimah. Sangat memalukan melakukan hal itu di hadapan lelaki," lanjut Yuli.

Dalam aksi damai itu, para peserta sempat meneriakkan slogan, "Kami mendukung Yuli". Hal itu membuat Yuli yang sedang melakukan telewicara sempat terbata-bata karena menangis.

"Kita saat ini seperti satu keluarga. Saya harap kalian bisa mendukung seluruh teman-teman saya. Banyak warga minoritas yang dilecehkan di CIC," kata Yuli dengan bahasa Kanton.

Selain untuk aksi solidaritas atas deportasi Yuli, demonstran menggelar unjuk rasa itu untuk mendesak pemerintah Hong Kong menghargai para pekerja migran yang menjadi asisten rumah tangga untuk berhak menyuarakan aspirasi dan ikut serta dalam kegiatan politik.

Menurut para demonstran, pemerintah Hong Kong mendeportasi Yuli karena menulis soal gejolak politik di wilayah itu dalam situs berita Migran Pos yang diluncurkan pada Maret lalu. Mereka juga mempertanyakan mengapa aparat imigrasi menahannya hampir sebulan.

Menurut Koordinator Federasi Asisten Rumah Tangga Internasional, Fish Ip Pui-yu, pekerja migran yang terlambat memperbarui visa bisa meminta majikannya untuk memberi pernyataan tertulis atau menyerahkan salinan surat kontrak kerja kepada Imigrasi. Padahal, kata Ip, majikan Yuli sudah melakukan itu tetapi aparat tetap menahannya.

Terkait pengakuan Yuli, badan imigrasi Hong Kong menolak berkomentar. Mereka hanya menyatakan aturan yang dijalankan di CIC sudah sesuai dan memastikan berlaku sama bagi semua orang.

"Jika ada tahanan yang kecewa dengan aturan itu, mereka bisa mengajukan protes kepada kami melalui saluran yang sudah disediakan," kata juru bicara imigrasi Hong Kong.

CNNIndonesia.com sudah mencoba mengontak Kementerian Luar Negeri terkait pemberitaan ini. Namun, mereka belum memberikan jawaban.

Foto: Ilustrasi Imigrasi Hongkong

Sumber: cnnindonesia.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…