Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI

Jum'at, 6 Desember 2019
Faktakini.net, Jakarta - Pendapat Rocky Gerung Dan Irman Putra Sidin Pakar Hukum Tata Negara Tentang FPI. 
Klik video:

Kader PDIP Polisikan Gus Najih Ulama Kharismatik Jawa Tengah


Rabu, 27 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - KH Muhammad Najih Maimoen Ulama kharismatik Jawa Tengah akan dilaporkan oleh kader PDIP ke polisi karena dituding telah memfitnah Soekarno.

Ketua Ormas yang dekat dengan PDIP menuding Gus Najih memfitnah Bung Karno yang ia sebut bersekutu dengan penjajah Jepang sebagai mandor Romusha.

“Kami sudah melihat video pengajian Kiai Najih isinya beberapa fitnah ke Soekarno di antaranya menyebut menyebut Soekarno bersekutu dengan Jepang,” kata Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo dalam pernyataannya kepada suaranasional, Senin (25/11/2019).

Sulaksono mengklaim, Kiai Najih memfitnah penyakit yang diderita Soekarno sebelum meninggal. “Soekarno sakit karena ginjal, jantung serta mendapat tekanan dari Rezim Soeharto,” paparnya.

Kata Sulaksono, sebagai seorang ulama, Kiai Najih harus memberitakan kebaikan orang yang meninggal. “Soekarno sudah meninggal difitnah pula,” tuding Sulaksono.

Sulaksono mengatakan, Kiai Najih harus meniru almarhum ayahnya KH Maimoen Zubair yang selalu menjaga persatuan bangsa.

“Mbah Maimoen sangat dihormati di Indonesia, pernyataan beliau selalu teduh dan tidak pernah mengeluarkan fitnah,” papar Sulaksono.

Sulaksono mengklaim, Kiai Najih dilaporkan ke polisi bukan kriminalisasi ulama. “Tidak ada kriminalisasi ulama, kami ingin menuntut keadilan atas fitnah terhadap Soekarno bapak pendiri Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Sumber:

https://suaranasional.com/2019/11/25/dianggap-fitnah-soekarno-gardu-banteng-marhaen-akan-laporkan-kh-najih-maimoen-ke-polisi/ .

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…