Langsung ke konten utama

Featured Post

Zainal Bintang: Kisah M Nuh Pemenang Lelang Motor

Rabu, 27 Mei 2020

Faktakini.net

*Kisah Pemenang Lelang Motor*

*Oleh : Zainal Bintang*

*Jakarta, 25 Mei 2020*
         -----
NAMANYA M. Nuh, berdomilisi di Kampung Manggis, Jambil. Tiba-tiba terkenal gegara lelang motor “Gesits” milik Presiden Joko Widodo yang ada tanda tangannya.

 Acara itu diadakan dalam acara konser amal “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” yang digagas BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila, MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)  dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Acara ini didedikasikan selain untuk para seniman dan para pekerja seni, juga untuk kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan, ujar Bamsoet panggilan akrab Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Sebagai “pemenang” lelang M. Nuh terpaksa  gigit jari. Batal demi hukum.

Terjadi salah faham. Panitia Konser bertujuan mencari dana dari  donatur. M. Nuh menyangka dia akan diberi dana oleh panitia karena memenangi kuis senilai Rp 2,55 miliar.

Dalam sebuah video di YouTub, M. Nuh ngomong blak-blakan. “Saya dari du…

Kisah Tentang Habib Umar Bin Hafidz BSA Dan Sebuah Tim Sepakbola



Senin, 11 November 2019

Faktakini.net

* Habib Umar dan sebuah tim Sepakbola

" Kala itu usia Habib Umar masih sangat Muda " Habib Ali Al-Jufri mengisahkan awal mula dakwah Habib Umar " suatu hari ketika beliau keluar dari masjid, ada segerombolan anak muda bertanya kepada Habib Umar :

" Habib.. Menurut anda sepakbola halal atau haram ? "

Habib Umar tersenyum lalu menjawab :

" halal.. Siapa bilang sepakbola haram ? Selama tidak membuat kalian meninggalkan kewajiban seperti sholat dll. Mengapa ? Apakah kalian bermain sepakbola ? "

" Iya Habib.. "

" dimana kalian bermain.. ?"

" di Lapangan itu Habib "

" baik.. Insyaallah nanti aku akan pergi kesana untuk melihat kalian bermain.. "

" Coba kalian perhatikan.. " Habib Ali mengomentar kisah ini " jika sekarang kalian melihat Habib Umar hanya mengajar, berceramah dll.. Jangan kalian fikir nanti ketika kalian pulang ke negara kalian masing-masing, kalian hanya akan duduk di Masjid atau pesantren saja dan menunggu orang-orang datang kepada kalian. Kalian juga harus (datang kepada mereka agar kalian) tau keadaan masyarakat disekitar kalian.. "

Sejak saat itu, tiap harinya Habib Umar seringkali turun ke Lapangan, berkumpul, bercanda dan tentunya melihat permainan mereka. Ketika Habib Umar sudah mulai akrab dan dekat dengan mereka, beliau berkata :

" aku sangat ingin melihat permainan kalian.. Tapi ada satu masalah "

" masalah apa Habib ? "

" Kalian bermain memakai celana pendek yang tidak menutupi aurat, sedangkan menurut ulama kita, melihat aurat hukumnya haram "

" Jangan khawatir Habib.. Insyaallah mulai esok kami semua akan menutup Aurat kami.. Yang penting Habib selalu hadir bersama kami "

" Lihatlah " Habib Ali mengomentari kembali " Bagaimana dakwah itu harus dengan cara pelan dan perlahan.. Jika dari awal Habib sudah berkata seperti itu kepada mereka, maka jelas mereka tak akan pernah menerima nasehat beliau "


Suatu hari mereka berkata kepada Habib :

" Habib kami akan menghadapi turnamen penting, pemenang turnamen ini akan mendapat piala, kami ingin Habib hadir dan menyaksikan permainan kami "

" darimana kalian dapatkan piala itu ?"

"dari kami sendiri, semua tim yang akan bertanding patungan dan hasilnya kami belikan piala "

" itu harom hukumnya karena termasuk judi.. " Habib memberi mereka arahan.

" jadi bagaimana solusinya Habib ? Sebuah turnamen harus ada pialanya "

" jika hadiahnya dari peserta maka itu judi, kalau begitu biar aku saja yang membeli pialanya.. "

Akhirnya beliaulah yang membeli piala yang menjadi hadiah utama turnamen tersebut, padahal kehidupan ekonomi beliau pada waktu itu jauh dari kata mencukupi.

Dengan metode dakwah seperti itu, Habib Umar bisa mengambil hati para pemuda tersebut, hingga suatu hari beliau berkata kepada mereka :

" Aku sudah sering datang ke tempat kalian.. Sekarang giliran kalian berkunjung ke tempatku " kala itu Habib Umar masih belajar + mengajar di Ribath Baidho', Pesantren asuhan Habib Muhammad Al-Haddar, guru yang juga mertua beliau.

" Habib.. Kami ingin kesana, tapi kami malu. Habib tau sendiri disana adalah tempat para santri, tempat pengajian-pengajian yang jelas tidak layak dan pantas diisi oleh orang seperti kami.. "

" Jangan khawatir.. Aku akan menyiapkan tempat khusus untuk kalian di masjid Lantai dua.. "

Dan mulai saat itu, pemuda-pemuda yang masih nol ilmu agama itu, dengan pakaian-pakaian "gaul" mereka semakin rutin hadir ke Ribath, Habib Umar sendiri yang mendidik mereka, mengajarkan mereka mengaji Al-Quran, menceritakan kepada mereka sejarah-sejarah Nabi.. Meski kebanyakan dari mereka masih miskin adab dan sopan santun, bahkan ketika Habib Mengajar, mereka sudah biasa "selonjoran" kaki di depan beliau, tapi Habib tetap sabar membimbing mereka satu persatu..

" Kalian tahu.. " pungkas Habib Ali " para pemuda pemain sepakbola itu.. (Berkat dakwah cinta dan kasih sayang Habib Umar) Sekarang merekalah yang mengisi mimbar-mimbar Masjid di kota Baidho', merekalah yang menghidupan aktivitas dakwah di Baidho' dan sekitarnya.. "

Ketika itu Habib Ali seakan berpesan, bahwa untuk membaca sejarah Habib Umar, janganlah melihat titik puncak dimana beliau sekarang berada, dimana beliau mendapat tingginya pangkat dan kemuliaan. Tapi lihatlah jauh ke belakang sana, dimana beliau dengan ketulusan, kesungguhan, dan jerih-payah beliau bisa mendapatkan semua kemuliaan yang bisa kita saksikan saat ini..

Dari kisah Habib Umar diatas, saya teringat sebuah pesan dari Habib Ali Al-Jufri untuk para ulama dan pendakwah. Kala itu beliau berkata :

" sampai kapan kita akan melihat para pemuda (yang jauh dari agama) itu dengan pandangan merendahkan ? Disekitar kita banyak pemuda yang memiliki potensi yang sangat besar.. Yang memiliki peluang untuk menjadi pribadi yang sangat baik. Jika anda lihat ada pemuda yang berambut mohawk, memakai anting dan kalung rantai, memakai celana sobek-sobek.. Ketahuilah bahwa ia bagaikan sebuah permata.. Hanya saja permata itu jatuh dan terkotori oleh sampah-sampah disekitarnya. Maka jangan pernah kita menganggap permata itu bagian dari sampah, tapi kewajiban kita adalah mengambil permata itu, membersihkannya, dan menempatkannya pada tempat yang layak.. "

رب فانفعنا ببركتهم * و اهدنا الحسنى بحرمتهم * و أمتنا في طريقتهم * و معافاة من الفتن

* Ismael Amin Kholil, Bangkalan, 6 November, 2019

Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…