Langsung ke konten utama

Featured Post

Umat Islam Polisikan Muwafiq Kasus Menghina Rasul, PWNU Jatim: Banser Kawal Muwafiq!

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah gelombang umat Islam menuntut proses hukum terhadap Muwafiq atas ucapannya yang merendahkan Nabi Muhammad SAW, PWNU Jawa Timur justru membela Muwafiq.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Abdussalam Sohib menganggap dinamika respons terhadap ceramah Muwafiq atau Gus Muwafiq yang dinilai menghina Nabi Muhammad telah selesai setelah yang bersangkutan telah meminta maaf.

Namun Abdussalam mempersilakan jika ada pihak-pihak yang ngotot ingin menempuh jalur hukum. “Kami hormati jika ada pihak yang menempuh jalur hukum. Asal jangan ada respons berlebihan di luar hukum,” kata Abdussalam di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 5 Desember 2019.

Respons di luar hukum yang dimaksud Abdussalam ialah bila ada penghadangan atau penggagalan pengajian oleh Muwafiq oleh kelompok-kelompok tertentu.

Jika itu sampai terjadi, ia katakan, NU Jawa Timur menginstruksikan seluruh kadernya agar mengamankan dakwah-dakwah Mu…

(Video) Serah Terima Pengawalan Bang Fuad Dari FPI Semarang Ke FPI Kendal, Gowes Menuju Reuni 212 Monas





Selasa, 26 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, Ustadz Muhammad Fuad yang sudah 8 hari menggenjot sepedanya dari Balikpapan menuju Jakarta, telah tiba di Kota Kendal, Jawa Tengah, hari ini Selasa (26/11/2019) sekitar pukul 4 sore.

Ustadz Muhammad Fuad yang akrab dipanggil Bang Fuad perwakilan DPW FPI Balikpapan ini sebelumnya tiba Kota Semarang, Jawa Tengah pada siang hari tadi sekitar pukul 10.30 WIB.

Sepanjang perjalanan ia dikawal oleh Laskar FPI Semarang, dan disambut meriah warga masyarakat yang berada di pinggir jalan.

Bang Muhammad Fuad yang mewakili DPW FPI Balikpapan, Kalimantan Timur ini sudah mengayuh sepeda melalui 8 hari perjalanan start dari Balikpapan dengan jarak tempuh mencapai ribuan kilo metet perjalanan darat melalui Hutan, Gunung dan sungai bahkan mengarungi lautan selama perjalanan pulau Kalimantan ke Pulau Jawa, demi untuk menghadiri Reuni Akbar Mujahid dan Mujahidah 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Setelah tiba di kota Kendal, dilakukan serah terima pengawalan untuk Bang Fuad dari DPW FPI Semarang ke DPW FPI Kendal.

Suasana haru begitu terasa saat Bang Fuad berpelukan dengan para Pengurus dan Laskar FPI Semarang yang telah mengawal dan menjaganya.

Kini pengawalan untuk Bang Fuad yang akan melanjutkan perjalanannya dilakukan oleh DPW FPI Kendal.

"Kami dari DPW FPI Kabupaten Kendal siap bertanggung jawab, mengawal dan menjamin perjalanan Ustadz Fuad sampai Pantura, Batang. Semua Laskar FPI Kabupaten Kendal mendukung sepenuhnya Reuni 212. Allahu Akbar!", ujar Pengurus DPW FPI Kendal.

Klik video serah terima pengawalan Bang Fuad dari FPI Semarang ke FPI Kendal:


Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…