Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI

Jum'at, 6 Desember 2019
Faktakini.net, Jakarta - Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI. 
Klik video:

Di Reuni 212, Habib Rizieq: Pencekalan Saya Adalah Pengasingan Dari Rezim Penguasa




Rabu, 4 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Reuni 212 kembali digelar di Monas, Jakarta. Acara berlangsung sukses dan penuh berkah dihadiri oleh jutaan umat 

Dalam kesempatan ini, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyampaikan sambutan melalui video.

Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq menyampaikan soal pencekalan terhadap dirinya. Dia menegaskan, dirinya belum bisa pulang ke Indonesia karena masih ada pencekalan dari pemerintah Arab Saudi.

"Saya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta reuni akbar yang sampai saat ini saya belum bisa hadir bersama karena saya masih dicekal oleh pemerintah Saudi dengan alasan keamanan atas permintaan dari pemerintah Indonesia. Karena itu, akhiri segala kebohongan di tengah kehidupan berbangsa," kata Habib Rizieq dalam video yang diputar saat Reuni 212, Senin (2/12).

Habib Rizieq menjelaskan dirinya berpegang pada pernyataan mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia syeikh Osama bin Mohammed Abdullah Al-Suabi. Saat itu, Syeikh Osama bersedia mengembalikan Habib Rizieq ke Indonesia tinggal menunggu sikap pemerintah Indonesia.

Selain itu, Habib Rizieq juga berpegang pada pernyataan Duta Besar Arab Saudi saat ini Esam A Abid Althagafi. Esam di kantor Menkopolhukam menyatakan pemerintah RI dan Saudi tengah bernegosiasi terkait pemulangan Habib Rizieq.

"Dua pernyataan duta besar itu sudah lebih dari pembuktian kesaksian kenapa karena pengakuan pejabat tinggi Saudi itu sudah cukup menjadi bukti bahwa pencekalan terjadi terhadap saya tak lain pengasingan yang dilakukan rezim penguasa saat ini," tutur dia.

"Sekali lagi setop kebohongan, setop dusta tidak perlu lagi melakukan pembohongan publik," ujar dia.

Untuk itu, Habib Rizieq meminta warga tak menanyakan pencekalan terhadap dirinya kepada FPI atau PA 212. Tapi tanyakan kepada pemerintah.

"Kesimpulannya, kenapa saya masih dicekal maka jangan ditanya ke FPI bahkan jangan tanya ke Saudi, tapi tanyakan ke pemerintah Indonesia yang sudah membuat pesanan, pencekalan, bahkan pengasingan dalam kemasan pencekalan," ucap dia.

Foto: Reuni 212 di Monas dan sekitarnya, Senin (2/12/2019) 

Sumber: kumparan.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…