Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Lampung Semprotkan Disinfektan Di MT Syubbanul Musthofa Dan Masjid

Sabtu, 4 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona / Covid 19 di Wilayah Kota Bandar Lampung khususnya,Lampung Umumnya, kegiatan penyemprotan disinfektan kembali dilakukan oleh DPD FPI Lampung pada hari ini Sabtu, 4 April 2020.

Kali ini penyemprotan dilakukan di kediaman Majelus Syubanul Musthofa, Pimpinan Al'Habib Kamal Bin Thohir Bin Shahab.

Kegiatan sosial ini dimulai dari jam 14 30 dan berakhir jam 17.40 WIB, dipimpin langsung oleh Mance S, Wakabid Organisasi DPD FPI Lampung, dan di bantu oleh dua orang Relawan Lampung.

Kegiatan ini akan terus berlanjut sampai batas waktu yg belum di tentukan.
Mengingat dan menindak lanjuti Intruksi IB HRS, Untuk senantiasa membantu dlm hal menanggulangi wabah Virus/memutus mata rantai Virus Covid 19 Corona, dan Imam Daerah FPI Lampung Habib Umar Syarif bin Abdillah Assegar, yang langsung terjun dan memonitoring pelaksanaan penyemprotan disinfektan di seluruh DPW, DPC dan DPR'a Se DPD Lamp…

Inilah Deretan Kasus Biarawati Jadi Budak Seks Pastor Sejak 1990-an




Rabu, 18 Desember 2019

Faktakini.net, Vatican City - Pernyataan Paus Fransiskus soal sejumlah biarawati yang menjadi korban budak seks para pastor dan uskup mengarahkan sorotan ke kasus-kasus lama yang terjadi beberapa tahun ke belakang. Laporan menyebutkan kasus semacam itu terjadi secara luas sejak lama, mulai dari Italia, Chile, India hingga Afrika.

Seperti dilansir The Associated Press, Kamis (7/2/2019), salah satu kasus terjadi di Italia sekitar 20 tahun lalu, saat seorang pastor setempat melakukan kekerasan seksual terhadap seorang biarawati yang sedang menyampaikan pengakuan dosa.

Saat itu, sang biarawati yang tak disebut namanya hanya melapor pada atasan dan direktur spiritualnya. Laporannya 'dibungkam' oleh budaya kerahasiaan Gereja Katolik juga sumpah kepatuhan yang diucapkan sang biarawati sendiri. Rasa takut dan malu juga berkontribusi pada menguapnya kasus tersebut.

"Kasus itu membuka luka besar dalam diri saya. Saya berpura-pura itu tidak pernah terjadi," tutur sang biarawati kepada The Associated Press dalam artikel pada Juli 2018 lalu.

Di India, seorang biarawati terang-terangan melaporkan seorang uskup setempat kepada polisi, yang disebutnya telah memperkosa dirinya sebanyak 13 kali selama dua tahun. Hal semacam ini tentu tidak terbayangkan bisa terjadi beberapa tahun ke belakang. Sang uskup telah ditangkap pada September 2018 setelah dinonaktifkan oleh Paus Fransiskus.

Kasus lainnya terjadi di Chile, dengan sejumlah biarawati setempat menyampaikan langsung kepada publik melalui televisi nasional tentang kisah-kisah mereka dilecehkan oleh para pastor dan bahkan sesama biarawati lainnya. Para biarawati itu mengungkapkan bagaimana atasan mereka di gereja tidak melakukan apapun untuk menghentikan hal itu.

Beberapa waktu terakhir -- khususnya karena gerakan antikekerasan seksual #MeToo, biarawati di berbagai negara mulai berani bicara soal kasus-kasus kekerasan seksual yang mereka alami setelah beberapa dekade bungkam. Kebanyakan kekerasan seksual dilakukan para pastor dan uskup di satu lingkungan gereja dengan mereka.

Penyelidikan The Associated Press menunjukkan kasus serupa muncul di Eropa, Afrika, Amerika Selatan dan Asia. Kasus serupa telah menjadi masalah global dan menyebar luas, yang menurut The Associated Press, turut dipicu oleh tradisi universal status kelas dua para biarawati di lingkungan Gereja Katolik dan kepatuhan mereka pada para pria yang menjadi atasan mereka.

Isu kekerasan seksual terhadap biarawati mencuat saat dunia dikejutkan oleh banyaknya skandal kejahatan seksual terhadap anak-anak oleh pastor dan uskup. Seberapa luas kasus kekerasan seksual terhadap biarawati terjadi, masih belum jelas. Para korban enggan melapor karena takut tidak dipercaya. Sedangkan para pemimpin Gereja Katolik enggan mengakui bahwa sejumlah pastor dan uskup mengabaikan sumpah selibat, karena tahu rahasia mereka akan aman.

Untuk di wilayah Afrika, kasus kekerasan seksual yang terjadi tidaklah sedikit. Salah satunya terungkap tahun 2013 di Uganda, ketika seorang pastor terkemuka menulis surat kepada atasannya yang isinya menyebut para pastor di wilayahnya menjalin hubungan asmara dengan para biarawati. Surat itu bukannya berujung penyelidikan, namun malah membuat sang pastor dijatuhi sanksi dan harus meminta maaf.

Jauh sebelum kasus-kasus tersebut terjadi beberapa tahun terakhir, laporan-laporan rahasia untuk para pejabat tinggi Gereja Katolik mengungkapkan bahwa praktik kekerasan seksual para pastor dan uskup terhadap biarawati terjadi di Afrika sejak tahun 1990-an.

Hasil kajian yang dilakukan mendiang biarawati Maura O'Donohue tahun 1994, salah satunya mengungkapkan ada sekitar 29 biarawati di satu lingkungan gereja yang hamil. Kajian itu dilakukan selama enam tahun di sebanyak 23 negara di Afrika. Laporan O'Donohue menyebut para biarawati dianggap sebagai mitra seksual yang 'aman' bagi para pastor yang khawatir terinfeksi HIV jika mereka melakukan hubungan intim dengan para pekerja seks atau wanita lain di luar gereja.

Baca juga:
Kesaksian Korban Pelecehan Seks Pastor Chile Selama Puluhan Tahun

Empat tahun kemudian, laporan lain yang disusun biarawati Marie McDonald menyebut tindak pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap para biarawati di Afrika oleh para pastor 'cukup umum' terjadi. Bahkan terkadang, sebut laporan McDonald, para biarawati sampai hamil dan dipaksa aborsi oleh para pastor.

Vatikan telah mengambil tindakan untuk berbagai kasus yang terjadi beberapa tahun terakhir, seperti kasus di Chile yang berujung pemanggilan seluruh Uskup Chile ke Roma oleh Paus Fransiskus. Di sana, para Uskup dari Chile ditawari untuk mengundurkan diri secara massal. Namun tidak diketahui pasti apakah untuk kasus-kasus yang terjadi berpuluh-puluh tahun lalu seperti di Afrika itu telah mencapai kejelasan.

Foto: ilustrasi

Sumber: detik.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Keluarga Besar Mbah Maimoen Silaturahmi Ke Kediaman Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 8 Agustus 2019

Faktakini.net, Mekkah - Pada hari ini, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H atau 8 Agustus 2019, keluarga besar Allahyarham KH Maimoen Zubair silaturahim ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.
Kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.
Habib Hanif menyatakan, "Hari ini di Makkah, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H. Silaturahmi keluarga Besar KH Maemoen Zubair ( Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dkl )  ke kediaman alwalid Habib Rizieq Shihab di Mekkah, mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah ditengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin."
Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair baru saja meninggal dunia di Mekkah, hari Selasa 6 Agustus 2019 sekitar pukul 04.17 waktu Saudi dan langsung dimakamkan hari itu…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…