Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kota Makassar Dan Sayap Juang Galang Dana Untuk Bantu Rakyat Palestina

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, kegiatan sosial kemanusiaan DPD FPI Sulawesi Selatan dan Kota Makassar beserta seluruh sayap juangnya masih terus berlanjut hingga kini.

Setelah sekitar tiga minggu lalu menggalang dana untuk korban angin puting beliung yang melanda Takalar, maka hari Rabu (4/12) dan Kamis (5/12/2019) FPI Sulsel dan Kota Makassar beserta sayap juang melakukan penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina.

Laporan FPI Kota Makassar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Kami dari MAWIL LPI KOTA MAKASSAR bersama HILMI DPD FPI SUL SEL dan MPI DPD FPI SUL SEL, mengadakan Penggalangan dana untuk palestina...
Rabu 04 desember 2019...

Panitia Penyelenggara,
 Korlap: Akbar Talli (Wali Laskar LPI KOTA MAKASSAR).
 bendahara: Nia Saturia(Wakil Bendahara MPI DPD FPI SUL SEL).
perlengkapan: Agus Salim(Wakil KA OPS MAWIL KOTA MAKASSAR)....

PENANGGUNG JAWAB:
Habib Muhammad Bin Ahmad Shahab(Ketua HILMI DPD FPI SUL SEL) dan Ilham Hatta(PAN…

FPI NTB Salurkan 9.200 Liter Air Bersih Untuk Daerah Yang Dilanda Kekeringan Di Lombok Utara


Kamis, 20 November 2019

Faktakini.net, Lombok - Kekeringan yang melanda sebagian wilayah NTB kini masih terus terjadi, khususnya beberapa daerah seperti di Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Di Lombok Utara sendiri, beberapa kecamatan yang masih mengalami kekeringan diantaranya Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan, Kecamatan Praye serta beberapa daerah di Lombok Timur seperti di Wilayah Sembalun.

Berdasarkan laporan yang didapat Relawan Hilal Merah Indonesia, Syafi’i, ada 2 faktor terjadinya kekeringan air bersih yang melanda NTB, pertama akibat kemarau yang berkepanjangan, kedua akibat musibah gempa NTB 2018 lalu yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, di Dusun Tanak Sebang, Desa Panggung, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara sendiri selama ini mendapatkan air bersih dengan cara membeli kepada agen air bersih kisaran harga Rp. 10.000/ 2000 liter, sebagaimana yang disampaikan Ibu Rina salah satu warga disana.

Warga yang kebanyakan berprofesi sebagai buruh tani pun mengeluhkan keadaan tersebut, ditambah kekeringan yang membuat mereka sulit untuk bercocok tanam, karna sungai yang biasa mengairi persawahan mereka kini telah mengering.

Melihat hal itu, Dewan Pimpinan Daerah Hilal Merah Indonesia Nusa Tenggara Barat bersama DPW FPI Lombok Utara menerjunkan beberapa relawan dan anggotanya untuk menyuplai air bersih kepada warga, hal ini dilakukan setelah sebelumnya mereka melakukan investigasi terlebih dahulu.

Sebanyak 5000 liter Air Bersih berhasil disalurkan untuk masyarakat yang berada di Dusun Sambik Jengkel, Desa Slengen, Kecamatan Kayangan dan ke Dusun Tanah Sebang, Desa Panggung, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4200 liter, dengan total 9200 liter air bersih berhasil disalurkan dalam satu hari di dua tempat yang berbeda.

Ini adalah salah satu Program Air Bersih Untuk Warga Lombok HILMI-FPI NTB yang masih berlanjut hingga kini. Juga Program Hunian Sementara dan Program Tambal Sulam yang masih berjalan dan diperuntukan kepada warga NTB yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.

Sumber: HILMI - FPI


Klik video:


Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…