Langsung ke konten utama

Featured Post

Mencoba Kabur, Terpidana Korupsi Kokos Leo Lim Akhirnya Diciduk Paksa Kajati DKI

Kamis, 14 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Terpidana korupsi yang merugikan negara hampir setengah triliun atau teparnya Rp 477 miliar atas proyek di PT PLN Batubara, Kokos Leo Lim ditangkap secara paksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dibantu Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan saat tengah memeriksa kesehatan di RS Bina Waluya, Jakarta Timur, Senin malam (11/11).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri menyampaikan, penangkapan ini dilakukan lantaran Kokos mencoba melarikan diri usai dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Ditangkap setelah melarikan diri saat dinyatakan sah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Mukri kepada wartawan, Selasa (12/11/2019).

Dipaparkan Mukri, Kokos bersama Khairil Wahyuni mengatur dan mengarahkan pembuatan nota kesepahaman dan kerja sama alias MoU Operasi Pengusahaan Penambangan Batubara, agar diberikan kepadanya. Saat kasus itu bergulir, Kokos menjab…

Inilah 10 Pernyataan Sikap Umat Islam Tasikmalaya Saat Gema Tahlil Dan Maulid Akbar 2



Senin, 11 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Dalam rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 Noplvember, jajaran Front Pembela Islam (FPI) Kota Tasikmalaya menggelar acara Tahlil dan Maulid Akbar ke 2, yang bertempat di halaman Parkir Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Karoeng Kec. Tawang Kota Tasikmalaya, Minggu (10/11/2019) malam tadi.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ustad Muhammad Yan-yan Al Bayani.S.Kom.I.,M.Pd , Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor. Inf. Chandra S, Kabag Ops Polresta Tasikmalaya kompol Shohet, kasubag kesra Asep Dudi, anggota DPRD Fraksi Gerindra Asep Hendri Dharmawan, Camat Tawang Yuda Permana, Tokoh ulama dan Masyarakat serta jajaran Lembaga Dakwah Front (LDF) Laskar FPI dan Hilmi Tasikmalaya.

Acara Gema Tahlil dan Maulid Akbar ke 2 tersebut juga dihadiri ratusan jemaah dan santri. Kegiatan malam tadi berjalan khidmat dan lancar, apalagi dengan hadirnya penceramah dai kondang KH Ateng Jaelani, Pimpinan Ponpes Mabdaul Ulum Mulyasari Tamansari membuat suasana malam itu semakin khusyu.

Dalam acara Gema Tahlil dan Maulid Akbar ke 2, juga melahirkan Pernyataan sikap Ummat Islam Tasikmalaya yang dibacakan langsung oleh Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ust Muhammad Yan-yan Al Bayani.S.Kom.I.,M.Pd yang di ikuti oleh para tamu undangan dan ratusan jemaah serta santri.

Adapun ke 10 pernyataan sikap ummat Islam tersebut diantatanya :

1. Kemerdekaan ini adalah rahmat dari Alloh, yang harus disyukuri dengan mengisi kemerdekaan sebaik baiknya

2. Kemerdekaan bukan hadiah dari penjajah asing, tetapi kemerdekaan adalah hasil jerih payah para pahlawan dengan mempertaruhkan nyawa, harta, darah dan air mata.

3. Siap melanjutkan perjuangan para pahlawan sampai titik darah penghabisan

4. Sebagai seorang muslim, kami siap mempertahankan dan mengamalkan islam ahlussunnah wal jamaah

5. Sebagai warga bangsa, kami siap mempertahankan dan mengamalkan Pancasila & UUD 45 sebagai ideologi bangsa

6. Kami siap mempertahankan Kedaulatan negara Indonesia agar tetap utuh dalam bingkai NKRI

7. Kami siap diperbantukan setiap saat, bila mana negara sewaktu waktu memerlukan rakyat dalam mempertahankan negara dari serangan negara asing yg mengancam kedaulatan NKRI

8. Kami siap menjaga dan menghormati kebhinekaan sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama, pancasila dan uud 45.

9. Atas dasar sila pertama pancasila, kami menolak pelacuran, peredaran miras, perjudian , aliran sesat, korupsi, free sex, pornografi, porno aksi, LGBT dan segala macam bentuk kemaksiyatan dan kemunkaran.

10. Mengingatkan kepada seluruh pejabat di negri ini agar berjuang dan menempatlan kesejahtraan seluruh rakyat indonesia, di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Sumber: koran-fakta.com



Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…