Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kota Makassar Dan Sayap Juang Galang Dana Untuk Bantu Rakyat Palestina

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, kegiatan sosial kemanusiaan DPD FPI Sulawesi Selatan dan Kota Makassar beserta seluruh sayap juangnya masih terus berlanjut hingga kini.

Setelah sekitar tiga minggu lalu menggalang dana untuk korban angin puting beliung yang melanda Takalar, maka hari Rabu (4/12) dan Kamis (5/12/2019) FPI Sulsel dan Kota Makassar beserta sayap juang melakukan penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina.

Laporan FPI Kota Makassar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Kami dari MAWIL LPI KOTA MAKASSAR bersama HILMI DPD FPI SUL SEL dan MPI DPD FPI SUL SEL, mengadakan Penggalangan dana untuk palestina...
Rabu 04 desember 2019...

Panitia Penyelenggara,
 Korlap: Akbar Talli (Wali Laskar LPI KOTA MAKASSAR).
 bendahara: Nia Saturia(Wakil Bendahara MPI DPD FPI SUL SEL).
perlengkapan: Agus Salim(Wakil KA OPS MAWIL KOTA MAKASSAR)....

PENANGGUNG JAWAB:
Habib Muhammad Bin Ahmad Shahab(Ketua HILMI DPD FPI SUL SEL) dan Ilham Hatta(PAN…

Supaya Lancar Terima Dana Hibah Dari Pemerintah, PBNU Kirim Surat Ke Kemendagri




Sabtu, 30 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum resmi menerbitkan surat bernomor 450.7/10003/POLPUM tentang Penjelasan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Badan Hukum.

Surat tersebut merupakan surat yang dikeluarkan oleh Kemendagri pasca PBNU berkirim surat bernomor 370/B.II07/01/2006 tentang Dana Hibah kepada Struktur dan Perangkat Organisasi Nahdlatul Ulama di Daerah.

Dengan diterbitkannya surat Kemendagri tersebut kegalauan dan problem administratif terkait mekanisme penerimaan dana hibah terjawab sudah.

Sekretaris Jenderal PBNU, HA Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya mengatakan bahwa langkah yang ditempuh PBNU dengan bersurat ke Kemendagri agar menerbitkan surat edaran tentang penjelasan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ikhtiar PBNU untuk membantu kelancaran pencairan dana hibah bagi perangkat organisasi di bawah naungan badan hukum NU.

“Kami menerima banyak laporan soal kendala di lapangan, bahwa masih banyak pihak-pihak dinas pemerintahan serta instansi terkait yang masih belum mengerti tentang kedudukan badan hukum NU. Oleh karena itu dengan diterbitkannya surat dari Kemendagri ini maka kendala yang dihadapi di lapangan bisa diatasi,” papar Helmy.

Sementara itu, ditemui ditempat terpisah, Wakil Sekretaris Pengurus Pusat LP Ma’arif NU Fatkhu Yasik menerangkan, pihaknya banyak menerima laporan dari sekolah-sekolah Ma’arif di daerah yang berbadan hukum NU.

Keluhan mereka terutama soal banyaknya dinas pendidikan yang belum memahami kedudukan Badan Hukum NU bagi sekolah tersebut.

Akibatnya beberapa dinas pendidikan berencana menghentikan dana bantuan dan dana hibah ke sekolah-sekolah Ma’arif sebelum ada kejelasan tentang kedudukan badan hukum NU.

“Dengan adanya surat resmi penjelasan dari Kemendagri ini masalah dan keluhan yang selama ini ada bisa terjawab. Sekolah-sekolah di lingkungan Ma’arif yang berbadan hukum NU bisa mengkases dana hibah dan bantuan sosial tanpa ada lagi kendala, terutama yang mempertanyakan soal kejelasan badan hukum,” jelas Yasik.

Terkait hal ini, PBNU berencana segera berkirim surat ke seluruh pengurus wilayah, cabang dan juga satuan kerja di bawah naungannya untuk menyosialisasikan surat dari Kemendagri tersebut. PBNU juga menginstruksikan kepada  segenap satuan kerja di bawahnya untuk segera mengurus badan hukum NU ini. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/66564/kemendagri-resmi-terbitkan-surat-penjelasan-tentang-badan-hukum-nu
Konten adalah milik dan hak cipta www.nu.or.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…