Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kota Makassar Dan Sayap Juang Galang Dana Untuk Bantu Rakyat Palestina

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, kegiatan sosial kemanusiaan DPD FPI Sulawesi Selatan dan Kota Makassar beserta seluruh sayap juangnya masih terus berlanjut hingga kini.

Setelah sekitar tiga minggu lalu menggalang dana untuk korban angin puting beliung yang melanda Takalar, maka hari Rabu (4/12) dan Kamis (5/12/2019) FPI Sulsel dan Kota Makassar beserta sayap juang melakukan penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina.

Laporan FPI Kota Makassar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Kami dari MAWIL LPI KOTA MAKASSAR bersama HILMI DPD FPI SUL SEL dan MPI DPD FPI SUL SEL, mengadakan Penggalangan dana untuk palestina...
Rabu 04 desember 2019...

Panitia Penyelenggara,
 Korlap: Akbar Talli (Wali Laskar LPI KOTA MAKASSAR).
 bendahara: Nia Saturia(Wakil Bendahara MPI DPD FPI SUL SEL).
perlengkapan: Agus Salim(Wakil KA OPS MAWIL KOTA MAKASSAR)....

PENANGGUNG JAWAB:
Habib Muhammad Bin Ahmad Shahab(Ketua HILMI DPD FPI SUL SEL) dan Ilham Hatta(PAN…

Inilah Bang Sandi Yang Naik Kuda Dari Sukabumi Ke Monas Untuk Hadiri Reuni 212



Rabu, 4 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara Reuni 212 selalu penuh cerita yang unik dan menarik. Begitupun dengan Reuni 212 jilid III kali ini, jika pada umumnya para peserta datang menggunakan transportasi umum ataupun pribadi. Namun berbeda dengan Sandi Nopiandi, yang datang ke Monas mengendarai kuda.

Sandi Nopiandi, warga asal Sukabumi, Jawa Barat ini rela naik kuda ke Reuni 212 demi mensyiarkan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW, yaitu berkuda,

“Kami ingin mensyiarkan olahraga sunnah,” ucapnya kepada Kiblat.net pada Senin (02/12/2019).

Ia juga mengungkapkan bahwa tidak hanya dari Sukabumi yang datang menggunakan kuda. Selain dirinya, ada beberapa pengendara kuda dari daerah lain yaitu Bogor dan Depok yang juga menghadiri Reuni 212.

“Total sembilan kuda dengan gabungan Bogor, Sukabumi, dan Depok. Berangkat tanggal 30 hari Sabtu,” ucapnya.

Sandi juga menekankan bahwa untuk melakukan perjalanan ini, perlu persiapan yang matang. Baik persiapan fisik maupun mental dalam berkuda.

“Apalagi perjalanan jauh puluhan kilometer, butuh kesabaran dan keteguhan hati. Kita harus bisa memahami keadaan kuda, baik dia kelelahan, takut, dan lapar,” tuturnya.

Terakhir, ia juga menyampaikan bahwa di perjalanan banyak masyarakat yang memberikan semangat. Sebab, mereka sudah jarang melihat orang berkuda menempuh jarak yang cukup jauh.

Foto: Sandi Nopiandi, peserta Reuni 212 yang mengendarai kuda dari Sukabumi ke Monas. (Taufik/kiblat)

Sumber: kiblat.net

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…