Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Al-Habib Abdullah bin Alwi bin Abdurrahman bin Syihab, Nadhzir Masjid Al-Muhdhor Di Tarim

Senin, 25 Mei 2020

Faktakini.net

Tarim Kembali Berduka

إنا لله وإنا إليه راجعون ،، اللهم أجرنا في مصيبتنا واخلفنا خيرا منها.

Telah berpulang ke rahmatullah As-Sayyid Al-Habib Abdullah bin Alwi bin Abdurrahman bin Syihab (Nadhzir Masjid Al-Muhdhor). .
.
Semoga Allah mengampuninya dan mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau. Aamiin.

Al-Fatihah...

Soal Cekal HRS, DHL: Mahfud Harus Beri Solusi Langkah Hukum Yang Ideal, Bukannya Mengkritisi



Ahad, 10 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Advokat Damai Hari Lubis yang akrab dipanggil Damai atau DHL, turut angkat suara menanggapi ucapan Menkopolhukam Mahfud MD soal pencekalan Habib Rizieq Shihab.

Sebagaimana diketahui saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di MS FPI Petamburan, Jum'at (8/11/2019), dari Mekkah Saudi Arabia Habib Rizieq melalui video menunjukkan surat bukti pencekalan yang ia alami di Arab Saudi.

Dari bukti itu terkuak fakta bahwa Habib Rizieq dicekal atas alasan keamanan, bukan over stay, dan diungkapkan oleh Habib Rizieq pencekalan itu atas dasar permintaan pemerintah Indonesia kepada Saudi Arabia.

Namun anehnya Menkopolhukam Mahfud MD malah menyatakan belum mengetahui adanya surat pencekalan tersebut, padahal pencekalan terhadap Habib Rizieq sudah berlangsung lama.

Bahkan Mahfud justru mempertanyakan kenapa baru sekarang surat pencekalan itu muncul.

"Kita pelajari dulu kasusnya ya, saya tidak tahu persis apa masalahnya kenapa dicekal dan sebagainya. Kan sudah lama isu itu ya, kok baru sekarang suratnya ada, saya tidak tahu juga," kata Mahfud di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Menanggapi hal itu, Damai Advokat yang merupakan Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) melalui pernyataan tertulis yang diterima Redaksi Faktakini.net Ahad (10/11/2019) memberikan tanggapannya.

Pak Damai menyayangkan ucapan Mahfud MD, yang malah mengkritik Habib Rizieq padahal seharusnya ia sebagai pejabat publik seharusnya memberikan solusi langkah hukum yang ideal.

"Kami sangat sayangkan, statemennya, dengan tidak menyebutkan asas legalitas sebagai dasar, bahwa apabila ada pencekalan WNI dari luar ke dalam (tangkal)  mesti langsung menyampaikanya. Dan menyampaikannya kemana? Atau mungkin ada daluwarsanya untuk batasan  memperjuangkan 'pencekalan' oleh HRS sebagai  WNI yang dicekal", ujar Damai.

"Semestinya seorang akademisi bergelar profesor dan pejabat publik (Menkopolhukam) buat dan berikan solusi langkah hukum yang ideal, bukan malah mengkritisi korban cekalnya (HRS)", tutup Damai.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…