Langsung ke konten utama

Featured Post

New Normal (Pandangan Islam dalam konteks NKRI)

Sabtu, 30 Mei 2020

Faktakini.net

NEW NORMAL
(Pandangan Islam dalam konteks NKRI)

oleh ; Ustadz Salman Al Farisi Ghozali

Masih terasa di hati kita bagaimana susasan Idul Fitri 1441 H, walaupun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, kita masih menyambutnya dengan penuh rasa syukur dan bahagia.

Idul Fitri yang merupakan hari raya dan kebanggan Umat Islam , secara bahasa diambil dari dua kata yaitu ; _'iidun_ yang artinya kembali dan _fitrun_ yang artinya suci.

Secara istilah, maksudnya adalah di hari raya Idul Fitri kita diminta untuk hidup dalam keadaan bersih, suci dan tidak mengerjakan kemungkaran kedepannya. Karena bulan Ramadhan telah mendidik dan mengajarkan kepada kita untuk menjadi hamba² Allah yang bersih, suci dan meninggalkan perbuatan munkarat. 

Dalam konteks NKRI, Idul Fitri juga bisa disebut dengan New Normal dalam arti memulai kehidupan baru. Namun istilah New Normal bukan dipahami dengan kehidupan baru hanya sebatas membuka tempat tempat hiburan, pasar pasar tradi…

Inilah Pak Aep Yang Gowes Sepeda Bandung - Jakarta Untuk Hadiri Reuni 212


Rabu, 4 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Selain Ustadz Muhammad Fuad yang pergi ke acara Reuni 212 di Jakarta dengan menggunakan sepeda dari Balikpapan menuju Jakarta, ternyata ada pula peserta lainnya yang juga menggunakan sepeda menuju Jakarta.

Adalah pak Aep Hasan Fauzi, pria berusia 57 tahun, ini menempuh jarak lebih dari 180 kilometer menggunakan sepeda dari rumahnya di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti Reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.

"Sudah empat tahun saya selalu mengikuti Reuni 212 di Monas. Setiap tahun memang selalu pakai sepeda," kata Aep saat ditemui Tempo di Monas, Senin pagi tadi.

Ia mengatakan berangkat dari Bandung sejak Jumat kemarin. Aep tiba di Cipete, Jakarta Selatan, Jumat petang, pukul 18.00. "Saya mampir ke rumah kakak saya dulu di Cipete."

Bagi Aep, perjalanan dari Bandung ke Jakarta, untuk mengikuti reuni 212 sebagai wisata religi. Aep mengaku sangat bersimpati terhadap gerakan 212 karena menunjuk keutuhan umat Islam. Ia pun berharap reuni 212 terus diselenggarakan setiap tahunnua.

Sebab, menurut dia, reuni 212 bisa menjadi ajang silaturahmi umat Islam setiap tahunnya. Bahkan, bagi pesepeda sepertinya, kegiatan ini bisa menjadi ajang touring tahunan. "Karena bukan saya saja yang datang dari Bandung pakai sepeda ke reuni 212. Tahun kemarin saja ada 10 orang yang ikut pakai sepeda."

Menurut Aep, bersepeda dengan jarak yang cukup jauh memang menjadi hobinya. Bahkan, ia pernah menempuh Titik Nol Indonesia di Aceh. "Saya memang rutin bersepeda jarak jauh bersama komunitas. Januari tahun depan saya akan keliling ASEAN."

Pada Reuni 212 tahun ini, Aep berdoa agar masalah yang ada di negeri ini bisa segera diselesaikan, seperti kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup. Selain itu, ia berharap kepada pemerintah tidak terlalu berlebihan dalam mengawasi ulama saat berdakwah.

Sebabnya, ia melihat pemerintah era Presiden Joko Widodo berlebihan dalam mengawasi ulama yang berceramah.
Bahkan, dakwah ulama di masjid atau rumah ibadah lainnya sangat diawasi.

"Biarkan ulama berdakwah seperti biasanya, tanpa khawatir diawasi pemerintah diawasi secara berlebihan," tutur Aep soal kehadirannya yang rutin ke Reuni 212.

Foto: Aep Pria berusia 57 tahun ini menempuh jarak 180 kilometer menggunakan sepeda dari rumahnya di Bandung menuju Monas, Jakarta menghadiri Reuni 212.

Sumber: tempo.co

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…