Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI

Jum'at, 6 Desember 2019
Faktakini.net, Jakarta - Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI. 
Klik video:

Terkait Pencekalan HRS, Damai Lubis: Menkopolhukam Delneming Atau Turut Serta


Rabu, 27 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Pengacara kondang dan Ketua Korlabi Damai Hari Lubis turut angkat suara mengenai perkembangan terbaru pencekalan terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Berikut ini pernyataan Damai Hari Lubis secara tertulis yang diterima oleh Redaksi Faktakini.net

*Menkopolhukam delneming atau turut serta*

Pernyataan Dubes Saudi bahwa ada Negosiasi perihal Cekal Habib Rizieq Shihab/ HRS, dapat saja dimaknai memang benar, tentang adanya " proses cekal "yang sudah berlangsung setahun lebih lamanya

Secara logika, terhadap kemudahan akses untuk dapatkan warta informasi yang bermaterikan topik " cekal " terhadap diri HRS , serta dihubungkan terhadap jatidiri seorang intelektual yang sering bersentuhan dengan banyak media sosial, bahkan menjadi nara sumber urusan perpolitikan seperti Mamud MD/ MMD, dan mengingat jejak digital dirinyapun ( MMD ) pernah mengeluarkan statemen yang menyinggung atau turut mengomentari tentang issue atau info adanya cekal terhadap diri IB.HRS

Sehingga terkait fakta soal adanya ' nego ' antara Indonesia & Saudi, fakta menunjukkan berita dimaksud sudah muncul pemberitaannya jauh-jauh hari sebelum dirinya ( MMD ) menjabat Menkopolhukam

Adapun realitas fakta terkini dalam pemberitaannya MMD menyatakan dalam pembicaraan G to G antara KSA dan RI tidak ada hal yang menyangkut " Nego " perihal cekal IB HRS. itu sudah soal lain.

Yang jelas MMD berkewajiban, paling tidak keluar dari dirinĂ½a klarifikasi atau mengurai ke publik tentang siapa oknum ( pejabat tinggi ) pemerintahan RI yg buat " Nego ", terkait pencekalan dan langsung bekerja sesuai tupoksi

Bukan malah protektif dengan cara menutup rapat informasi kepada publik terkait jati diri oknum pejabat pelaku pencekalan

Justru saat ini, oleh karena dirinya telah menjabat menteri ( miliki kewenangan ), maka logis timbul persepsi publik atau asumsi ummat pengikut dan simpatisan Sang Imam Besar, ditinjau dari sudut hukum bahwa MMD mutatis mutandis telah melibatkan dirinya ( delneming ) terhadap " kejahatan atau pelanggaran HAM terhadap diri Imam Besar HRS

Damai Hari Lubis

Foto: Damai Hari Lubis

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…