Langsung ke konten utama

Featured Post

Umat Islam Polisikan Muwafiq Kasus Menghina Rasul, PWNU Jatim: Banser Kawal Muwafiq!

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah gelombang umat Islam menuntut proses hukum terhadap Muwafiq atas ucapannya yang merendahkan Nabi Muhammad SAW, PWNU Jawa Timur justru membela Muwafiq.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Abdussalam Sohib menganggap dinamika respons terhadap ceramah Muwafiq atau Gus Muwafiq yang dinilai menghina Nabi Muhammad telah selesai setelah yang bersangkutan telah meminta maaf.

Namun Abdussalam mempersilakan jika ada pihak-pihak yang ngotot ingin menempuh jalur hukum. “Kami hormati jika ada pihak yang menempuh jalur hukum. Asal jangan ada respons berlebihan di luar hukum,” kata Abdussalam di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 5 Desember 2019.

Respons di luar hukum yang dimaksud Abdussalam ialah bila ada penghadangan atau penggagalan pengajian oleh Muwafiq oleh kelompok-kelompok tertentu.

Jika itu sampai terjadi, ia katakan, NU Jawa Timur menginstruksikan seluruh kadernya agar mengamankan dakwah-dakwah Mu…

Inilah Pak Aep Yang Gowes Sepeda Bandung - Jakarta Untuk Hadiri Reuni 212


Rabu, 4 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Selain Ustadz Muhammad Fuad yang pergi ke acara Reuni 212 di Jakarta dengan menggunakan sepeda dari Balikpapan menuju Jakarta, ternyata ada pula peserta lainnya yang juga menggunakan sepeda menuju Jakarta.

Adalah pak Aep Hasan Fauzi, pria berusia 57 tahun, ini menempuh jarak lebih dari 180 kilometer menggunakan sepeda dari rumahnya di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti Reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.

"Sudah empat tahun saya selalu mengikuti Reuni 212 di Monas. Setiap tahun memang selalu pakai sepeda," kata Aep saat ditemui Tempo di Monas, Senin pagi tadi.

Ia mengatakan berangkat dari Bandung sejak Jumat kemarin. Aep tiba di Cipete, Jakarta Selatan, Jumat petang, pukul 18.00. "Saya mampir ke rumah kakak saya dulu di Cipete."

Bagi Aep, perjalanan dari Bandung ke Jakarta, untuk mengikuti reuni 212 sebagai wisata religi. Aep mengaku sangat bersimpati terhadap gerakan 212 karena menunjuk keutuhan umat Islam. Ia pun berharap reuni 212 terus diselenggarakan setiap tahunnua.

Sebab, menurut dia, reuni 212 bisa menjadi ajang silaturahmi umat Islam setiap tahunnya. Bahkan, bagi pesepeda sepertinya, kegiatan ini bisa menjadi ajang touring tahunan. "Karena bukan saya saja yang datang dari Bandung pakai sepeda ke reuni 212. Tahun kemarin saja ada 10 orang yang ikut pakai sepeda."

Menurut Aep, bersepeda dengan jarak yang cukup jauh memang menjadi hobinya. Bahkan, ia pernah menempuh Titik Nol Indonesia di Aceh. "Saya memang rutin bersepeda jarak jauh bersama komunitas. Januari tahun depan saya akan keliling ASEAN."

Pada Reuni 212 tahun ini, Aep berdoa agar masalah yang ada di negeri ini bisa segera diselesaikan, seperti kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup. Selain itu, ia berharap kepada pemerintah tidak terlalu berlebihan dalam mengawasi ulama saat berdakwah.

Sebabnya, ia melihat pemerintah era Presiden Joko Widodo berlebihan dalam mengawasi ulama yang berceramah.
Bahkan, dakwah ulama di masjid atau rumah ibadah lainnya sangat diawasi.

"Biarkan ulama berdakwah seperti biasanya, tanpa khawatir diawasi pemerintah diawasi secara berlebihan," tutur Aep soal kehadirannya yang rutin ke Reuni 212.

Foto: Aep Pria berusia 57 tahun ini menempuh jarak 180 kilometer menggunakan sepeda dari rumahnya di Bandung menuju Monas, Jakarta menghadiri Reuni 212.

Sumber: tempo.co

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…