Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Salapian Langkat Sumut Lanjutkan Bangun Masjid Al Falaah Dusun V Panduman

Selasa, 19 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - DPC FPI Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, Sumatera Utara kembali melanjutkan pembangunan Masjid Al Falaah di dusun terpencil dusun V Panduman desa Parangguam kec. Salapian kabupaten Langkat.

Dari mulai membersihkan dinding-dinding masjid yang sudah mulai ditumbuhi lumut Krn sdh lama tdk tersentuh pembangunan dan perawatan, hingga melakukan plasterisasi dan membangun hal lainnya dgn bahan-bahan yang sdh ada. Aktivis2 FPI di kecamatan Salapian Bersama warga bahu-membahu dan insya ALLAH pembangunan masjid Al Falaah tsb bisa terus berlanjut.

Masjid Al Falaah berdiri di dusun Panduman yang terpencil, yang pada tahun 2014 lalu dimasuki oleh pengurus dan Aktivis2 DPW FPI LANGKAT dan menjadi zona dakwah selama 3 tahun oleh DPW FPI LANGKAT dan selanjutnya dilanjutkan oleh DPC FPI SALAPIAN hingga sekarang. Penduduk dusun yg jauh dari syi'ar dakwah Islam dan tinggal di antara perbukitan terjal tsb begitu bahagia dan beberapa warga bersya…

Tepis Hoax Bahwa Kasus Rekayasa, Ini Rincian Laporan Medis Novel Dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura





Kamis, 7 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Saat ini di Media Sosial sedang gencar dilakukan upaya 'pengaburan fakta' kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Upaya itu antara lain menyebar hoax di Media Sosial bahwa kasus penyiraman tersebut adalah rekayasa Novel.

Apakah akun-akun yang gencar melakukan 'pengaburan fakta' hal itu adalah bagian dari pelaku penyiraman air keras itu atau tidak, hal itu tentu tak bisa dipastikan saat ini.

Yang pasti KPK bakal memposisikan akun-akun penebar hoax, fitnah dan pemutar balikan fakta itu.

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menyatakan sedang berkoordinasi dengan tim kuasa hukum Novel Baswedan untuk melaporkan akun-akun media sosial yang menuding penyiraman air keras ke penyidik KPK itu hanya rekayasa.

“Ya untuk sampai saat ini kami masih akan melakukan konsolidasi dengan pertama tim pengacara bang Novel yang kedua juga dengan tim biro hukum terkait dengan apa yang akan langkah hukum yang akan kami lakukan,” ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).

Yudi pun mengaku cukup geram dengan ramainya soal tudingan rekayasa dalam kasus Novel. Dia pun merasa kasihan dengan Novel karena terus mendapatkan serangan setelah kasus penyiraman air keras masih mandek di kepolisian.

“Karena ini benar-benar suatu hal yang bagi kami sangat menyakitkan bang Novel telah memberantas korupsi sebagai penyidik di KPK kemudian dibuat seolah-olah bahwa penyerangan terhadap bang Novel adalah rekayasa,” kata Yudi.

Menurut Yudi, bila memang Novel merekayasa penyiraman air keras tersebut. Sudah pasti, kata dia, Novel sudah pasti ditangkap oleh polisi.

“Padahal kalau penyerangan terhadap bang Novel itu rekayasa dari hari pertama bang Novel menyatakan bahwa itu disiram itu pasti akan kelihatan bahwa itu rekayasa pasti bang Novel akan langsung ditangkap,” katanya.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan saat ini tengah menjalani perawatan mata di Singapura. “Dua hari di Singapura, yang kiri di operasi itu, tiba-tiba ada pendarahan di dalam,” ujar Novel.

Mata Novel rusak setelah disiram air keras pada Subuh, 11 April 2017.

Sudah 2,5 tahun, penyiram air keras terhadap Novel tak kunjung terungkap. Kini, Novel justru diserang di media sosial terkait penyiraman itu.

Terkait hoax dan fitnah yang mendadak digencarkan di media sosial bahwa kasus penyiraman air keras yang telah membuat sebelah matanya buta adalah rekayasa, Novel pun tegas membantahnya.

Novel menduga, serangan opini yang gencar dilakukan terhadapnya di media sosial tersebut, terorganisir.

“Kalau saya lihat, karena ini sudah terus menerus dibuatnya, berkelanjutan dan momentumnya selalu bersamaan dengan serangan KPK lainnya, saya yakin terorganisir,” ujar Novel saat dihubungi Tempo pada Selasa, 5 November 2019.

Kini Novel harus berjuang menghadapi ancaman kebutaan akibat siraman air keras itu. Tempo mendapat salinan rincian laporan medis terkait kondisi mata penyidik yang mengungkap kasus-kasus kakap di KPK itu.

Laporan medis Novel dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017, mencatat bahwa Novel pertama kali datang ke klinik itu pada 12 April 2017.

Saat itu, Novel dipindahkan setelah menjalani perawatan karena cedera kimia asam sulfat di Jakarta Eye Centre pada 11 April, pukul 5 pagi.

Laporan medis itu juga menuliskan ada luka bakar ringan sampai sedang pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat.

Cedera kimiawi melibatkan kedua mata. "Ketajaman visualnya masing-masing adalah 6/24 dan 6/15 pada mata kanan dan kiri," tulis laporan medis itu.

Pada pemeriksaan, ada permasalahan 90 persen di bagian jaringan atas para epitel batas kornea yang hilang, karena adanya iskemik (terhambatnya aliran darah pada pembuluh darah mata yang mengakibatkan kematian jaringan) di limbal (batas warna pada kornea) yang terjadi pada mata kiri.

Pada mata kanan, kornea agak membengkak dengan lipatan membran descemet. Ruang bagian depan dalam dan kosong, dan tidak ada kekeruhan lensa. Di mata kiri tidak ada pembengkakan kornea, tetapi tercatat kekeruhan lensa capsular anterior.

Pemeriksaan fundusnya melebar biasa-biasa saja dengan cakram optik merah muda pada kedua bagian dan retina normal. Tekanan intraokularnya (bola mata) adalah 22mmHg dan 44mmHg masing-masing di mata kanan dan kiri, menunjukkan sekunder glaukoma di mata kirinya.

Novel kemudian dirawat di Singapore General Hospital untuk perawatan dan observasi di hari yang sama. Penanganan dilakukan oleh dokter dari Singapore National Eye Centre dan unit SGH Burns, bedah plastik, dan layanan THT untuk luka bakar wajah dan hidungnya

Hingga Januari 2019, Novel sudah menjalani operasi mata sebanyak empat kali. Novel menuturkan, operasi keempat bertujuan untuk memotong jaringan di mata kiri guna melebarkan lubang lensa yang tertutup jaringan yang tumbuh. Jaringan mata kiri Novel sempat mati, sehingga harus diganti dengan jaringan gusi dan gigi.

Pasca dioperasi, mata kiri Novel sudah bisa melirik dan bergerak ke kanan dan kiri, dia juga bisa membaca dengan kacamata plus empat.

“Tapi pandangan saya sekarang ini sempit, kayak melihat terpong itu. Tidak lebar. Lebar pandang itu sempit. Tapi lebih jelas melihat dengan mata kiri, yang kanan malah buram dan sensitif cahaya,” ujar Novel Baswedan menceritakan kondisi matanya terkini pada Selasa, 5 November 2019.

Foto: Novel Baswedan saat dirawat di RS

Sumber: tempo.co

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…