Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI

Jum'at, 6 Desember 2019
Faktakini.net, Jakarta - Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI. 
Klik video:

Umat Islam Blora Menuntut Tangkap Dan Adili Sukmawati Penista Agama Islam



Jum'at, 29 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Gelombang aksi umat Islam untuk menuntut proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri yang kembali diduga kuat menistakan agama Islam, terus meluas.

Sejumlah warga yang tergabung dalam aliansi umat Islam Blora menggelar aksi damai tangkap dan adili Sukmawati Soekarnoputri, di alun-alun sebelah selatan kota Blora, Jumat (29/11) sore.

Aksi damai ini respon atas pernyataan  Sukmawati yang dianggap melecehkan agama, dengan menyamakan Nabi Muhammad S.A.W dengan tokoh proklamator Soekarno.

Dalam orasi yang bergantian mereka ingin agar Polri segera menindak, menangkap Sukmawati yang diduga telah melecehkan agama Islam. Sukmawati dianggap sebagau penista agama karena mengejek Nabi Muhammad S.A.W.

Dalam aksi damai yang dihadiri sekitar 200 orang ini, sebelum aksi digelar sejumlah petugas kepolisian melarang menggunakan atribut bendera apapun kecuali bendera merah putih.

Aturan ini sungguh aneh dan tidak ada dalam peraturan yang berlaku di Indonesia bahwa hanya Bendera Merah Putih yang boleh terlihat dalam aksi unjuk rasa.

Slah satu umat Islam peserta aksi bernama Muhammad Nur Wafi, sempat bersitegang ngotot tetap akan mengibarkan bendera tauhid, karena bendera tersebut tidak di larang di Indonesia.

"Mengapa tidak boleh, ini kan bendera Rosul, dan tidak ada larangan untuk mengibarkan, kalau bendera PKI jelas dilarang," tegas Nur Wafi.

Pihak Kemendagri sendiri secara tegas telah mengeluarkan pernyataan bahwa Bendera Tauhid tidak boleh dilarang untuk berkibar di Indonesia. Yang dilarang itu adalah Bendera HTI yaitu yang ada tulisan HTI nya.

"Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat Laillahaillallah,” kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Soedarmo lewat pesan singkatnya pada Sabtu (22/2/2017).

Namun sayangnya masih ada karangan yang kurang update alias telat informasi sehingga berbuat bodoh melarang-larang bendera tauhid.

Ketegangan tersebut sempat membuat aksi damai molor.

Sumber: rmol

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…