Langsung ke konten utama

Featured Post

Di ILC, Ketum FPI: Umumkan Ormas Yang Punya Dan Tak Punya SKT Supaya Publik Tau!

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Ketua Umum DPP FPI KH Ahmad Shobri Lubis turut menjadi salah satu narasumber pada acara ILC di Stasiun televisi tvOne, Selasa (3/12/2019) mulai pukul 9 malam.

Dalam acara yang mengambil tema tentang SKT FPI itu, Kyai Shobri memaparkan konsep khilafah Islamiyah dalam pandangan FPI.

Selain itu ia mengungkap bahwa FPI sejak awal berdirinya telah memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan selalu rutin memperpanjangnya tanpa menerima hambatan bearti dari pemerintah.

Baru di era rezim Jokowi ini, pengurusan SKT untuk FPI itu begitu dipersulit. Padahal soal SKT itu sifatnya sukarela, Ormas boleh punya SKT boleh tidak, tapi karena FPI adalah Ormas yang tertib organisasi, FPI selalu mengurus perpanjangan SKT namun anehnya begitu banyak hambatan FPI untuk diperpanjang SKT nya.

"Amanat UU bahwa Ormas tidak wajib mendaftar. Jadi sudah bagus FPI mau mendaftar. Mestinya niat baik FPI mendaftar dihargai bukan malah dipersoalkan. Jika gara…

Pembawa Bendera Saat Demo akan Diadili, Seruan #BebaskanLuthfi Menggema Di Twitter



Rabu, 27 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Lini masa Twitter pada Rabu (27/11/2019) pagi hingga siang ini diramaikan dengan hashtag Bebaskan Luthfi. Seruan #BebaskanLuthfi menggema di platform media sosial berlogo burung biru hingga menjadi trending topic.

Sebagaimana diketahui, Luthfi adalah salah seorang pelajar pemberani peserta aksi demonstrasi menolak RKUHP dan RUU kontroversial pada September 2019 lalu. Pelajar itu ditangkap pihak berwajib dan akan segera disidang pada Desember 2019.

Masyarakat ramai tidak terima dengan penahanan Luthfi menyerukan pembebasan dengan menuliskan hashtag #BebaskanLuthfi. 

Hasil penelusuran solotrust.com, hashtag tersebut menempati posisi teratas Twitter. Tercatat ada 44,7 ribu tweet seruan #BebaskanLuthfi hingga pukul 14.00 WIB.  

Foto Luthfi mengenakan celana SMA dipadu dengan jaket abu-abu sembari membawa bendera merah putih sempat viral. Ia yang dalam foto tampak menutup wajahnya dengan tangan kiri menghindari paparan gas air mata menjadi salah satu orang yang diamankan saat aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen.

Kalangan netizen menuntut keadilan untuk Luthfi. Rata-rata menilai pelajar itu tak bersalah. Bahkan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid pun turut bersuara terkait keadilan hukum.

"Bismillah. Kami akan lanjutkan perjuangan untuk hadirnya keadilan hukum, termasuk untuk ananda Luthfi ini. Tambah doanya saja. Wa jazakumullah," cuit politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

"Anak STM yang ikut demo dijerat dengan hukum, sedangkan yang koruptor dibebaskan dari hukum," tulis akun @Aliif98898415

"Demonstran ditangkap dan ditahan, bahkan akan diadili karena membawa bendera merah putih saat aksi demonstrasi, Demokrasi mati suri, hukum tebang pilih akibat ulah si tangan besi, Kemana lagi keadilan akan dicari?" kicau akun @Ghoz4ly.
"Pak presiden yang kami hormati, @jokowikami mohon dengan segala kerendahan hati, bantu saudara kami untuk dibebaskan," seru akun @Achun_90.
Menurut informasi yang dihimpun, berkas penahanan Luthfi saat ini sudah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk siap disidangkan. Ia dikenakan empat pasal sekaligus, yakni pasal 170, 212, 214, dan 218 KUHP. (Andi)

Sumber: Solotrust.com






Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…